TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.177


__ADS_3

Rei memperlakukan Min dengan lembut, meski dia sudah mabuk namun Rei ingin melihat sampai mana gadis itu berhubungan dekat dengan Ravenda sahabat karib nya. Min yang tidak pernah dekat dengan lelaki baru sekali ini di cumbu oleh lelaki yang dia anggap sebagai bos nya itu di perusahaan pusat. Min sedikit terbuai dengan sikap lelaki matang yang memangku tubuh langsing nya. Min memang tidak terlalu tinggi tapi meski pun kurus dia sangat ideal dengan tubuh yang padat berisi.


Rei bukan hanya mencium gadis itu, tapi juga mulai menjilati leher hingga Rei berani membuka baju bagian atas gadis itu. Rei sebenar nya juga tidak pernah menyentuh wanita bukan nya putus asa akan kekasih nya di masa lalu namun dia tidak pernah menyukai kebanyakan wanita. Berbeda dengan malam ini, gadis kecil yang berada di pangkuan nya mampu membangkitkan kelelakian nya bahkan jantung nya berdetak ketika Rei sudah merebahkan gadis yang tadi berada di pangkuan nya.


Mata Min berpejam, tubuh nya tidak menolak namun dengan segera Min membuka mata meski di bagian bawah terasa aneh juga perut nya merasakan perasaan aneh namun sangat nikmat itu.


"Tuan....om!"


Lirih Min dalam kungkungan Rei, gadis itu sedikit menolak. Rei tersenyum smirk, karena gadis nya mulai gelisah.


"Om, lepaskan Min"


Bersuara, jelas Min bersuara untuk menghentikan kegiatan nikmat namun bila diteruskan akan menjadi perbuatan terlarang karena dilakukan tanpa ikatan pernikahan pikir Min.


"Kenapa hem? bukan kah sangat nikmat"


Ucap Rei ditelinga gadis kecil itu.


Min dengan segera menggelengkan kepala nya, dengan lembut meski gemetar akan membuat Rei marah karena lelaki itu dalam kondisi mabuk, Min mendorong nya.


"Om, ini sudah tidak benar, aku....aku tidak mau meneruskan nya"


Rei menarik sudut bibir nya itu, jarang seorang gadis yang sudah terbuai dengan hasrat namun masih sadar akan keadaan.


Min sadar dia tidak boleh melakukan perbuatan itu, bagaimana pun Min yang termasuk masih sadar, Min juga ketika Rei memulai nya dia tidak menolak, jadi ini juga termasuk kesalahan nya.


"Kenapa?"


Rei mencoba bertanya.


"Ini tidak benar om, tuan"


"Benar-benar saja, kita melakukan nya dengan sadar"


"Tidak, Min minta maaf, kita sampai disini saja"


"Tidak bisa"


Min sudah gemetar setengah mati menghadapi lelaki matang lagi tua di depan nya.


"Kau bisa menghentikan nya, tapi aku tidak ingin berhenti"


Min segera melompat dari sofa untuk segera berlari, namun Rei sudah menangkap nya.


"Jangan!"


Rei mengangkat tubuh langsing dengan pakaian yang sudah dia buat acak-acakan itu.


"Kita lakukan di atas ranjang ya?"


"Tuan, om, om Rei yang tampan, baik hati, jangan ya"


Min kira dengan berkata lembut lelaki seperti Rei akan melepaskan nya. Rei malh membanting tubuh Min dengan keras hingga gadis itu meringis karena nyeri dan terlambat bangun.


"Akhhh........."

__ADS_1


'Oh, ya ampun aku telat untuk kabur!'


Min menjerit dalam hati karena sekarang tubuh nya di tindih oleh Rei.


"Om berat nih"


"Karena kau kerempeng coba makan yang lebih banyak ketika mas mu Ravenda mentraktir mu"


Deg....deg....deg.


Rupanya Rei selalu memperhatikan semua tindakan Min.


"Kenapa diam? merasa bersalah kah?"


