TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.276


__ADS_3

Flashback on.


Ingatan tentang Aditya dan Camelia.


Lelaki remaja yang sudah merayakan sweet seventeen nya di tahun kedua jenjang menengah atas itu kini tersenyum senang. Dia adalah Aditya Marco, diri nya dikenal sebagai anak sulung dari CEO yang memegang dua perusahaan raksasa keluarga ternama.


Nama Aditya terkenal dengan sosialita nya yang tinggi diantara teman sekelas nya di sekolah menengah atas yang berbasis internasional.


"Hei bro"


Teman satu geng Aditya yang merupakan konglomerat juga menggandeng bahu nya meski tubuh Aditya lebih tinggi. Aditya adalah primadona sekolah nomor satu, anak orang terkaya di negara Z, tampan dan dia juga cerdas. Semua nya lengkap ada di diri Aditya.


"Kenapa?"


"Gua udah sweet seventeen ya dua bulan lalu, tidak lupa mentraktir teman sekelas di resto paling mahal di kota ini, lah kau bagaimana?"


Ucap teman nya katakan nama nya Erik itu, Aditya terdiam. Dia memang orang kaya tapi entah mengapa sang papah tidak pernah memberi nya akses kekayaan atau dunia glamour layak nya tuan muda kaya.


"Maaf bro, aku sederhana saja, tidak ingin boros karena hemat mencerminkan kita untuk peduli pada orang lain"


Ucap Aditya semelow mungkin agar kawan satu itu tidak menagih apa pun. Aditya juga ingin seperti itu tuan muda kaya yang boros lagi bossy namun dia tidak ada ATM berjalan. Sang mamah hanya memberi uang saku satu juta setiap hari itu pun full seharian tanpa meminta tambah.


"Kau orang kaya nomer satu tapi sikap sangat hemat, gua salut bro, oke lah tak apa bro"


Akhir nya Aditya bernafas lega karena tidak di tagih traktiran lagi.


Aditya berjalan ke kantin melewati Mading sekolah, lantas melihat para siswa itu berkerumun.


"Ada apa sih?"


"Kakak"


Seru Camelia Renata adik nya yang berbeda dua tahun namun sekolah mereka berjarak satu tahun saja. Pernah Aditya menanyakan ini pada sang mamah yang beliau jawab karena Camelia seorang gadis jadi keluar SMA harus lebih muda dari diri nya.


"Kau disini?"


Camelia mengangguk senang, dia tersenyum lebar karena kakak nya yang merupakan idola gadis sejagat di SMA ini.


"Hei Came lihat ada study wisata selama seminggu ke desa yang berwawasan"


Tunjuk salah satu teman nya.


Camelia mengangguk dengan sumringah, teman satu angkatan Camilan bertanya tentang keberadaan Aditya. Gadis itu menjelaskan jika Aditya adalah kakak lelaki nya.


"Kak apa kau akan ikut ke acara itu?"


Camelia gadis cantik yang sangat lugu menarik ujung baju yang Aditya kenakan.


"Tentu kakak akan ikut"


Aditya mengelus pucuk kepala adik nya dengan sayang.


"Uhhhhhh......!"


Semua teman nya merasa iri karena Camelia memiliki kakak yang tampan sehingga saat Aditya mengelus kepala Camelia, teman satu angkatan nya meneriaki nya.


"Sumpah gak nyangka banget ya, kakak mu itu idola di sekolah, aku sampai terkejut"


"Biasa aja lah"


Camelia juga termasuk gadis cantik dalam daftar kesepuluh di angkatan nya. Gadis itu juga tidak sombong, meski mereka menyebut diri nya gadis keturunan emas. Ya wajar Camelia pikir karena reputasi keluarga dan pamor sang papah tentu nya.


Tak berapa lama ada pengumuman dari guru melalui sumber suara, jika murid kelas satu dan dua wajib mengikuti study wisata ke beberapa desa guna belajar sosialisasi. Sekolah sudah menyiapkan beberapa desa dan juga beberapa objek yang bisa mereka teliti dan gunakan.


Saat pulang mereka diberi selebaran untuk meminta ijin orang tua masing-masing. Hanya berselang 3 hari saja mereka sudah akan melakukan kegiatan yang sekolah adakan. Mereka pergi ke desa dekat perbukitan, masyarakat awam, mengangkat budaya, situasi sosialisasi yang kental juga.


Sekolah memberangkatkan 7 bus sekolah besar yang nyaman dan aman dengan fasilitas lengkap sesuai rekomendasi murid. Hanya berselang 3 jam mereka telah sampai di desa yang mereka maksud, ada 3 desa yang akan jadi percobaan.


"Kak"


Aditya menengok kearah sang adik.


