
Pagi hari nya ponsel kedua orang yang bersemangat bercinta semalaman itu bergetar siapa lagi jika bukan ponsel Aditya. Lelaki itu meraba ponsel nya, dia tidak ingat sedang berada dimana.
"Iya siapa ini?"
"Kami sudah membereskan target"
Suara itu, Aditya langsung bergegas bangkit dia sekarang sudah sadar di mana tempat nya.
"Came bangun kita harus segera pulang?"
"Aku ngantuk mas"
"Bangun lah"
Camelia yang dibangunkan kasar oleh seseorang mendadak membuka mata nya langsung.
"Kak"
"Ayo bangun kita harus segera pulang"
"Baik lah"
Mereka segera mandi bersama agar lebih cepat, nyata nya sampai 2 jam mandi pun masih melakukan ritual suami istri.
"Ayo kita sampai rumah jangan sampai malam minimal selesai jam makan siang"
"Iya, maka nya jangan minta jatah terus"
Aditya tersenyum manis, mengecup pucuk kepala istri sirih nya itu. Setelah nya mereka segera menuju rumah kedua orang tua adopsi nya.
Drrtt....drrtt.
"Siapa kak?"
"Papah angkat"
"Kenapa tidak diangkat kak?"
"Sebentar biar lebih lama ya"
"Oke deh"
Sekarang waktu jam makan siang, mereka segera menepi ke sebuah restoran Sunda dengan aneka makanan yang menggugah selera.
Aditya dan Camelia segera melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah. Ponsel Aditya setelah 1 jam kembali berdering.
"Angkat kak!"
Aditya mengangguk dia segera menepi ke pinggir sungai disisi jalan yang terdapat pohon kersen lebar sehingga adem untuk berteduh.
"Iya pah"
"Kalian dimana?"
"Kami di perjalanan, kenapa pah?"
"Cepat pulang, adik kalian butuh bantuan ibu angkat nya menghilang dari rumah sakit jiwa"
"Baik pah"
Rei mematikan sambungan ponsel nya di seberang, Aditya tersenyum manis.
"Kenapa?"
"Kita berhasil, sebentar lagi rencana kita akan terealisasikan"
"Itu bagus"
__ADS_1
Mereka melajukan mobil nya menuju rumah kediaman Rei.
Sementara Rei masih berada di rumah paman Rindi. Andra sudah sampai pula disana.
"Bagaimana?"
Daddy nya sudah menghampiri.
"Menurut keterangan semalam aliran listrik mati, semua pasien keluar hingga menimbulkan keributan karena mereka menjerit"
"Lalu bagaimana?"
Tanya paman Rindi.
"Ibu angkat Andra tidak ada dalam kerumunan setelah mereka memasukan kembali semua pasien ke kamar nya masing-masing"
Mereka saling pandang, lalu Rei bangkit dari duduk nya.
"Ayo Daddy ajak kau ke suatu tempat, jaga menantu ku di rumah mu sementara kami pergi, aku akan menempatkan bodyguard bayangan ku"
"Baik lah aku mengerti"
Ucap paman Rindi, Rei pun mengajak Andra untuk segera berangkat mereka tak ada waktu lagi.
Drrtt.....drrtt.
Rei lelaki paruh baya itu nampak menghubungi seseorang.
"Jemput kami di xxx, bawa semua pasukan"
"Siap tuan"
Karena sang Daddy berkata demikian maka Andra juga menghubungi asisten nya.
Drrt...drrtt..
"Iya tuan"
"Siap bos, kita bertemu di persimpangan dua blok lagi"
"Oke"
Mobil Rei melaju dengan membawa Andra yang di supiri oleh supir nya.
"Bagaimana ini dad?"
"Kita bicarakan di markas ya"
Sementara di rumah paman Rindi, Rindi khawatir dia tidak pernah mendengar jika suami nya memiliki ibu angkat.
"Kenapa melamun?"
"Paman"
Paman menemani keponakan nya untuk duduk di teras belakang rumah.
"Jangan menebak apa pun, karena mungkin suami mu belum bercerita tentang hidup nya pada mu"
Rindi mengangguk dengan cepat lantas tersenyum, sementara Andra kini sedang menuju perjalanan markas sang Daddy.
