TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.234


__ADS_3

"Nona kita beruntung ya bisa sarapan dengan tuan CEO?"


"Iya"


Asisten wanita nya itu terus berbicara tentang CEO, itu wajar karena dia tidak tahu latar belakang Min.


"Kita siap-siap ke tempat pemotretan"


"Baik nona"


Min tak menunggu lama 45 menit dia segera bergegas turun ke halaman resort. Supir yang Min bawa sedang mengitak-ngatik mobil nya.


"Ada apa ini?"


"Maaf nona, waktu mau dipanaskan tidak jalan"


"Kok bisa"


"Saya juga tidak tahu nona"


"Bagaimana ini? mobil kurang satu"


"Tidak apa kita cari taksi saja"


Saat itu Rei sudah turun dengan setelan kerja lengkap. Melihat tim model iklan itu berkerumun dia segera menghampiri nya.


"Ada apa?"


Min masih sibuk berbicara dengan supir.


"Salah satu mobil kami rusak tuan"


"Kok bisa"


"Kami juga tidak tahu"


"Yos hubungi montir kita"


"Baik tuan"


Aryos segera bergegas untuk melaksanakan instruksi tuan nya.


"Bagaimana Yos?"


"Montir akan datang 2 jam lagi"


Sahut Aryos.


"Aduh kita tidak akan keburu nih"


Ucap asisten wanita milik Min.


"Memang mau kemana?"


"Ke lokasi pemotretan"


"Saya juga mau kesana, ayo naik mobil saya saja"


"Baik tuan CEO, saya akan bilang ke nona"


Si asisten segera berlari menghampiri Min.


"Nona kita sudah tidak masalah dengan kendaraan"


"Benar kah?"


"Iya, supir montir 2 jam lagi akan datang"


"Baik nona asisten"


"Ayo nona"


Min tanpa curiga mengikuti asisten nya.


"Silahkan nona"


Min segera masuk kedalam mobil yang asisten nya tunjukan, lantas asisten wanita nya menuju mobil depan.


"Yos jalan"


"Baik tuan"


Min menengok ke sebelahnya, ternyata asisten nya meminta bantuan pada CEO perusahaan yang bekerja sama dengan mereka.

__ADS_1


"Terimakasih tuan sudah memperbolehkan kami menumpang"


"Tidak apa, aku sekalian meninjau lokasi iklan saja"


Setelah nya tak ada pembicaraan lagi, Min pun duduk dengan rapih.


"Disebelah nona ada permen juga camilan kering kalau suka boleh di coba"


"Terimakasih"


Min melihat camilan itu yang biasa dia bawakan untuk Rei. Rei memperhatikan wanita itu hanya melihat nya tanpa niat untuk mencicipinya. Rei tersenyum tipis karena Min langsung membuka tempat permen dan camilan tanpa bertanya.


"Maaf tuan CEO, saya tidak bisa makan camilan atau permen"


"Aku mengerti, itu tuntutan pekerjaan"


Sebenar nya jadwal Min jam 9 pemotretan dan shooting iklan nya. Tapi rencana nya berangkat lebih pagi namun insiden mobil mogok membuat nya harus kembali bertemu lelaki ini.


Drrtt......drrtt.


Ponsel Min berdering nyaring, namun tak Min hiraukan juga tak Min matikan.


"Angkat saja, aku tidak merasa terganggu"


"Bukan yang penting"


Min menjawab dengan datar, acara duduk yang elegan, lagi wajah yang tidak pernah tersenyum. Wanita yang duduk di samping Rei benar seperti bukan Jasmin.


'Apa ada orang yang bisa merubah sikap nya dengan total?'


Rei melirik kesamping kiri nya. Wanita itu sedang memandangi jalanan yang terdapat pohon dengan bunga yang mekar.


"Apa di negara mu tidak ada pepohonan di sepanjang jalan?"


"Aku tidak peduli, aku jarang tinggal lama di negara ku"


Min berkata sambil melihat Rei, tatapan mereka saling bertaut namun Min segera mengalihkan pandangan nya ke depan.


"Apa kau sudah bersuami?"


"Maaf tuan CEO, itu masalah pribadi ku"


"Maaf, aku hanya sekedar basa-basi"


"Tuan, nona kita sudah sampai"


Ucap Aryos.


Min segera keluar dengan anggun nya.


"Terimakasih tuan CEO dan asisten utama"


Rei hanya diam dan segera keluar.