"Tidak, aku hanya berteman dengan nya"


"Kau bohong"


"Untuk apa aku bohong?"


"Aku lelah mau tidur, jangan bantah perintah ku sesuai ucapan mu"


"Baik lah"


Rei menggulingkan tubuh nya ke bagian sebelah lalu memeluk gadis itu dengan erat.


"Tidur lah, aku lelah"


"Baik"


Ini pertama kali nya Min tidur seranjang dengan lelaki bahkan menempelkan tubuh nya seperti ini. Min untuk beberapa saat tidak bisa tertidur namun 1 jam kemudian dia tertidur pulas.


Rei bergegas mandi lalu pergi ke ruang kerja, Rei tidak mabuk sama sekali. Dia hanya ingin mencoba gadis nya itu sudah memiliki perasaan pada Ravenda atau hanya menganggap nya sebagai teman.


Diatas ranjang Min juga tahu jika lelaki itu pergi mandi dan ke ruang kerja nya. Min memang tidak pernah menolak ajakan Ravenda, tapi dia sama sekali tidak menaruh perhatian sama sekali pada lelaki yang sebaya dengan bos kejam yang menahan nya di villa mewah itu.


Rave hari ini juga seperti biasa nya pergi makan siang di luar, dia mengajak Min ke restoran yang sangat mahal dan mewah.


"Mas kok tempat makan nya beda ya?"


"Iya, aku ingin kita mencicipi hidangan restoran yang baru ini"


"Oh"


Min berjalan mengikuti Ravenda yang memilih tempat di outdoor dekat dengan kolam renang di belakang gedung restoran mewah itu.


"Tuan muda"


Rei menengok kearah tunjuk mata milik Aryos. Rei melihat istri nya dan Ravenda sedang makan siang di restoran mahal itu.


"Apa saya perlu bergerak?"


"Tidak perlu"


Min melihat sekeliling, tatapan mata nya bersirobok dengan mata tajam milik Rei. Min menunduk karena dia tidak enak hati, namun entah mengapa demikian pada hal Min bukan siapa pun untuk Rei seorang bos perusahaan ternama.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Tidak ada"


"Baik lah hidangan sudah datang, cepat makan lalu aku antar pulang"


"Baik lah"


Sementara Rei segera pergi, dia tidak ingin membuat sahabat dan istri nya tidak nyaman.


Rave mengajak Min untuk pulang, dia sudah terbiasa makan bersama Min.


"Mas"


"Iya"


Ravenda menengok ke sebelah tempat duduk nya itu yang terdapat gadis pujaan hati nya.


"Boleh Min bertanya?"


"Silahkan tanya saja"


"Mas kenapa selalu mengajak Min makan siang?"


SSRREEEEETTTT....


Ravenda menghentikan laju mobil nya lantas menepi ke seberang.


"Kau ingin tahu jawaban ku yang seperti apa?"


"Kejujuran dari mas"


"Sejak awal aku sudah menyukai mu Jasmin"


Min terdiam membisu, jawaban lelaki dihadapan nya itu sangat mengejutkan dan memang benar saja di dunia ini tidak ada yang gratis.


"Maaf mas, tapi Min tidak mempunyai perasaan suka pada mas"


Min memperhatikan wajah lelaki disampingnya itu, nampak dingin dan arogan.


"Apa karena Rei?"


Min menggelengkan kepala nya.


"Bukan!"


"Bukan kah kau dan dia tidak memiliki hubungan apa pun?"


"Tidak demikian mas"


"Kita sama-sama lajang Min, pantas jika aku punya perasaan cinta pada mu"


"Maaf mas, tapi aku hanya menganggap mu sebagai kakak saja"


Rave tidak bisa berkata apa pun juga, dia segera keluar dari mobil Ravenda dan pulang ke villa dengan ojek online.

__ADS_1


Min hanya turun di taman dekat villa, dia meneteskan air mata nya. Menyesali hubungan yang dia pupuk sebagai saudara atau teman dengan Ravenda tapi lelaki itu nyata nya memiliki perasaan pada diri nya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2