Perjalanan hampir 3 jam mereka tempuh, kini mereka sudah memasuki kawasan perbelanjaan. Sesaat dijalan tadi Rei menghentikan sang supir untuk satu mobil bersama para asisten anak nya dan Aryos serta Ravinda sudah menunggu.
"Selamat datang tuan"
Sapa lelaki yang mungkin Andra rasa sebaya dengan sang Daddy nya. Andra mengikuti Daddy Rei memasuki markas bawah tanah mereka yang diatas nya dibangun kawasan perbelanjaan serta mall terbesar dikawasan itu.
"Selamat datang tuan muda"
__ADS_1
Sapa kedua orang paruh baya itu.
"Cepat cari sesuatu yang aku inginkan!"
Perintah Rei.
"Baik"
Baik Aryos, Ravinda, Novan bahkan Anita segera menuju layar-layar besar yang ada dihadapan mereka. Mencari selam beberapa waktu, mereka masih menelusuri jejak nya. Rei sendiri berada di pusat komputer pencarian jejak ibu Amelia.
"Dad"
Andra mendekat kearah Daddy nya. Rei menoleh karena putra tunggal nya memanggil nya.
"Ada apa?"
"Apa boleh Andra yang mencari ibu Amelia"
"Tentu saja"
Rei menyerahkan komputer nya untuk di gunakan oleh Andra. Namun Rei tidak tinggal diam dia juga ikut mengamati, cara kerja Andra berbeda dari yang lain. Andra bisa menghack seluruh data yang ada di negara itu.
Tuuuuuuuuuuutttttttttttt...........
Mereka yang ada di ruangan itu semua nya terkejut mendengar bunyi itu, mereka Roy, Anita dan Novan segera melihat kearah komputer pusat yang sedang dikerjakan oleh Andra.
"Bos"
"Diam lah"
Andra segera menyusur tiap kamera para pengguna ponsel dari merk apa pun itu Andra bisa melihat nya. Hanya butuh waktu 30 menit, Andra sudah menemukan satu kiriman video dari ponsel milik seseorang pada ponsel orang yang sedang berada di rumah Daddy nya.
"Daddy kenal nomer ini?"
Mata Rei membulat melihat nomer ponsel itu.
"Aditya"
Klik....
"Cepat cari IP orang yang mengirim video ini pada nomer ponsel milik Aditya"
Sementara Andra memerintahkan itu kepada seluruh jaringan anak buah nya, maka Rei pun demikian dia tidak akan memaafkan tindakan anak adopsi nya itu.
"Daddy akan menghukum mereka sesuai kejahatan mereka"
Rei hendak berbalik namun lengan lelaki paruh baya itu Andra cekal.
"Jangan susah-susah dad, kita tidak akan bermain dalam ranah hukum, melainkan ranah ku, dia sudah berani menyinggung seorang pewaris sah Alkatiri"
Andra berucap tatapan mata yang tajam seolah itu adalah tatapan iblis, entah apa yang akan Andra rencanakan untuk mereka.
"Apa kau memiliki rencana untuk mereka nak?"
Andra mengangguk.
"Baik Daddy tak akan ikut campur, saran Daddy jaga juga istri mu jangan sampai mereka melakukan apa pun pada istri mu"
"Daddy tenang saja, aku pasti akan menjaga istri ku dan menjamu saudara adopsi ku tersayang itu"
"Beri tahu saja Daddy harus apa? jika Daddy bisa Daddy akan membantu mu"
"Aku hanya ingin Daddy bersiap untuk lengser dari tahta Daddy"
Rei mengangguk, kejadian ini sungguh sangat baik untuk hubungan kedua nya. Dengan begini anak tunggal nya akan mau mewarisi semua kerja keras kakek , nenek bahkan diri nya yang ikut memajukan.
"Daddy sangat mendukung mu nak, ini adalah stempel perusahaan Alkatiri dan Aryandy, serta kartu akses pemilik pasukan bayangan elit A"
__ADS_1
Andra mengangguk tersenyum, dia akan memulai perang nya itu dalam waktu dekat.
BERSAMBUNG.