
Rei tetap diam menyimak meeting yang dibawakan para bawaan nya setelah selesai.
"Tuan muda kita sudah selesai"
Ucap Aryos setelah meeting di tutup.
"Ke ruangan ku, lalu pesankan hotel untuk menginap kita selama disini"
"Baik tuan muda"
Mereka staf penjaga membubarkan meeting akbar yang mereka hadiri. Mereka dengan senang hati menghadiri meeting karena petinggi mereka merupakan kaum Adam yang begitu rupawan.
Tok...tok....tok.
"Sebentar..........."
Suara wanita paruh baya menyahut dari dalam.
Klek.
"Tu...tuan Irsandy"
Laula tergagap menyebut nama seorang lelaki berpengaruh. Lelaki berpengaruh dengan kekayaan nya juga sebutan lintah darat atau pun rentenir nya.
"Bagaimana kabar mu Laula?"
Irsandy adalah seseorang yang menyatakan diri nya sendiri sebagai tuan besar, seorang duda beranak satu yang anak nya juga orang sukses yang bekerja di perusahaan ternama yang baru berkembang di desa itu.
"Baik tuan"
Laula gemetar, meski hutang nya telah dia cicil bunga nya setiap bulan tanpa jatuh tempo namun dia masih selalu waspada.
"Kau janda beranak satu, masih terlihat muda mengapa tidak menikah lagi hem?"
Laula terdiam, dia merasa lega karena tuan Irsandy tidak mengungkit putri nya.
"Tidak mungkin ada lelaki yang mau menerima saya tuan karena saya rasa saya sudah berumur"
Laula menunduk menjawab pertanyaan lelaki di hadapan nya itu.
"Segera cicil juga hutang mu, jangan hanya bunga nya yang kau bayar"
Laula kaget, dia mengangguk secara perlahan. Tuan besar Irsandy segera pergi tanpa pamit.
"Bagaimana uang 100 juta bisa ku lunasi dalam semalam?"
Lirih nya.
"Mamah!"
Min nampak kesusahan membawa beberapa bungkusan makanan dari kantor.
"Apa ini Min?"
"Min bawa nasi kotak lebih dari kantor, sayang kan kalau di buang"
"Baik lah, simpan beberapa kotak di lemari pendingin"
"Baik, mah"
Tidak biasa nya, mamah Laula langsung masuk ke kamar. Min curiga sang mamah ada masalah.
"Kok mamah kayak sedih ya?"
Lirih Min.
Drrtt.....ddrrt.
"Iya Karina"
"Kau sibuk tidak?"
"Tidak kenapa?"
"Bantu aku menyiapkan ulang tahun keponakan ku yang berusia 10 tahun yuk?"
Lama Min berpikir.
"Ayolah, masalah honor itu gampang deh"
"Aku pamit ke mamah ku dulu ya"
__ADS_1
"Oke sayang, nanti ku jemput ya"
Min segera mengetuk pintu kamar sang mamah.
"Kenapa sayang?"
"Mah, Min minta ijin mau bantu temen Min buat pesta ulang tahun keponakan nya"
"Loh kenapa tidak di tolak"
"Gak enak mah, ya udah mah Min berangkat ya"
"Hati-hati di jalan ya"
"Oke, mah"
Karina sudah melambaikan tangan nya di halaman rumah sederhana itu, gadis itu menaiki moge hitam.
"Wah, kau keren sekali"
"Tentu nya, kau mau ku ajari menaiki nya?"
"Boleh"
Min sudah naik di belakang Karina yang menggunakan stelan hitam seperti anak punk. Bertepatan dengan itu Rei dan bawahan nya juga menuju kearah yang sama.
SWUUSSHHH....
Moge yang dikendarai Karina melintas, melewati mobil yang membawa Rei.
"Wow, keren sekali"
Ucap Aryos.
"Gundul mu"
Timpal Rave, karena tidak suka gadis liar, tapi tidak dengan Aryos bagi Aryos gadis yang memiliki hoby yang sama dengan lelaki maka gadis itu unik bagi nya.
1 jam perjalanan, Karina dan Min sampai di tempat tujuan. Mereka segera mendekor ruangan untuk ultah segera mumpung masih jam 5 sore, karena ulang tahun keponakan Karina akan di mulai jam 9 malam nanti.
