TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.285


__ADS_3

Melina menghubungi semua kerabat nya, namun karena sikap buruk nya jadi tidak ada yang mau untuk sekedar menjenguk pun.


"Huh, sial mereka berani mengabaikan ku"


Melina menggerutu seharian dan itu membuat Lisa jadi lebih pusing.


"Mah bisa diam tidak sih!"


Nada bicara Lisa sedikit membentak, tentu saja membuat Melina kaget sekaligus marah. Pasal nya selama hidup nya tidak ada yang berani membentak nya termasuk Afar suami nya. Tapi justru anak yang dia asuh, dia rawat dan didik sendiri sangat bernyali bersuara tinggi membentak nya. Sontak membuat emosi Melina mencuat ke permukaan.


"Kau berani berkata dengan nada tinggi pada ku hah!"


Lisa baru sadar, jika mamah nya emosi.


"Lisa bukan membentak mamah, Lisa hanya berkata lebih keras, karena dari tadi mamah tidak dengar omongan Lisa"


Lisa berkata dengan sedikit gemetar takut mamah nya mengamuk. Melina menatap putri nya yang sedikit aneh.


"Kau sakit?"


"Hah!"


Sekarang malah sang mamah jadi ngaco, Lisa dibuat oleh mamah nya semakin stres.


"Wajah mu pucat, kau makan atau minum terus minum obat dan segera tidur"


"Baik mah"


Lisa segera melakukan perintah sang mamah, di berkaca pada diri nya, benar juga dia sangat pucat. Tapi Lisa tidak menghiraukan itu semua dia lantas tertidur. Lisa sangat mengantuk namun seketika kantuk itu hilang dari raga nya karena ada perdebatan di sebelah nya.


15 menit lalu ketika Melina sedang sibuk menghubungi beberapa pengacara nya, tiba-tiba seorang pengacara yang dia kenal menghampiri nya.


"Akhir nya kau datang!"


Melina sangat senang karena pengacara suami nya datang tepat waktu.


"Benar saya datang karena perintah pak Afar Mukti kemari, tujuan kedatangan saya adalah karena......"


"Cepat, cepat bebaskan aku dan putri ku dari jeruji besi keparat ini aku sudah muak"


Melina membereskan tempat tidur nya, dia menyela ucapan pengacara yang dikirim oleh suami nya.


"Dengarkan saya nyonya"


Melina berhenti beberes sebelum membangunkan Lisa.

__ADS_1


"Saya datang untuk meminta tanda tangan atas surat gugatan perceraian untuk anda dari pak Afar Mukti, alasan nya sudah tidak ada yang memberatkan beliau untuk tetap mejalani pernikahan ini"


DEG......


BRUUKK.....


Tubuh Melina lemas seketika ambruk ke lantai, dengan percaya diri dan keyakinan penuh Melina yakin Afar akan datang membantu nya. Dia tidak ingat perjanjian 20 tahun lalu itu hari ini mencuat.


"Bagaimana nyonya anda ingat perjanjian 20 tahun lalu bukan? sebenar nya tanpa tanda tangan anda tuan Afar bisa menceraikan mu kapan pun dia mau"


Melina mengangguk sambil meneteskan air mata nya.


"Aku menerima nya pak, sudah tidak ada yang memberatkan pernikahan kami"


"Benar, dan kasus mu bukan urusan klien ku lagi"


Setelah menyerahkan berkas yang Melina tandatangani, wanita paruh baya itu menangis sambil tertawa. Lisa yang melihat nya jadi sakit hati. Pengacara sudah menyebutkan semua nya, harta, kesalahan bahkan status diri nya yang tidak boleh menyandang nama ayah nya.


Sosok ayah yang Lisa kenal selama 28 tahun itu ternyata hanya rekayasa ibu nya semata. Afar Mukti bukan ayah biologis nya melainkan seorang ayah karena menikahi ibu nya semata.


"Mamah tega sama Lisa, mah!"


Ucap nya berapi-api memandang wanita yang masih terduduk lemas di ubin dingin lantai penjara itu. Melina mendongak sebentar lantas kembali menunduk.


"Jika pengacara tidak memberitahu Lisa bukan anak papah sampai kapan Lisa akan tahu, mah?"


"Mah.....!"


Lisa mengguncang sang mamah dengan keras namun Melina hanya diam.


