
EPS.81
Aksara nampak diam membisu di ruang kerja nya, memikirkan kehidupan terutama kehidupan rumah tangganya yang semakin pelik. Sudah seminggu ada wanita yang menyamar menjadi istri nya, namun dia tidak bisa berbuat apa pun.
"Bos"
Aksa sedikit lantas menarik diri dari lamunannya, mendongak menatap heran pada Dino yang sudah berdiri 1 jam.
"Ada urusan apa? mengapa mengagetkan ku!"
"Saya sudah 1 jam disini bos"
"Benarkah?"
Dino hanya bisa menghela nafas, entah apa yang di pikirkan bos nya sehingga kehadiran nya tidak di ketahui.
"Ada masalah apa?"
"Bos ini anda lihat foto-foto ini"
Terlihat beberapa foto yang menggambarkan Karenina sedang berbicara dengan beberapa dokter, Aksa mengerutkan kening nya.
"Apa urusan nya Karen serta dokter itu dengan ku"
"Nona Karen sudah tidak muncul 3 Minggu terakhir ini tuan"
Aksa menghentikan kegiatan memilah foto itu.
"Itu adalah salah satu teman seangkatan ku bos, dia seorang ahli bedak plestik tanpa cacat"
"Apa kau punya teman seperti itu?"
"Kau ingat sewaktu masih kuliah, dulu di universitas xx itu ada anak culun berkacamata itu"
Aksara mengangguk tanda mengerti, masih memilah juga melihat foto-foto yang disodorkan oleh Dino.
"Bocah culun yang sering dikerjai oleh Genk A itu sekarang sukses menjadi dokter bedah plastik tanpa cacat bos, dia dokter ahli nomor 1 di bidang itu"
Aksara memandang sejenak Dino, dia sedang menyatukan ingatan dan jika tidak salah tebak perkataan Dino berhubungan dengan wanita yang ada di rumah nya.
"Dia juga tidak hanya ahli dalam bedah plastik, bahkan membuat tiruan wajah atau topeng yang mirip dengan orang asli nya pun dia sangat mampu"
"Kumpulkan terus informasinya"
"Baik bos"
Dino segera keluar untuk kembali melakukan tugas nya.
"Kalau memang benar demikian maka kesayangan ku dalam bahaya"
Gumam Aksara.
"Tapi aku harus tetap tenang agar bisa menangkap penipu itu"
Lanjut nya.
Cinta dikediaman utama Alkatiri baru membuka mata nya, waktu sudah tidak pagi lagi.
__ADS_1
"Bagaimana aku tidur sampai sesiang ini?"
Dengan cepat Cinta pergi membersihkan diri. Meski malas menyentuh air namun Cinta harus tampil segar, selesai dengan acara bersih-bersih nya itu. Cinta membuka lemari, memilih dress dibawah lutut abu-abu untuk dikenakan, sementara rambut nya dibiarkan tergerai. Cinta keluar kamar dengan memakai alas kaki rumahan, supaya kaki nya tidak licin.
"Sudah bangun menantu nya mommy"
Mommy Diah sedang di dapur mengupas buah segar, Cinta tersenyum mengangguk.
"Sebentar ya sayang mommy buatkan susu hamil nya"
"Biar Indy buat sendiri saja mom"
"Eh jangan nak, ini cucu kesayangan mommy, dia harus mendapatkan yang terbaik selama di dalam kandungan mu, maka mommy juga harus menyayangi mamah nya"
Mommy Diah mengelus surai hitam panjang milik menantu nya itu dengan lembut.
Cinta hanya tersenyum hangat.
"Sudah sini, Indy duduk saja sama mamah, biarkan mommy mu belajar menjadi momma, sayang"
"Iya mah"
"Bagaimana dia bisa mengurus cucu nya, kalau tidak becus mengurus wanita yang berjasa melahirkan cucu nya"
Celetukan mamah Paramitha hanya ditatap sengit oleh mommy Diah.
"Mommy mu memang galak juga keras kepala tapi dia itu sangat baik juga lembut maka nya mas ku jatuh cinta ke dia"
mamah Paramitha bersenda gurau kapan lagi bisa menindas kakak ipar nya ini. Namun mereka tak tahu jika ada sepasang mata yang menatap keceriaan itu dengan kebencian yang mendalam.
