
Aksa melihat rekaman cctv yang dikirimkan asisten nya si Melki, murai kecilnya ketika berkicau sanggup memtahkan ekor rubah milik Karenina. Aksa tersenyum dengan semua itu
'Kau rupanya sangat nakal, bisa mematahkan perlawanan musuh mu sendiri, kau benar benar berbahaya'
Ucap Aksara dalam benak nya.
Aksa menghadiri undangan makan malam keluarga besar nya juga keluarga bibi nya. Haris terlihat datang bersama Rista, mereka menggunakan pakaian senada yang serasi. Aksara tersenyum begitu turun dari mobil.
"Selamat datang kak, ini acara apa ya?"
Haris terlihat tersenyum, dan memulai basa basinya. Aksa menepuk bahu adik sepupu nya itu, lalu masuk diliriknya Rista hanya terdiam di tempatnya saja.
"Apa hubungan mu baik dengannya?"
Haris terdiam sebentar dan itu sudah memberikan jawaban untuk Aksa.
"Hati hati, jangan sampai kau salah memilih"
Nasehat Aksa, mereka memasuki, mension Alkatiri lalu duduk dimeja makan. Terlihat Cath dan Ahaaz turun dari lantai 2 juga di pintu sudah masuk keluarga Aryandy.
'Mommy mau membuat pertunjukan malam ini!'
Gumam Aksa dalam hati, Aksa begitu tampan dengan balutan pakaian casual nya kemeja kotak dengan daleman kaos putih, celana mocca, juga sepatu putihnya. Rambut Aksa dibiarkan biasa saja tanpa pomad sehingga lelaki itu terlihat seperti lelaki lajang dengan usia yang matang.
"Hai Rayz"
Cath menyapa dengan senyum manis nya.
"Hai Cath"
Aksa duduk di tempatnya tanpa basa basi lagi.
Mereka mengambil tempat duduk masing masing, memulai acara malan malam yang dipenuhi hidangan istimewa.
"Kak siapa anak itu, mengapa terlihat mirip dengan mu?"
Aksa hanya diam mendapat pertanyaan dari Haris.
"Kenapa dia bersama Cath apa kau ada main dengan Cath?"
"Tutup mulut mu, dia kloning tubuh ku, jadi secara harfiah dia adik ku bukan anak ku"
"Kau lucu"
"Apa nya yang lucu, dia bukan anak ku karena anak ku hanya akan lahir dari satu rahim saja"
Haris terdiam, perkataan Aksa barusan menohok hati nya.
'Benar kak, tidak pantas lelaki seperti ku ini dapat menikahi Rista'
Gumam haris dalam hati.
'Tapi aku akan buat dia mengenang ku seumur hidup nya'
Lanjut Haris.
__ADS_1
Semua telah menyelesaikan makan malam yang mewah itu, tepat nya dihalaman samping yang sudah didekor dengan indah lagi menawan.
"Mas"
Ucap Karenina, Aksa menengok ke sumber suara itu, terlihat Karenina yang cantik dibalut gaun mewah hingga penampilannya sangat elegan juga dewasa.
"Kok duduk disini sendirian?"
Ucap wanita itu dibuat dengan manja lagi menggoda, Aksa hanya tersenyum tipis sambil meneguk minumannya.
"Bagaimana menurut mas penampilan ku?"
Tanya nya dengan percaya diri, seraya memutar tubuhnya.
"Lumayan"
Karenina terhenti dengan gerakan indah nan anggun nya.
"Rayz coba cicipi dulu sosis bakar ini"
Aksa mengambil, lalu memasukkan nya kedalam mulut nya.
"Enak"
"Itu aku dengan Ahaaz yang bakar loh"
Aksa mengangguk.
Sementara Karenina segera duduk disamping Aksa, hingga Cath terlihat kesal.
'Aku tidak akan menyerahkan Aksa pada mu, Cath'
Haris membakar sosis, udang juga beberapa olahan seafood lainnya, dia khusus membakar itu untyk sang istri yang sedari tadi duduk diam sambil meminum jus jeruknya. 1 jam semua olahan seafood Haris bakar diletakan dalam 3 piring satu piring aneka sosis, satu piring aneka daging, dan piring lain diisi dengan cumi, udang, juga ikan.
