TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.17


__ADS_3

Pesawat yang Aksara tumpangi sudah mendarat dinegara asal kemudian mereka semua turun. Mereka memasuki kawasan parkiran 1 buah mobil yang dibawa Melki segera menghampiri Aksara. Mobil memebelah jalanan kota yang sudah agak lengang karena sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Kita sudah sampai tuan?"


Aksara mengangguk hendak turun namun tangannya dicekal oleh Cinta.


"Kita mau kemana?"


Cinta dengan sedikit gemetar bertanya. Karena Cinta melihat plang nama kantor urusan agama yang tercetak begitu besar didepan pntu masuk kantor itu. Aksara kembali masuk kedalam mobil nya setelah mengkode kedua asisten nya itu.


"Ada apa?"


"Kita........."


"Kita akan menikah!"


Cinta terdiam.


"Tapi om, apa tidak ada yang lain sebagai syarat yang om minta selain pernikahan"


Aksara menggelengkan kepalanya.


"Kau bisa melakukan apa pun, tapi tidak dengan perselingkuhan, aku tidak akan menuntut jika kamu tidak ingin"


"Tapi Cinta ingin orang rumah tahu"


Lirih Cinta, berharap Aksara mau mengabulkan nya. Aksara teediam sebentar untuk berpikir dan menimbang nya.


'Kalau dia meminta restu dahulu, sudah dipastikan akan berkelit nanti dan itu berbahaya'


Gumam Aksara didalam hati nya.


"Ehemm. Kalau kau dijual mereka apakah pembeli mu akan mau bernegosiasi atau meminta ijin menikahi mu pada orang tua mu?"


Cinta tertegun mata nya membulat seketika.


'Cih, dasar om tua, kau ini selalu saja mewujudkan yang kau inginkan'


Ucap Cinta didalam hatinya.


'Apa sudah tidak bisa dihindari lagi ya?'


Lanjut dumel Cinta.


"Tapi om, bukan kah sebuah pernikahan harus ada cinta diantara kedua nya?"


Aksara berhenti, lalu segera menghadap kearah Cinta.


"Maka belajar lah untuk mencintai ku!"


"Tapi aku belum mencintai mu, om"


"Belum kan"


'Percuma, membujuk si tua yang keras kepala ini'


Omel Cinta dipikirannya, tidak mingkin mengungkapkan isi hatinya yang ada dia akan ditelan hidup hidup lelaki tua ini.


Aksara segera menarik Cinta keluar untuk pergi memasuki kantor urusan agama, Melki dan Dino sudah membereskan semua. Apa yang sanggup berbicara dihadapan uang bukan, semua nya tidak bisa dibeli oleh uang tapi tanpa uang kita akan jadi gembel.


"Bos semua sudah siap!"


"Baik lah"


Seorang karyawan kantor urusan agama datang menyuruh mereka berfoto, lalu masuk kedalam setelah itu dicatat dan dinikahkan.


"Dino urus semuanya dan Melki saya mau mengendarai mobil saya sendiri"


Melki segera menyerahkan kunci mobil bos pada pemiliknya.


"Ayo kita pulang!"


"Tapi om....."


"Ada apa lagi?"

__ADS_1


"Itu.......?"


"Mereka akan mengurus nya dan nanti diserahkan pada ku, ada masalah?"


Cinta menggeleng, sementara Aksara menarik gadis itu memasuki mobilnya.


'Sekarang dia milik ku, selamanya akan menjadi milik ku!'


Dilihatnya gadis yang baru sejam lalu sah menjadi istrinya pemilik seluruh raga juga hatinya.


'Tahu kah kau jika aku mencintai mu, sejak pertama kali melihat mu!'


Ucap Aksara dalam kesendiriannya menuju pulang ke apartmentnya. Mobil sudah berhenti di pelataran parkir hotel milik Aksara, sudah 20 menit Aksa memandang sang istri yang masih lelap dalam tidurnya. Dengan perlahan menggendong gadis mungil itu menaiki lift khusus yang hanya ada lantai dasar dan lantai 23 itu. Lantai 23 adalah lantai terakhir milik Aksara disana hanya ada kamar milik nya saja, sama hal nya dengan rumah berlantai 2.


Aksara langsung menuju lantai 2 untuk membaringkan tubuh istrinya itu. Setelahnya Aksa menuju lantai dasar mengecek bahan makanan yang tersedia, dia tersenyum karena semua nya sudah disiapkan orang orang nya. Denagn segera Aksara membuka lemari pendingin 2 ikan utuh, mencuci bersih lalu diletakkan di atas piring. Aksara mengeluarkan 2 buah kentang, kacang buncis juga 1 buah jagung. Mengeluarkan alat pemanggang lalu ditaruh diatas kompor dan memanggang ikan yang sudah dilumuri kecap juga jeruk nipis.


Tak berapa lama ikan matang, lalu aksara menggoreng kentang yang sebelumnya sudah dikuoas dan diiris memanjang, menggoreng buncis yang sudah di cuci dan dipotong.