"Bukan nya ini kita dapat desa paman darma dan paman dama?"


Aditya mengerutkan kening nya.


"Ingat tidak, bawahan mamah yang sudah dianggap sebagai kerabat"


Aditya baru teringat dan mengangguk.


"Kakak agak tulalit ya"


Mata Aditya melotot namun Camelia sudah berlari.


Para guru turun dari bus, di luar sudah banyak murid SD dan SMP yang menyambut kedatangan mereka. Para guru langsung menempatkan mereka di rumah merah para pejabat yang khusus di desa itu untuk disewakan sebagai study yang sering mereka lakukan di desa ini.


"Silahkan anak-anak"

__ADS_1


Ada dua pria tua yang berperut buncit dengan dandanan sok kaya raya salah satu nya dan yang lain dengan berpenampilan dengan outfit branded mahal.


"Para tua bangka itu kak, lihat lah"


"Sudah kita berbaris saja"


Namun karena sudah di hubungi oleh nyonya besar nya maka dia lelaki tua itu tersenyum melihat dua anak bos nya.


"Tuan dan nona muda"


"Hem"


"Ayo silahkan ke rumah paman Darma saja"


Mereka mengangguk tanpa menjawab dan memasuki rumah Darma yang sangat besar namun tentu bukan rumah tempat Harem nya.


Suasana rumah Darma di buat senyaman mungkin sesuai request dari kedua anak bos nya itu. Tentu dengan harga ratusan juta perhari nya. Biaya segitu bukan masalah bagi Elian asal putra putri emas nya dapat kenyamanan. Apa lagi Rei tidak pernah perhitungan kalau masalah anak dan istri.


BRUKK....


Seorang gadis remaja berusi sekitar 12 tahun saat itu menggandeng adik lelaki nya yang sangat tampan menjual es lilin. Es itu berhasil menumpahi lembaran penelitian milik Aditya, Aditya sungguh emosi karena anak perempuan itu hanya meminta maaf lantas kembali memungut es yang berhamburan itu dan berlari ke jalanan.


"Sial banget hari ini sumpah"


Dan pada saat itu juga Erik datang menertawai diri nya.


"Hei bro kenapa basah? kalau tidak suka ya tinggal.suruh orang lain aja dong bayar aja 5 juta, tuh kaya tugas ku"


Tunjuk nya pada salah satu jongos yang Erik pekerjakan.


Aditya mendengus kesal pasal nya dia lebih kata dari Erik tapi hanya diberi fasilitas saja tanpa di beri uang untuk di hamburkan lain cerita dengan si gila Erik.


"Aku harus balas dendam pada gadis itu, di sudah mempermalukan ku di depan si brengsek Erik"


Gumam Aditya berapi-api.


Aditya dengan lesu menuju warnet untuk mengetik lembaran tugas, dan itu menyita waktu nya. Dengan malas kembali melangkah pulang ke rumah Darma. Pucuk di cinta ulam pun tiba, tuhan sangat memberkahi Aditya, dia melihat wanita paruh baya menggenggam gadis kecil.


Ya gadis yang menabrak nya tadi siang dan membuat pekerjaan nya berlipat lalu di permalukan oleh Erik gila itu. Aditya tersenyum penuh maksud, dia tidak bermaksud menguping namun dia ingin meminjam kesempatan yang datang pada nya.


"Siapa mereka Darma?"


"Oh,......."


Darma gelagapan, dia takut jika tuan muda itu melaporkan nya pada pihak berwajib.


"Katakan jujur, aku tidak akan melaporkan mu pada yang berwajib atau memutus rantai pencarian uang mu"


"Mereka ibu dan anak yang meminjam uang 50juta dari ku tuan"


"Sebesar itu hutang mereka?"


"Iya tuan"


"Aku akan memberi mu 50 juta itu"


"Tuan mau membebaskan mereka?"


"Tidak"


"Lalu?"


"Aku ada urusan dengan gadis itu, buat mereka melakukan tempo pada hutang mereka lalu minta gadis itu sebagai penebus nya"


Darma mengangguk dengan pasti.


"Bawa gadis itu ke tempat rahasia, maka aku akan memberi mu 100 juta setelah tugas mu selesai"


"Baik"


Darma bergegas.


"Tunggu, kau harus lakukan dengan rapih dan buat seolah mereka punya kesalahan hingga kau bisa membawa gadis itu tanpa ada jerat hukum"


"Baik tuan"


"Ini"


Aditya memberikan kartu ATM tanpa sandi pada Darma berisi 70 juta. Dimata Darma selain uang dan wanita semua pekerjaan akan dia lakukan.