"Nah ayy, ini sudah selesai, ayo makan"
Menghidangkan di depan sang istri nya. Rista tersenyum, di matanya semua makanan itu sangat terasa nikmat. Dengan segera Rista mengambil semua diatas piring satu persatu lalu mencocol nya di saus yang nikmat. Rista menikmati makanan juga ekspresi wajah suami nya yang juga mengunyah olahan seafood itu. Riata memperhatikan bibir Haris yang tebal lagi bervolum, entah mengapa Rista ingin sekali mengunyah bibir itu.
'Kayak nya bibir mas itu sangat enak, lebih enak dari pada seafood'
Tak khayal lagi Rista segera mendekatkan bibir nya ke bibir suaminya yang sedang mengunyah daging itu. Haris yang tak siap dengan serangan mendadak itu, hanya membolakan mata nya. Rista terus mengemut bibir suaminya yang dia rasa sangat manis. Beberapa orang memperhatikan sepasang suami istri itu, mereka hanya tersenyum juga terlihat malu sendiri.
Haris yang ingin menghentikan pun tak enak karena Rista begitu menikmati bibir nya.
'Kenapa dengan dia, apa dia minum obat perangsang atau dia kira bibir ku ini seafood juga dikunyah kunyah gini'
Monolog Haris namun dia tetap diam.
"Ayy kau baik baik saja?"
Rista menengok, lalu mengangguk. Sesekali wanita nya Haris itu menjilati bibir nya, hingga kini Haris mencium bibir mungil Dista yang penuh saus. Rista memejamkan matanya, menikmati ******* bibir Haris.
"Mah, pah kami permisi semua"
Dengan segera Haris menggendong Rista untuk pulang ke rumah mereka.
__ADS_1
"Cepat lah menikah boy, agar kau bisa menggendong istri mu"
Celetuk Ditya Alkatiri, selaku daddy dari Aksara. Yang diberi nasehat hanya menghela nafas saja, bagaimana munhkin dia memilih kedua wanita itu, sedangkan dia sudah beristri, iatri yang sangat ditutup tutupi nya dengan rapat.
"Daddy ingin menggendong junior mu, jangan sampai daddy wafat"
"Ngomong apa sih dad"
"Ha....ha, aku ingin jadi seorang kakek kau tahu"
Karenina yang baru saja dari toilet segera menghampiri lelaki gagah yang berbeda usia itu.
"Kalau begitu om nikah kan saja mas Aksa dengan ku, aku sanggup mengandung ratusan cucu om"
Karenina dengan tak tahu malu berkata didepan Ditya Alkatiri yang hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"Aku tidak butuh mesin pembuat anak"
Aksa langsung menuju stand minuman, dia meraih gelas jus jambu merah lalu meneguk nya hingga tandas.
"Aku suka yang blueberry om"
Ucap bocah lelaki yang juga ada di stand minuman bersama Aksa.
"Om tidak suka yang asam"
"Om suka yang manis kaya aku ya"
"Memang nya mau kalau kamu om makan?"
"Memang nya om ini zombie?"
"Om ini ultraman"
Aksa berlalu sambil membawa sepiring siomay lalu duduk, di pinggir kolam.
"Om suka siomay, aku juga suka"
Aksa mengangguk sambil menyuapkan potongan potongan siomay kedalam mulut nya.
"Kalau tante suka sama rendang pake lontong ini loh, gurih"
"Itu kan banyak lemak tante, nanti darah tinggi loh"
Ucap Ahaaz asal.
"Dasar bocil, ini enak tau bikin kenyang, tante kan diet"
"Diet kok porsinya besar"
"Ini sedikit tau"
Memang Karenina mengambil makanan terlalu banyak, soal nya dia sangat lapar entah mengapa dia merasa selalu lapar.
"Benar juga kalau diliat liat ini porsi besar"
__ADS_1
Gumam Karenina, saat Ahaaz dan Aksa pergi menaruh piring bekas makan mereka.
BERSAMBUNG.