TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.229


__ADS_3

Seminggu telah berlalu hak adopsi hari ini akan diberikan panti asuhan pada Elian. Pagi sekali Elian bangun beberes juga membereskan semua pakaian suami nya yang masih tertidur pulas.


Rei membuka mata nya, seperti biasa setiap hari bangun pukul enam pagi, lantas Rei berjalan menuju kamar mandi.


"Sayang, selamat pagi"


"Pagi"


"Hari ini temenin aku ke panti asuhan ya gak asuh nya jatuh pada hari ini loh, sayang"


"Aku sibuk tidak bisa menemani kamu"


"Sebentar saja kok"


Rei di buat kesal oleh Elian di pagi buta ini, Rei hanya mengangguk lantas segera mandi. Elian tersenyum dia sangat bersemangat sekali.


Re turun kebawah Elian sudah menyiapkan semeja penuh semua menu kesukaan Rei. Rei hanya menyendok nasi goreng seafood lantas Elian melayani nya mengambil lauk dan menuangkan minum ke gelas sang suami nya.


"Aku sudah kenyang"


"Baik lah"


Rei mengendarai mobil nya sendiri, melaju menuju panti asuhan. Disana mereka disambut dengan ramah dan hangat, Rei juga nampak ramah bagaimana pun itu keinginan sang istri nya sekarang.


Email masuk ke dalam email perusahaan, Aryos memeriksa nya. Dia sangat terkejut dengan pemberitahuan yang ada. Aryos segera menelpon tuan nya.


Ketika sedang menandatangani surat adopsi Rei mendapat telpon, jadi Elian lah yang tanda tangan disana.


"Maaf saya ada panggilan penting"


"Oh silahkan tuan"


Rei bergegas keluar karena kurang sopan menerima panggilan dihadapan orang banyak.


"Ada apa Yos?"


"Kemaren malam saya dapat email dari perusahaan model internasional, khusus nya management nona Cate Mid, beliau akan datang hari ini sekitar tengah hari nanti tuan"


"Kenapa tidak beritahukan dari kemaren?"


"Saya sudah kirimkan email itu kepada tuan tapi tidak ada balasan dari tuan"


"Oh, mungkin aku sudah tidur, nanti aku cek"


"Baik tuan"


"Kirim orang ke bandara beberapa bodyguard dan juga asisten kepercayaan mu suruh jemput orang mereka"


"Baik tuan"


"Baik lah aku segera ke kantor"


"Baik"


Rei kembali masuk ke dalam panti asuhan itu, di lihat nya Elian sudah menggandeng kedua anak yang berusia 10 tahun dan 8 tahun. Rei memandang mereka sejenak lantas tersenyum hangat.


"Apa mereka?"


"Iya ini anak kita sayang"


"Baik lah kalau begitu, ayo kita pulang"

__ADS_1


"Ayo"


"Kami pamit pulang dulu"


Rei berpamitan dengan semua pengasuh panti. Rei sudah menelpon supir nya untuk menjemput istri dan kedua anak asuh nya.


"Kalian pulang lah untuk istirahat, aku sudah menyuruh pelayan rumah untuk mempersiapkan kamar untuk anak-anak, besok baru dibicarakan lagi"


"Baik, hati-hati sayang"


Rei mengangguk lantas segera bergegas menuju perusahaan untuk persiapan acara launching produk baru mereka.


Sejam yang lalu Min telah bertolak dari negara A menuju negara M. Sebenar nya dia sangat sedih meninggalkan bocah kecil yang baru saja beberapa Minggu lalu berusia 2 tahun itu. Min tidur sejenak, di samping kanan kiri ada asisten lelaki dan wanita nya. Satu pelayan dan beberapa bodyguard. Meski menaiki pesawat komersial namun Min booking beberapa first class.


"Nona kita sudah sampai"


Asisten wanita nya membangunkan, Min pun menggeliat entah sudah berapa lama dia berada dalam pesawat itu.


"Oh, sudah sampai ya"


Asisten nya mengangguk lalu mereka semua keluar. Di bandara begitu ramai, diantara nya ada spanduk penyambutan untuk diri nya.