Iken diletakkan di masing masing piring seekor lalu sedikit kentang dipiringnya, dan lebih banyak dipiring lain begitu pun kacang buncis nya, tak lupa Aksara juga menambahkan irisan tomat segar dan mentimun.


"Hemm, harum sekali"


Aksa menoleh kearah suara itu.


"Ternyata om itu pintar memasak ya?"


Siapa lagi suara itu jika bukan Cinta istri Aksa, Cinta menggeser kursinya lalu duduk.


"Tempat mu bukan disitu tapi disebelahnya, lihat itu piring mu"


Ucap Aksara, Cinta hanya nyengir lalu berpindah ke kursi sebelah.


Aksara membuka lemari pendingin mengambil jus lalu menuangkannya ke gelasnya.


"Kau mau minum apa?"


"Apa saja Cinta suka"


Menuang jus ke gelas kedua, lalu Aksara duduk disebelah kanan Cinta.


Aksa hanya tersenyum tipis.


"Bilang makasih gitu om, kalau dipuji"


"Makasih Cinta"


Dibuat sehalus mungkin oleh Aksara.


"Ikut saya ke ruang keluarga"


Memang ruang keluarga berada diatas, juga ada dapur bersih sekedar membuat kopi atau minuman hangat lainnya. Ada sebuah kulkas menyimpan air dingin, beberapa olahan susu juga camilan basah seperti cake. Karena di bawah ada dapur kotor, ruang tamu, tempat nge gym, juga 2 buah kamar mandi.


"Duduk"


Cinta dengan patuh duduk disamping Aksa, di meja ada beberapa toples makanan ringan. Sebuah tv lengkap dengan home theater nya.


"Ini adalah apartment milik pribadi ku, kau bisa tinggal disini, pernikahan kita belum ada yang tau selain kedua asisten ku termasuk keluarga Dimitri keluarga kakak sepupu mu"


Cinta mengangguk atas apa yang diterangkan oleh Aksara.


"Kau dilarang keluar, lakukan apa pun yang kau suka tapi tidak keluar dari apartment ini"


"Baik lah"


"Ingat ya, apa ada yang kau inginkan?"


Cinta terdiam memandang kearah Aksara.


"Katakan saja"


"Apa boleh?"


"Sebutkan saja?"


"Aku ingin melanjutkan ke universitas"

__ADS_1


Aksara mengangguk.


"Apa kau bersedia menuruti semua syarat ku?"


'Hah, syarat lagi, bukan kah aku sudah jadi istri nya'


Ucap Cinta dalam hati.


Wajah Cinta cemberut, semua tak luput dari pengamatan Aksara.


"Baik lah kalau sudah tidak ada yang dibicarakan aku mau istirahat dulu"


Aksara beranjak.


"Tunggu, aku akan menerima syarat mu"


"Tanpa negosiasi"


"Iya tanpa negosiasi"


"Tapi sepertinya tidak ikhlas"


"Ikhlas kok"


"Baik 5 persyaratan, jika kau melanggar salah satu nya maka kuliah mu akan diberhenyikan paksa"


"Baik lah"


'Sepertinya dia sungguh sungguh kali ini'


Gumam Aksara dalam hati nya.


'Kemarin 1 syarat aja minta nya nikah, sekarang 5 syarat maka habis lah riwayat ku'


Gumam Cinta dalam benak nya.


"Pertama kau boleh kuliah tapi kau harus pulang ke apartemen ini setelah selesai jadwal kuliah tidak kemana pun, jika ada yang bersangkutan dengan mata kuliah seperti mencari buku untuk tugas atau kerja kelompok kau harus menghubungi ku terlebih dahulu untuk meminta ijin jika tidak meminta ijin dulu pada ku maka kau akan mendapat hukuman, apa kau mengerti"


Cinta mengangguk.


"Kedua tidak boleh berteman atau bergaul dengan teman lelaki"


Cinta mengangguk.


"Ketiga kau harus mengurus apartment ini, bersihkan, lap dan sebagainya"


Cinta kembali mengangguk.


"Keempat biaya kuliah akan ku tanggung juga semua pengeluaran mu, tapi jika kau ingin membeli sesuatu juga harus seijin ku"


"Kau harus mengurus ku jika aku berada disini, termasuk kita tidur bersama"


"Baik aku tahu"


"Jika kau bertindak sesuka hati maka aku pun akan menghukum mu dengan sesuka hati"


"Iya aku berjanji tidak akan sesuka hati, melawan mu atau pun kabur dari mu, apa kau puas?"


"Hem sangat puas"


Aksara segera menuju kamar untuk beristirahat.


'Dasar om om tua, mau nya mengatur saja'


Gerutu Cinta didalam benak nya.


Cinta melangkah ke dalam kamar nya, dia melihat Aksara duduk sambil memangku laptop nya.


"Kata nya mau istirahat?"


Aksara mendongak, lalu kembali mengerjakan berkasnya.


"Cinta mau mandi ya om"


Dengan segera Cinta bergegas untuk ke kamar mandi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2