'Bersenang-senang lah kalian'
Bahkan wanita itu sudah mempraktekkan nya selama seminggu menjadi Cinta, istri yang di gilai Aksara.
Karenina selalu menunggu Aksa pulang kerja, meminta lelaki itu istirahat, menawari kebutuhan nya bahkan sampai kebutuhan ranjang. Tapi dengan halus semua itu ditolak Aksara, sungguh tidak masuk akal bagi Karenina.
"Kau sedang hamil, harus di jaga tubuh mu sangat rentan"
Deg......
Karenina tersadar dari lamunan nya.
'Oh begitu, hanya jiggot saja mau menghalangi ku, baik lah sudah diputuskan bahwa jiggot menjijikan itu harus ku basmi rata'
Ucap Karen senang.
"Eh bumil, baru bangun?"
Karenina menarik kursi di sebelah Cinta, namun Cinta hanya diam.
"Indy kan sedang hamil, jadi wajar tubuh nya agak lemas maklum bawaan orok"
Ucap mamah Paramitha.
Mommy Diah sedang mengaduk susu ibu hamil, kemudian menyodorkan nya pada Cinta.
"Di minum ya nak"
__ADS_1
"Iya mom"
Cinta segera meneguk habis susu hamil itu, sementara Karenina muak dengan pemandangan disebelah nya. Karen mengambil apel segar utuh lantas memakan nya. Mamah Paramitha terdiam, bukan kah keponakan menantu nya ini tidak suka makan apel, lagi pula dress berwarna merah yang dikenakan itu sangat menusuk mata.
'Apa anak ini mengalami perubahan jati diri, rasa nya mustahil'
Ucap mamah Paramitha dalam benak nya.
Mamah Paramitha memandang kearah kakak ipar nya begitu pun sebalik nya.
Drrtt....ddrrttt.
Ponsel milik mamah Paramitha bergetar, dengan segera mengangkat nya.
"Mamah pulang dulu ya"
Mamah segera berpamitan karena anak sulung nya menelpon.
"Apa seorang wanita hamil harus manja?"
Ucap Karen melirik Cinta sambil berbicara, namun yang diajak berbicara hanya sibuk mengunyah buah mangga nya.
"Enak ya disini, kamu orang baru saja sok manja, urus lah diri mu sendiri mommy sudah paruh baya"
"Mommy, Indy mau masuk ke kamar dulu"
"Iya sayang"
Sebenar nya mommy Dia mendengar pembicaraan mereka namun bukan nya tidak membela Cinta tapi dia ingin dengar kebenaran dari salah satu nya.
Meski kecewa karena menantu kedua nya memilih masuk dan tidak ingin meladeni istri tua suami nya.
Tok....tok...tok.
"Indy makan siang sudah jadi!"
Klek Indy membuka pintu kamar.
"Ini mommy buatkan makanan sehat, camilan juga dessert sehat"
"Terimakasih mommy"
"Sama-sama sayang"
Dengan segera Cinta melahap semua yang disediakan mertua nya itu. Karena bagi nya itu merupakan rasa sayang dari sang mertua, apa lagi mertua perempuan nya termasuk seorang ibu yang tegas dalam mendidik anak.
"Huh, kenyang sekali"
Karena Cinta sudah sangat lapar, namun dia ingin menghindari wanita yang memakai wajah nya yang dulu. Cinta duduk di ranjang nya sambil mengelus perut nya, sekarang sudah mulai membesar selain kualitas makan cinta yang sudah naik juga semua kebutuhan gizi nya terpenuhi.
"Aduh......kok agak melilit sih perut ku"
Lirih Cinta, karena perut nya agak sedikit melilit. Semakin lama semakin mencengkram perut.
"Aduhh.....sakit sekali"
Cinta terhuyung-huyung menuju pintu kamar untuk segera keluar meminta bantuan orang rumah. Tepat saat itu akan menuju jam makan siang, sambil memegangi perut nya Cinta membuka pintu.
__ADS_1
Klek.
BERSAMBUNG.