Singkat cerita Darma menyuruh pelayan yang bekerja di kios Bu Amelia untuk memicu kebakaran hingga waktu tengah malam baru insiden itu terjadi sehingga kios Bu Amelia tidak ada yang bisa menyelamatkan nya.


Darma tersenyum senang dua pekerjaan dia lakukan sekaligus. Yang ada di mata nya hanya pundi-pundi uang yang akan mengucur dari ATM tuan muda nya.


"Tuan Darma saya sudah melakukan nya dengan rapih ucap pelayan pengkhianat itu"


"Bagus, ini bagian mu 2 juta"

__ADS_1


Darma melempar uang dua juga itu di muka pelayan kios Bu Amelia.


"Amelia, kau akan lebih jatuh lagi dirampok lalu di bakar wusshhh jadi lah abu ha.....ha"


Darma tertawa dengan senang. Darma terkenal dengan tuan tanah namun bukan rentenir yang di julukan oleh warga karena mereka tahu nya Darma sering beramal, berbagi dan membantu orang susah. Namun yang menjadi kambing hitam adalah Dama, juragan penagih hutang yang di gerakkan oleh Darma sebenar nya.


"Carikan tempat aman untuk tuan muda!"


Titah nya pada anak buah nya.


"Baik tuan"


Mereka membuat gunung di tengah hutan di pinggir desa itu.


"Ayo kita menagih uang ke Bu Amelia dahulu, beri mereka gerakkan dan bawa Dama bersama kalian"


"Baik tuan"


Sementara anak buah nya melakukan tugas menagih hutang nya. Darma segera melaporkan semua kesiapan akan tugas nya pada tuan muda.


"Malam ini gadis itu akan siap tuan muda?"


"Dandani dia, minuman juga obat terlarang, bawa semua anak buah mu mengikuti ku"


Perintah Aditya sambil makan makanan nya diatas meja.


"Aku ingin menghukum nya pada gadis kurang ajar itu, lakukan malam ini karena mamah akan menjemput kami besok"


Pihak sekolah dua hari lalu sudah pergi membawa serta semua siswa mereka. Namun Aditya berdalih dia ingin liburan karena sang mamah akan menyusul jadi satu keluarga akan berlibur.


Aditya sudah menuju hutan setelah gadis yang dia maksud sudah dikurung dua hari. Bahkan selalu dicekoki alkohol dan obat terlarang hingga berhalusinasi. Aditya masuk ke gubuk itu dan menatap remeh gadis kecil yang cantik itu.


Aditya mengambil cambuk lalu mengarahkan pada kulit gadis itu. Setelah puas Aditya lalu menelanjangi gadis itu, memasukan obat terlarang lebih banyak, alkohol secara bergantian. Bahkan Aditya seperti setan, dia menyiksa gadis yang sudah tidak ingat apa pun.


Tanpa sadar Aditya juga memperkosa gadis itu, setalah nya menyuruh semua anak buah dari Darma untuk menggilir gadis itu. Hingga alat vital gadis itu berlumuran dari dan mulut nya keluar busa.


"Tuan, dia overdosis"


"Lalu?"


"Bagaimana selanjutnya?"


Aditya masuk lalu memungut semua benda kesayangan gadis itu memasukan nya kedalam kotak yang diberikan Darma.


"Adik gadis itu juga menyusul ke rumah"


"Lalu?"


"Saya pukuli dan membuat nya lumpuh"


"Bagus"


"Ditya sedang apa kalian?"


Aditya meremang karena sang mamah dibawa Darma ke tempat itu. Aditya menatap Darma yang gemetaran saat itu.


"Ada apa ini?"


"Ditya menemukan orang yang overdosis mah?"


Elian melihat dan membungkam mulut nya.


"Itu gadis yang tiga hari lalu dicari warga desa, kenapa penampakan nya seperti itu?"


"Entah lah mah"


"Mamah serem, mamah pergi dulu ya kamu urus gih jangan sampai kamu terlibat"


Setelah sang mamah pergi, Aditya langsung menampar Darma.


PLAKKK......


"Tidak becus!"


Darma menundukkan wajah nya.


"Mutilasi dan masukan dalam karung setelah membusuk buang di tempat pusat pembuangan sampah, ingat samarkan semua perbuatan kalian"


Mereka mengangguk.


"Imbalan mu sudah ku transfer dengan bonus nya 5 juta"


"Terimakasih tuan muda"


"Kalau aku butuh lagi nanti ku hubungi"


"Baik tuan muda"

__ADS_1


Aditya berjalan menuju rumah Darma, Aditya menyerahkan bukti pada sang mamah. Untung bukti itu tak di buang atau diserahkan pada warga karena bisa saja ada kecurigaan dari mereka. Maka dari itu Elian menyimpan nya di brangkas tersembunyi.


BERSAMBUNG.


__ADS_2