"Sama-sama nona"


Min segera melangkah menuju tim nya yang sudah bersiap sedari tadi.


'Nona Cate memang sama persis dengan nyonya'


Gumam Aryos.


"Kita akan memantau disini Yos"


"Baik tuan"


Rei berkeliling dengan Aryos untuk mengecek lokasi untuk iklan itu.


"Siapa yang memilih lokasi ini?"


"Staf yang bekerja di bidang iklan tuan"


"Cukup bagus"


Rei berjalan kembali ke tempat untuk berteduh.


"Pesan makanan untuk makan siang"


"Baik tuan"


"Juga untuk semua yang hadir disini"


"Baik tuan"

__ADS_1


"Aku juga ada pertemuan dengan beberapa relasi di dekat sini"


"Baik semua akan segera diatur tuan"


Rei mengangguk, dia segera duduk di dekat lokasi pemotretan. Rei melihat wanita itu berlenggak lenggok di depan kamera, sangat cantik dan pintar.


Min berhenti sekedar ambil minum, dia menganggukkan kepala pada Rei yang di sambut dengan senyuman.


"Nona bos besar ada disini"


"Lalu apa masalah nya?"


"Tidak ada nona"


Min dan asisten nya terlibat pembicaraan itu ketika Min sedang meneguk jus jambu nya. Rei mengamati dengan seksama wanita itu, perasaan atau insting nya selalu tepat.


"Tuan minuman anda"


"Ya"


"Tuan camilan anda"


Rei melirik lantas mengambil buah peach yang sudah di kupas, ada juga per dan anggur.


Min hari ini agak risih karena Rei berada di lokasi pemotretan sejak pagi hingga menjelang makan siang.


"Oke kita break makan siang dulu ya!"


Para kru bersuara dan mereka segera menuju meja yang berisi makanan.


"Sudah waktu makan siang nona Cate, mari........"


Min melirik kearah samping nya ternyata benar lelaki itu, Rei yang datang langsung untuk menjemput nya makan siang.


"Wah ternyata tuan CEO sangat ramah ya, pantas sekali cocok dengan jabatan anda"


Rei melirik kearah samping dimana wanita itu berada.


"Tentu saja nona, termasuk anda yang harus ku layani karena kau model brand ku yang akan mencetak uang untuk ku"


Min melirik dan lirikan itu pun terlihat oleh Rei, sangat sexy dan sensual.


'Pantas bocah mesum itu sangat tertarik pada mu'


Ucap Rei dalam hati.


"Mari tuan CEO"


Rei mengangguk lantas mengulurkan tangan nya.


"Baju ku ini bisa di lepas jadi tidak usah di papah"


Tak segan Min melepas mantel nya yang di pakai untuk pemotretan tadi. Hingga hanya memakai dress mini yang menutupi dada dan seperempat paha nya.


Rei memperhatikan itu, mulus putih juga paha yang jenjang. Seketika kelelakian nya memberontak, hingga Rei yakin akan keyakinan itu.


Mereka berjalan menuju meja yang hanya tersedia dua kursi. Semua karyawan Rei, kru pemotretan juga kru dari Min memperhatikan. Di meja sudah terhidang steak dengan dua piring porsi, buah, jus jambu, dan juga teh krisan.


Min melihat itu, lelaki itu masih ingat semua makanan yang pernah Min pesan ketika sekali mereka keluar. Min memesan itu karena dia lapar saat berbelanja saat itu dia sedang mengandung Arvino. Makan bersama di resto mahal pun hanya sekali itu tidak ada lain nya, Min masih ingat itu pun dia yang memaksa lelaki ini untuk menemani nya makan saat itu.


"Maaf saya minta air putih, tolong singkirkan jus jambu ini"


"Apa tidak suka? bisa ganti dengan jus lain"


"Maaf saya seorang model, tuan"


"Baik lah, bawakan air putih"


Mereka pun makan dengan lahap, Min nampak memakan sayuran, menyisakan kentang rebus dan setengah porsi steak.


"Apa makanan nya tidak enak atau tidak sesuai selera bisa di ganti, aku memanggil chef dari resort"


"Semua nya enak tapi maaf aku tidak bisa menghabiskan semua porsi makan ku, aku sedang malas nge-gym tuan CEO"


"Oh baik lah"


"Maaf saya bergabung dulu dengan tim ada yang mau ku bicarakan"


"Silahkan"


Min bangkit dari duduk lantas bergegas menuju tim. Rei memandangi wanita cantik yang perlahan menjauh itu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2