"Aku memang tidak akan memberitahukan mu siapa ayah kandung mu, biar lah selama hayat mu kau menjadi putri sulung Afar Mukti, menjadi kebanggaan papah mu yaitu suami ku meski bukan ayah biologis mu itu"


Lisa menutup mulut nya, dia tidak percaya selama hidup dia ada di skenario sang mamah.


"Mamah tega!"


"Benar, mamah hanya ingin kau bahagia meski itu palsu atau hanya mimpi sekali pun"


Lisa terduduk di ranjang nya, terdiam menyatukan ingatan dan kenangan bersama sang papah yang juga sayang pada nya.


"Apa papah selama ini tahu?"


"Hanya adik bodoh mu yang tidak tahu apa pun"


Lisa menutup mata nya dengan air mata yang perlahan meleleh di pipi nya. Dia limbung, hingga penglihatan nya memburam menjadi hitam.

__ADS_1


Ada suara kicau burung yang sangat merdu, Lisa membuka mata nya hingga mengedarkan seluruh pandangan nya ke sekitar. Nuansa putih dengan bau obat, ini tak lain adalah rumah sakit, bukan surga karena Lisa tidak akan masuk surga. Dia orang jahat dan lagi seorang wanita yang kotor dan hanya tahu bersenang-senang saja.


Seketika air mata langsung meleleh mengingat diri nya berakhir di penjara bersama sang mamah.


KREAK.....


"Kau sudah sadar?"


Seorang paruh baya dengan dandanan yang sangat necis datang menghampiri nya. Rambut nya yang sudah berubah warna tapi bukan boy band asal negeri ginseng tentu nya yang suka berganti rambut namun lelaki ini memiliki rambut putih karena usia nya.


"Siapa kau?"


"Aku papah kandung mu"


Mata Lisa membola, dia begitu kaget mendengar pernyataan dari lelaki itu.


"Ini surat mamah mu sebulan lalu dia berikan ke kediaman ku melalui kurir"


"Dimana mamah?"


"Dia masuk penjara karena kejahatan nya yang telah membunuh istri kedua suami nya dan menyiksa putri tiri nya"


Lisa mengalihkan pandangan nya, dia memang tahu semua ini namun tidak menyangka sang mamah mengakui nya di pengadilan.


"Kau koma selama tiga bulan, selam itu mamah mu tidak bisa mengurus mu jadi menghubungi ku untuk menjaga mu di rumah sakit"


"Lalau bagaimana hukuman mamah ku?"


"Seharus nya di hukum seumur hidup tapi mamah mu memilih bunuh diri sebulan lalu, dia di temukan penjaga penjaga lapas dia gantung diri"


Lisa tidak bisa berkata-kata, dia diam setelah dia membuka mata justru dia sudah kehilangan sang mamah. Kesembuhan nya untuk mendengar berita buruk ini, Lisa menggeleng dia menangis tanpa suara.


"Itu bukan salah mu, hanya mamah mu yang melakukan kejahatan, dia meminta ku merawat mu selanjut nya, dia sangat menyayangi mu, dan selain kematian mamah mu, janin mu yang baru berusia 3 Minggu itu sudah luntur"


Lisa makin tidak percaya dengan berita itu.


"Meski janin mu kuat, kau tidak akan dapat mempertahankan nya karena kau koma selama 3 bulan, kalian sangat syok dengan nasib yang menimpa kalian"


"Lalu dimana kuburan mamah ku?"


"Aku akan membawa mu kesana setelah kau sehat, dan kay harus pulang ke kediaman ku, tenang saja aku sudah mempunya kekayaan yang melimpah jadi jangan takut miskin"


Lisa tidak menanggapi ucapan lelaki tua itu, karena setelah berkata demikian dia bergegas pergi.


"Pah, Lisa harus bagaimana? mamah sudah tiada, bahkan Lisa tidak diberikan waktu untuk menunggu, tidak ada yang Lisa kenal selain papah sama Arin. Lisa akan berjuang karena mungkin ini juga karma untuk Lisa. Papah dan Arin selamat tinggal Lisa tidak akan hadir dihadapan kalian lagi"

__ADS_1


Setelah berkata demikian Lisa tertidur dia ingin sembuh dan kembali memulai hidup baru dengan perjuangan nya sendiri di hari esok nanti.


BERSAMBUNG


__ADS_2