"Yang rapih ya Min"
"Oke"
"Aku ingin duduk di pinggir sana"
"Baik tuan muda"
Aryos memesan kursi yang di maksud, menu minuman juga camilan ringan. Rei melihat sekitar jalan yang di pinggir nya ditanami pohon perdu, bunga kecil berwarna-warni, juga jalanan yang tak terlalu padat. Dia kini berfokus pada toko di seberang jalan ada gadis yang naik tangga untuk menempelkan balon, seperti nya gadis itu sedang menghias untuk acara ulang tahun seseorang.
"Tuan muda ini minuman dan camilan nya"
"Hem....."
Fokus Rei kembali pada gadis itu, rambut nya diikat asal memperlihatkan leher jenjang juga kulit nya yang putih mulus dengan bibir Cherry nya. Entah mengapa Rei melihat gadis itu seolah tak asing lagi.
"Kenapa bos apa mengenal gadis itu?"
"Tidak"
Rei menunggu seorang klien di cafe itu untuk membahas proyek bar mereka.
"Lelah nya akhir nya selesai"
"Makan ini, dan ini upah mu untuk pekerjaan mu yang bagus"
"Wah terimakasih Karina"
Min memakan nasi kotak nya, saat sedang lahap dia melihat seorang lelaki dengan tampang urakan mengendap-endap mendekati mobil mewah berwarna hitam di cafe seberang.
Dengan cepat Min berlari, meneriaki lelaki penguntit itu.
"Hei, kau pencuri ya?"
"Mana ada?"
"Kok kau mengendap-endap!"
Tanpa mengatakan apa pun lelaki tadi berlari terbirit-birit.
"Huh, dasar pengecut"
__ADS_1
Min tertawa, kemudian berbalik dan dahi nya menabrak dada seorang lelaki.
"Apa yang kau lakukan di mobil ku nona?"
Deg.....
Mata Min melotot, karena bertemu dengan pemilik mobil itu.
"Tidak ada!"
'Lih kok aku gugup'
Ucap Min dalam hati.
"Benar kah!"
"Tentu, periksa saja mobil mu, jika kau tidak percaya"
Rei mengkode Aryos untuk memeriksa nya.
"Bagaimana?"
"Dompet anda tidak saya temukan, tuan muda"
Rei memandang Min dengan tajam.
"Apa! bukan nya lelaki itu tidak mengambil apa pun!"
"Oh, jadi kau bersekongkol dengan seorang lelaki untuk mencuri mobil-mobil mewah?"
"Apa maksud mu?"
"Ada apa bos?"
Min merasa terintimidasi saat ini, karena mereka semua atasan nya di kantor tempat nya bekerja.
'Jadi orang ini bos mereka, pemilik perusahaan itu!, tamat lah sudah riwayat ku'
Lirih Min.
"Katakan dimana teman lelaki mu yang mencuri dompet ku?"
"Aku tidak bersekongkol dengan lelaki itu, aku bukan pencuri, aku juga tidak mencuri apa pun dari mobil mu"
"Oh, begitu kah? mana bukti mu?"
"Bukti apa?"
"Bukti jika kau bukan pencuri!"
Min terdiam.
"Kau bisa cek cctv"
"Benar kah?"
"Disini tidak ada cctv nona"
Sela Aryos.
Min terlihat agak panik, sebelum dia sadar dari lamunan nya. Rei sudah memasukkan gadis itu kedalam mobil mewah nya.
"Tunggu, aku mau kalian bawa kemana?"
"Tentu ke tempat ku sebagai jaminan, sebelum dompet ku di temukan tentu nya"
"Tidak, aku tidak bisa ikut dengan mu, aku ingin pulang"
"Kau hanya bisa pulang ke kantor polisi"
"Aku bukan penjahat, dan aku mau menolong mu bukan nya mencuri barang mu"
Rei tetap diam dengan tenang, sementara Min terlihat panik.
"Turunkan aku disini, aku mau pulang"
Tidak ada yang menyahut perkataan Min.
"Dasar kau om jahat!"
Rei tersenyum smirk diantara gelap dalam mobil nya, sementara gerimis rintik-rintik mulai menghujani jalan yang mereka lalui.
__ADS_1
BERSAMBUNG.