TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.341


__ADS_3

8 jam yang lalu, setelah pesta, asisten Carmen menyeret nona nya untuk pulang. Meski pun Carmen sendiri sangat shock karena perbuatan yang hanya ingin mengerjai Lisa berakibat fatal membuat orang lain menjadi celaka.


Setelah Carmen bisa di tarik nya, segera bergegas memesan taksi online untuk segera sampai di apartment nona nya itu.


"Kita mau kemana?"


Tanya Carmen setelah dia dan asisten nya berada dalam perjalanan.


"Kita ke apartment nona"


Jawab asisten Carmen.


"Aku takut, aku bukan pembunuh!"


Carmen berteriak sambil berkata, hingga asisten nya itu agak sedikit canggung pada supir taksi yang mereka naiki.


"Maaf pak, teman saya sedang panik saat ini"


Ucap asisten Carmen.


"Oh tak apa nona, saya hanya seorang pendengar, jadi jangan anggap saya ada saja"


Ucap supir taksi dengan baik.


Perjalanan dari hotel tempat resepsi sampai ke apartment memakan waktu 40 menit dengan laju normal.


Mereka tak memikirkan apa pun karena memang apartment milik Carmen itu aman dengan keamanan yang ketat.


Karena apartment itu dibeli dengan harga yang fantastis.


"Nona kita sudah sampai"


Ucap supir taksi tersebut.


"Oh iya pak, ini ongkos nya terimakasih ya pak"


Asisten Carmen memberikan 3 lembar pecahan berwarna merah.


"Sama-sama non"


Asisten dan Carmen segera bergegas untuk turun, dan segera masuk ke dalam apartment.


"Ayo nona kita harus segera masuk, agar tidak ada yang mengetahui tempat tinggal kita"


Ucap asisten nya itu.


"Baik lah"

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam unit apartment nya.


"Aku lelah sekali ingin beristirahat"


"Ya sudah nona, saya juga mau beristirahat karena sangat lelah sekali"


Mereka berdua masuk kedalam kamar masing-masing. Namun tepat tengah malam Carmen merasa lapar dengan perut nya itu.


"Kenapa lapar sekali"


Ucap Carmen, jelas dia lapar karena saat tadi di pesta resepsi milik William dan Lisa tidak sempat memakan apa pun karena emosi dan juga merasa menyesal secara bersamaan.


"Sebaik nya aku ke ruang makan"


Carmen keluar kamar nya lantas bergegas untuk membuka lemari es, tapi apa yang dia lihat hanya beberapa botol air mineral dingin, soda dan minuman lain nya.


"Tidak ada makanan apa pun"


Ucap nya, karena memang kulkas milik nya kosong tanpa diisi apa pun meski pun hanya camilan atau mie instant.


Carmen menghela nafas berat, karena perut nya semakin melilit.


"Aku punya asisten ternyata tidak pernah masak"


Ucap nya sendirian.


Carmen keluar ke bawah apartment nya, karena disana ada toko makanan yang buka 24 jam tanpa henti.


KLEAK....


Carmen membuka toko makanan yang buka 24 jam itu, mencari nasi instant yang bisa langsung di makan setelah di panaskan sebentar.


Carmen pergi ke kasir untuk membayar dan setelah nya memanaskan sendiri makanan yang dia pilih.


Memakan nya dengan santai lantas menikmati rasa nya dengan pelan, serta menghabiskan makanan yang sudah di pilih nya.


Carmen tidak pernah tahu jika di apartment nya itu ada masalah dengan asisten nya.


BRAKK.....


Pintu apartment milik Carmen di dobrak dengan paksa karena memang itu yang harus dilakukan.


Sementara asisten Carmen tidak merasakan hal aneh atau mendengar suara aneh karena kamar mereka kedap suara.


Asisten Carmen tersebut dengan nyenyak tertidur karena rasa lelah yang mendera nya.


Hingga tak sadar jika apartment milik nona nya sudah tidak aman karena dimasuki oleh orang asing.

__ADS_1


KRETEEK.....


Tubuh asisten Carmen ditarik sesudah dibius lantas di masukkan kedalam karung dan di masukkan ke mobil tanpa mereka sadari karena pemilik apartment yang sebenar nya itu sedang berada di luar dan mengintip mereka dari persembunyian nya.


Ya dia adalah Carmen yang hendak masuk ke apartment nya namun segera dia urungkan karena mendapat telepon dari sang mamah dan papah nya dari negara M.


Jadi Carmen segera pergi ke lorong apartment itu untuk menerima telpon dahulu. Hingga pintu apartment terbuka dan ada beberapa orang yang membawa asisten nya.


Meski Carmen gemetar namun segera Carmen sembunyikan dan netralkan perasaan nya yang campur aduk.


Carmen bingung sendiri, dia bergegas masuk ke bagian cleaning service untuk mengambil baju seragam supaya bisa masuk ke apartment nya itu.


Dengan gerakan cepat Carmen mematikan cctv di apartment nya, lantas masuk ke kamar untuk membawa baju semua baju, perhiasan dan juga ATM nya yang lain.


Carmen lantas bergegas keluar setelah membersihkan seluruh apartment, membawa semua surat kepemilikan dan satu lagi rahasia besar Carmen dia melepas wajah yang selama ini selalu tampil di televisi.


Carmen memang memakai topeng kemana pun, jadi dia tidak khawatir ketika bepergian untuk diikuti paparazi atau wartawan. Carmen selalu menjaga harga diri wajah artis nya itu.


Akhir nya keluar juga nih, Carmen sudah menjual apartment nya itu beserta isi nya dan mobil nya. Dalam malam itu juga.


Uang nya dia dapatkan ke rekening nya namun segera dia transfer ke rekening papah nya yang berada di Negera M. Dia lantas menghapus semua data nya tentang bank tersebut.


"Huft, lelah"


Keluh Carmen, dia sudah berada di ruangan cleaning service dan berganti pakaian dengan pakaian yang sederhana. Carmen juga mengirim baju-baju mewah, tas, sepatu, bahkan perhiasan itu untuk di jual online.


Carmen keluar dari ruang cleaning service dan mengganti pakaian nya itu untuk mengendarai mobil lawas nya. Carmen menyetir mobil nya menuju kawasan pinggiran kota negara A untuk pulang ke rumah kecil nya.


Rumah yang dia beli dengan tidak sengaja dari seorang kakek tua yang dia tolong itu.


"Akhir nya rumah ini berguna juga, aku tidak menyangka bahwa rumah ini akan menjadi penolong ku"


Ucap nya seraya memasukkan mobil ke pekarangan sempit rumah itu, Carmen segera masuk, rumah itu hanya ada 2 kamar namun sangat bersih karena Carmen selalu menyuruh tetangga nya yang banyak anak untuk membersihkan nya.


Andra kini sedang dalam perjalanan menuju ruang bawah tanah milik William, mereka begitu sangat tergesa. Novan yang menyetir, disebelah nya duduk Roy di jok belakang ada William dan Andra.


"percepat lah!"


Ucap Andra dengan tidak sabar untuk menghakimi dan memberi hukuman pada si pelaku yang sudah menghilangkan nyawa calon bayi nya.


"Sabar, jangan sampai kita celaka karena tidak ada kesabaran"


Ucap William.


Tujuan mereka sekarang ke tempat dimana anak buah dari William menahan sosok berbahaya yang baru saja menghilangkan calon orang terkasih Andra. Wujud mungil yang Andra idamkan seketika harus raib karena perbuatan tercela dari perempuan tak berbekas kasih bernama Carmen itu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2