
Rindi sudah menunggu pesawat nya untuk boarding pass, dia sekilas melihat orang yang berlalu lalang disana. Tak ada waktu untuk nya kembali, ada yang tertinggal pula. Rindi sudah memasuki pesawat dan bersiap mengudara ke langit dan kehidupan yang baru.
'Selamat tinggal, semoga aku bisa melupakan semua nya'
Ucap Rindi dalam hati, tanpa terasa air mata mengalir begitu saja.
"Tidak boleh menangis sudah dewasa juga"
Ucap nya dalam pesawat yang sedang mengudara.
Sementara di gedung yang di kabarkan akan menjadi pertunangan oleh anak pembisnis nomor satu dan juga pemuda yang memiliki citra dalam bisnis sudah di hias sedemikian rupa. Orang-orang sudah akan menantikan acara tersebut. Para awak media sudah bersiap untuk wawancara dengan para tamu juga mempelai nya.
Sedangkan Andra di kantor nya sangat sibuk, dia tidak pernah peduli dari pagi hingga pukul 2 siang.
Tok....tok.....tok.
"Masuk"
"Tuan anda di siapkan untuk ke salon karena malam ini malam pertunangan anda"
Andra berhenti memeriksa laporan, benar malam ini adalah malam pertunangan nya. Namun Andra merasa sepi seolah ada yang hilang.
"Keluar lah, nanti kalau aku sudah siap, aku akan memanggil mu"
Kembali Andra terdiam, melihat ponsel nya yang sejak gadis belia itu memberi keputusan untuk tidak mengejar nya, tidak ada yang menghubungi nya. Tak ada penantian jika waktu makan siang dan juga tak ada yang menjadi hiburan nya.
Andra segera menjalankan kursi roda nya bergerak keluar, di luar Roy sudah menunggu.
"Mari tuan"
Andra mengangguk, seketika mereka langsung menuju ke salon agar di dandani dengan rapih. 1 jam kemudian mereka telah selesai, Novan datang menghampiri mereka bersama Anita.
"Bos"
Novan langsung menyapa bos nya itu.
"Bagaimana?"
"Semua sudah ada disini bos, silahkan dilihat"
Ucap Anita sambil menyerahkan amplop coklat yang tebal.
Andra menerima amplop dari Anita, langsung melihat isi nya. Andra tersenyum dengan puas, senyum nya di lihat dari ketiga orang itu seperti iblis.
"Baik lah kalian ambil bonus tiga kali lipat dari gaji nya untuk bulan ini"
Anita dan Novan saling pandang dan tersenyum senang.
"Terimakasih banyak bos"
"Ayo kita tonton pertunjukan nya"
__ADS_1
"Baik bos"
Mereka semua berangkat dengan dua mobil, Roy dan Andra satu mobil dengan menggunakan mobil paling mahal edisi tahun ini. Sedangkan Novan dengan Anita satu mobil meski bukan mobil edisi termahal namun mobil itu tak kalah mewah.
Flashback on.
Satu Minggu lalu setelah orang tua Sisi dan juga keluarga besar memaksa Andra untuk menikah. Lelaki tampan itu hanya bisa setuju untuk sementara, dia tidak mungkin gegabah untuk menolak pernikahan sebelum semua nya jelas.
Maka dari itu ketika Rindi memutuskan untuk berhenti mengejar nya, Andra hanya terdiam saja. Karena dia tidak mau menjanjikan khayalan yang tidak ada dalam kenyataan, biarkan Rindi tenang dulu baru setelah dia menyelesaikan nya, Andra akan memberitahu gadis labil itu.
"Roy bawa Novan ke rumah ku sekarang"
"Apa Anita juga tuan"
Andra mengangguk, Roy dengan senang hati menghubungi kedua gengster itu. Mereka nampak diam kalau bekerja di kantor, karena pekerjaan mereka adalah sepasang pemimpin gengster.
Tak berapa lama sepasang manusia itu sudah ada di depan bos besar nya.
"Siap di perintahkan bos!"