"Royal sekali mereka"


Dengan terburu-buru, asisten yang Aryos kirim menghampiri Min dengan sopan.


"Maaf nona Cate Mid?"


"Iya kami"


"Tuan menyuruh saya untuk menjemput anda, sekaligus mengantarkan anda untuk cek in tempat menginap"


"Silahkan"


Perusahaan Rei menyediakan akomodasi untuk mereka, sebanyak 7 mobil tak tanggung-tanggung.


"Kalian satu mobil dengan kami atau dengan orang sendiri"


"Kalian mengawal di depan dan belakang"


"Baik nona Cate"


Min langsung menjawab dengan tegas tanpa keraguan. Tubuh yang ideal nampak bukan seorang ibu beranak satu, karena Min mengolah tubuh nya. Make up yang sedikit tebal dengan rambut yang sudah di cat menjadi coklat terang.


Semua mata memandang kecantikan yang tiada Tara, jujur Min lebih cantik alami dari Cate bahkan pembawaan pose nya lebih luwes dari Cate maka nya dalam waktu kurang dari 2 tahun paska setelah melahirkan Min sudah berada di top model teratas di internasional.


Iring-iringan mobil itu menuju sebuah resort, resort itu milik keluarga Aryandy. Min hapal betul akan tempat ini, namun dia tidak ingin ambil pusing. Keluar dari mobil dia segera dibimbing oleh asisten yang Rei kirim.


"Silahkan nona, ini adalah lantai 6 yang khusus disiapkan untuk anda, semua perabotan baru belum ada yang memakai nya termasuk kasur nya"


"Baik lah"


Mereka menaiki lift, sementara asisten menjelaskan dan Min pun menjadi pendengar yang baik.


"Silahkan beristirahat dengan nyaman nyonya"


"Terimakasih"


"Oh ya nona, selama anda tinggal disini maka resort milik tuan kami tidak dibuka untuk umum, dan jika ada orang lain itu tidak lain pegawai dan tuan kami saja"


"Baik lah"

__ADS_1


"Baik lah, kami pamit nona, untuk restoran ada di lantai dasar"


"Oke, terimakasih"


Asisten yang Rei kirim sudah pergi, ada banyak bodyguard juga pelayan resort dengan utuh bahkan 24 jam non stop.


Rei sedang mengerjakan beberapa pekerjaan nya di kantor, asisten yang Aryos utus sudah kembali dan segera melapor.


Tok.....tok.....tok.


"Masuk"


"Tuan ini saya"


"Siapa kau?"


"Asisten yang dikirim boa Aryos untuk menjemput nona Cate Mid di bandara"


"Oh"


"Saya sudah menjemput nona Cate Mid dan menempatkan tempat tinggal beliau serta kru nya di resort milik anda tuan"


"Baik lah kerja bagus, kalau begitu ambil bonus mu di HRD"


"Baik, terimakasih banyak tuan"


"Ya"


Setelah asisten Aryos keluar, gini giliran Aryos yang masuk.


"Bagaimana rencana nya apa sudah disusun?"


"Sudah tuan, silahkan dilihat"


"Baik lah"


Setengah jam Rei memeriksa nya, lantas menyerahkan kembali susunan acara itu dalam seminggu.


"Baik lah atur bagaimana pun supaya acara lancar, besok aku ada meeting tiga hari di perusahaan D"


"Baik tuan, apa saya juga bersiap"


"Kau harus ke perusahaan C, mereka memerlukan penanganan khusus untuk kondisi darurat"


"Baik tuan"


"Aku memberi mu waktu dua hari"


"Baik, akan aku selesaikan dalam waktu tersebut tapi aku tidak janji selesai jika masalah nya berkembang"


"Baik lah, kerjakan saja sebisa mu"


"Baik tuan nanti malam saya akan segera berangkat"


Rei mengangguk, dia kembali mengerjakan tugas kantor nya.


Drrtt....drrtt.....drrttt.


terlihat di ponsel pintar nya bahwa Elian yang sedang memanggil. Rei tidak merespon karena masih sangat sibuk, dia akan mengunjungi kembali istri nya saat sudah akan jam pulang.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2