TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.161


__ADS_3

Pagi yang cerah di suatu desa yang indah, gadis cantik itu mengawali hari nya dengan mendengarkan kicauan burung. Hari ini hari libur termasuk juga diri nya sedang mengambil cuti 3 hari untuk menemani sang mamah sehabis operasi tumor.


Gadis cantik itu berlari ke luar rumah untuk mengejar tukang bubur keliling.


"Mang beli bubur!"


Gadis itu Min yang memanggil tukang bubur untuk sarapan sang mamah. Min mendapat semangkuk sop bubur menu sehat, dengan gembira gadis itu menyajikan semangkuk bubur di meja makan lantas memanggil sang mamah.


"Mah, sarapan bubur dulu!"


"Cantik, mamah gak suka bubur"


"Tapi untuk kesehatan mamah, biar cepet pulih mah"


"Baik lah"


Mamah Laula hanya menghabiskan setengah porsi dari bubur yang putri kesayangan nya suguhkan.


"Jasmin tidak bekerja?"


"Cuti 3 hari mah, kenapa?"


"Oh, mamah kira tidak cuti sayang"


Min mendekati sang mamah lalu memapah nya ke kamar.


"Kok ke kamar?"


"Mamah harus banyak istirahat supaya cepat sembuh"


"Baik lah tuan putri cantik mamah"

__ADS_1


Min tersenyum, dia menunggui sang mamah yang sedang beristirahat sambil membaca buku atau memainkan socmed nya.


Herdan sudah sampai di hotel yang di pesan kan anak buah nya. Dia segera menghubungi istri tercinta nya.


"Iya"


Suara merdu yang mengalun indah itu terdengar bak petikan biola, Herdan tersenyum pada layar kaca yang menampakkan wajah sang istri.


"Bagaimana kabar mu disana sayang?"


"Tentu baik, aku sedang bekerja di kantor, kau baru bangun?"


"Benar, semalam lelah sekali"


"Kapan akan mencari keluarga mu?"


"Disini juga kan harus bekerja sayang, aku tidak mau gegabah dan membuat mereka pindah tempat lagi, jadi aku harus hati-hati"


"Baik lah"


Herdan mengakhiri percakapan nya dengan sang istri karena dia harus segera meeting dengan klien. Tak menunggu lama Herdan yang diantar orang kepercayaan nya itu pergi ke tempat meeting. Herdan adalah lelaki cerdas yang sudah puluhan tahun menggeluti bisnis jadi tak heran jika hanya sebentar saja klien nya itu akan mudah untuk di bereskan.


"Kita mau kemana tuan?"


"Kita berkeliling desa ini dulu"


"Baik"


Herdan memandang jalanan yang agak lengang karena baru menunjukkan pukul 10 pagi. Udara nya sangat segar, banyak jalanan yang dilewati masih terdapat sawah. Namun desa ini begitu makmur dari desa lain nya.


"Apa tuan kagum dengan desa ini?"

__ADS_1


"Benar, ini desa tapi sangat bersih dan lebih makmur"


"Benar, awal nya desa ini hanya sedikit tapi sejak pak Arto menjual lahan nya dan dibangun perusahaan desa ini jadi makmur"


"Di desa ini ada perusahaan pak?"


"Benar tuan, kata nya ini cabang bahan baku perusahaan besar sebuah keluarga ternama di kota besar"


Herdan mengangguk lalu kembali memperhatikan jalanan.


"Mau saya bawa ke tempat perusahaan itu tuan?"


Herdan berpikir sejenak.


"Boleh pak jika bisa"


Orang kepercayaan Herdan itu tersenyum lalu membawa majikan nya itu melintasi perusahaan itu. Herdan memperhatikan perusahaan yang menjadi mata pencarian para generasi muda itu. Melihat nama perusahan itu kembali.


Deg...........


Hati Herdan menjadi tak tenang, entah ada firasat buruk apa.


"Ada apa tuan?"


"Tidak, segera ke hotel saja"


"Baik tuan"


Mereka menuju hotel tempat Herdan menginap lalu dengan segera Herdan naik ke lantai 8 untuk segera menghubungi sang istri nya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2