"Selidiki calon tunangan ku, detail"
"Baik"
Mereka segera bergegas, setelah Andra memberikan kartu jaminan hidup pada mereka.
"Tuan kenapa tidak menjelaskan pada non Rindi?"
"Baik tuan"
Flashback off.
"Kalian putar di layar sebelum penyematan cincin atau ditengah sambutan"
"Baik bos"
"Jangan sampai gagal"
"Siap"
Rencana sudah diatur ketika di jalan menuju tempat acara. Andra tidak suka kegagalan atau kesalahan. Oleh sebab itu dia langsung memilih ketiga asisten nya untuk bertindak langsung.
Kini mereka sudah sampai di depan gedung acara. Hari sudah merayap menjadi gelap, meski acara tersisa 1 jam akan dilaksanakan. Andra dan para asisten setia nya turun, lantas segera memasuki gedung acara yang megah dan ada beribu orang undangan yang memenuhi gedung acara.
"Kau sudah datang nak?"
Elian menyambut Andra.
"Iya Tante, dimana Daddy ku"
Dia sibuk menyapa kolega perusahaan.
__ADS_1
Andra berbincang dengan Elian sebentar sementara ketiga asisten nya kompak antri di prasmanan.
"Ternyata anak Daddy setampan ini!"
Rei datang duduk di samping Andra, lantas menyenggol putra semata wayang nya.
"Ceria lah seperti kau kecil, karena setelah hari ini, maka aku pasti akan melihat tawa cucu ku bukan tawa mu lagi"
Andra melirik sekilas lantas menyeringai, Rei tidak memperhatikan namun seorang lelaki sebaya dengan Rei yang duduk di sebelah mereka melihat nya.
'Lelaki tua ini, mulai pikun'
Gumam Andra.
'Anak ini sulit ditebak, Rei junior memang seperti induk nya'
Gumam seseorang yang duduk dengan Rei.
"Oh ya nak kenalkan ini om Adidharma, teman karib Daddy saat tinggal di desa dengan kakek Aryandy"
"Salam kenal om"
"Salam kenal juga"
Om Adidharma melihat sekilas wajah Andra yang sangat tampan perpaduan Rei dan ibu nya.
'Pantas gadis kecil ku tergila-gila, rupa nya si pendendam ini menumbuhkan benih unggul nya'
Gumam om Adidharma.
Di panggung nampak MC lelaki dan wanita muncul dengan semua barang mewah yang mereka kenakan. Maklum ini acara orang kaya jadi serba glamour dan berbentuk pamer.
Acara dibuka oleh sambutan dari pihak lelaki yaitu Rei dan Elian yang maju untuk sekedar menyambut tamu juga kolega bisnis mereka baik dari dekat atau pun jauh.
Setelah nya sambutan dari pihak wanita ayah dan ibu Sisi maju menyambut tamu serta berucap sukur karena anak mereka akan bertunangan.
Lampu yang semula indah, terang benderang tiba-tiba saja mati total. Semua menjerit namun tidak ada yang berani bergerak.
"Pah bagaimana ini?"
"Tenang mah, papah sudah kasih tahu para teknisi"
"Baik lah"
Jangka waktu 3 menit, layar belakang panggung menyala. Sementara kedua orang tua Sisi masih berdiri disana. Semua orang nampak terbelalak, melihat tontonan yang ada dihadapan mereka.
Para tamu yang hadir semua sosialita kalangan atas, mereka bergunjing tentang mempelai wanita. Sungguh ironi sekali, ketika kedua orang tua Sisi berbalik, mereka sangat terkejut ketika video panas anak mereka dan beberapa pertemuan nya dengan kekasih miskin nya di tayangkan.
Foto-foto juga ditampilkan dalam beberapa slide di sebelah nya. Keluarga Braja malu bukan main, mereka berteriak pada para teknisi agar mematikan nya. Namun sudah terlambat karena semua yang ditayangkan itu sudah tersebar di seluruh sosial media.
BERSAMBUNG.
__ADS_1