
Pagi hari meski berkurang 3 orang manusia, yaitu papah, kakak sulung, serta kakak kembar nya Riana mencoba makan dengan porsi biasa.
"Agak gak selera"
Ucap Rieka.
"Loh kenapa?"
Sang Oma menimpali.
"Biasa nya kita sarapan bertujuh Oma"
"Kan papah dan dua saudara kalian masih sibuk di negara B"
Nasihat Oma.
"Kakak manja banget sih"
Riana ikut berbicara meski pun memang keadaan nya juga demikian.
"Sudah cepat habiskan sarapan kalian"
"Baik mah"
Jawab mereka serempak.
"Mom, dad kita pergi ke butik dulu ya"
"Iya hati-hati lah kalian"
Ucap Daddy Ditya.
Ketiga ibu dan anak itu keluar dari rumah megah itu, di halaman nampak mobil merah mewah sudah siap.
"Mah"
Damian menyapa mamah Cinta.
"Damian, kok ada disini?"
"Iya, kalian mau ke butik kan, jadi sekalian Damian antar boleh kan mah?"
"Tentu, ayo masuk"
"Kak Rieka di depan sama kak Damian ya"
Rieka mengangguki perkataan Saluna.
Mereka masuk ke satu mobil lantas segera melaju menuju tempat tujuan.
"Nah berhenti di depan ya Dam"
"Baik mah"
Butik milik Cinta begitu strategis dan mereka juga akan mengadakan launching hari ini.
"Kalian turun disini semua?"
"Benar"
"Mah kapan pembukaan butik nya?"
"Nanti malam karena 3 hari lagi akan ada fashion show disini"
"Oh, baik lah sore aku jemput sekalian lihat-lihat"
"Oke bye"
Damian kembali melajukan mobil nya untuk pergi ke kantor.
Hari ini seperti biasa nya Rei juga pergi ke kampus, dengan motor nya dan juga 2 teman baru nya. Semua teman sekampus nya heboh jika ada pembukaan butik baru yang dikelola oleh orang luar Negara juga akan di hadiri model ternama dari negara B.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Kau dengar itu ada butik dengan model ternama dari negara B"
"Oh"
"Nanti malam grand opening nya"
"Oh"
"Kok oh terus"
"Terus harus bilang apa?"
"Kalau brand luar itu setidak nya menyediakan semua selera konsumen dan barang yang mau kita cari lengkap, bagaimana kalau kita survei?"
"Memang mau survei apa?"
Ucap Aryos menyela Rav dan Rei.
"Kalau kampus kita ada acara formal kita bisa beli jas disana?"
"Oh, bener juga"
Aryos baru paham.
"Oke kita kesana malam nanti"
"Baik lah"
Mereka menjawab serentak.
Jam kuliah mereka selesai hanya sampai jam 1 siang jadi mereka memutuskan untuk makan serta nongkrong. Agak jauh memang dari kampus, tapi makanan nya terbilang enak dan ramah di kantong.
"Aku punya ide, bagaimana jika memiliki usaha bersama?"
"Usaha apa bos?"
Tanya Aryos sedangkan Rei masih memakan nasi uduk nya.
"Buka cafe disebelah kampus kita"
"Kau punya modal berapa?"
"Tenang masalah modal Rei, tabungan ku ada 100 juta bagaimana?"
"Boleh saja"
"Ini harus uang kita sendiri jangan minta ke orang tua ya"
"Oke deal"
Aryos hanya menunduk karena dia tidak punya tabungan.
"Kau tidak usah patungan Yos"
Ucap Ravenda begitu saja.
"Baik lah, aku bantu-bantu saja ya bos"
Mereka segera menyelesaikan makan siang nya karena harus segera pulang ke rumah masing-masing. Waktu makan siang juga sudah cukup telat karena sudah jam 2, belum lagi nanti malam mereka akan melihat pembukaan bisnis terbaru di negara ini.
Rei pulang memutar kembali jalan menuju kampus, sudah agak sore juga. Agak sedikit gerimis, di halte terlihat seorang gadis yang tak asing. Rei tersenyum gadis tercantik sekampus nya mengantri di halte bus apa itu suatu kebetulan.
Cekkiitt......
Rei mengerem mendadak lantas menghampiri nona angkuh itu.
"Hai, belum pulang?"
Rei membuka helm nya, namun gadis itu mundur lantas duduk lagi sambil membuang muka. Rei tetap disana, karena bus akan datang 5 menit lagi. Benar saja bus sudah melewati mereka, gadis di hadapan nya itu hanya menatap saja bus yang berlalu. Rei tersenyum jahil juga gadis itu menatap kesal kearah nya, karena bus selanjut nya 1 jam lagi dan itu artinya sudah mulai petang.
"Mau ku antar pulang?"
"Tidak, terimakasih"
__ADS_1
"Yakin?"
Gadis yang itu mengangguk.
"Nanti malam tidak ingin melihat acara butik tenar itu kah?"
Mata gadis itu melotot.
"Aku pulang ya"
"Aku mau"
Jawab gadis itu cepat.
"Mau apa?"
"Mau diantar pulang"
Lirih nya.
"Mau jalan kaki"
Kembali mata indah gadis itu melotot.
"Becanda, ayo naik"
"Ngebut ya"
"Iya, pegangan"
Memang gadis itu memegang pegangan motor bagian belakang, bagian tengah juga terhalangi oleh tas milik Rei. Rei tersenyum melihat kelakuan gadis itu tetap lah seorang gadis.
'Dia seorang nona dengan harta melimpah, tapi sangat polos, naik bus pantas selalu pulang sore'
Gumam Rei.
"Di perumahan depan itu berhenti"
Ucap nya.
"Baik lah"
Rei berhenti dan gadis itu turun.
"Terimakasih sudah mau mengantar ku"
"Sama-sama nona"
"Aku Queena"
"Arei Rafiensah Aryandy"
Deg......
"Oh......"
Seketika wajah gadis polos itu berubah pias.
"Kenapa?"
"Tidak, terimakasih sekali lagi"
Queena membungkukkan badan nya, membuat heran Rei saat itu. Queena segera berlalu dari hadapan Rei untuk pulang ke rumah.
"Huh gadis angkuh yang lucu"
Rei segera memacu motor nya untuk pulang ke rumah.
'Apa hanya kebetulan atau memang latar belakang nya yang sengaja di tutupi'
Gumam Queena.
Gadis itu akan bertekad menyelidiki nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.