
Tok.
Tok.
Tok.
Pintu ruang kerja Aksara diketuk sekertaris nya.
"Masuk"
"Maaf pak, ada tamu untuk bapak"
"Persilahkan masuk"
Aksara kira salah satu kolega bisnis nya yang berkunjung namun setelah pintu dibuka nampak lah seseorang wanita cantik dengan balutan dress berwarna navy selutut. Wanita cantik itu seolah menggoda juga begitu sexy dengan dress yang melekat pas di tubuhnya.
"Ada apa kau datang kesini?"
Ucap Aksara dingin, sedangkan yang ditanya mengepalkan erat jari jemarinya.
"Kalau tidak ada yang penting lebih baik kau tinggalkan kantor ku, aku masih banyak berkas yang harus kau periksa!"
Dengan cepat Karenina merubah ekspresinya, dengan berlenggok manja lagi menggoda menghampiri Aksara.
"Mas, jangan kasar dong, kan aku kemari juga ingin melihat diri mu seorang"
Seraya semakin memperdekat jarak Karenina melalukan kontak mata, memperlihatkan lekuk tubuh sexy nya. Aksara hanya menghela nafas panjang, wanita pemancing hasrat yang sangat amatir pikirnya. Aksara terlihat diam, hingga memberikan akses Karenina untuk duduk dipangkuan lelaki matang, kaya raya nan tampan itu.
'Dasar si bodoh Catherine, dia tidak punya akal meninggalkan lelaki sesempurna ini, bahkan dia kaya juga ototnya membuat ku ingin naik ke ranjang nya setiap malam'
Gumam Karenina.
Bugh....
Karena sibuk dengan khayalan nya Karenina tak sadar jika Aksara sudah berdiri dan menjatuhkan tubuh ramping nya hingga tergeletak dilantai.
"Aduh pantat ku, sakit"
Ucap Karenina, berharap Aksara mendengarnya.
Aksara segera keluar karena ada meeting di restoran xxx.
'Sial dia begitu susah dibodohi, maka aku akan melampiaskan pada gadis rubah mu itu'
Karenina tersenyum devil.
Dengan cepat pula melangkah keluar, lalu menuju kampus.
Tepat sebelum jam makan siang, Aksara sudah sampai dikantornya kembali. Berniat makan siang dikantor saja namun ketika membuka ruang kantor ada dua manusia yang sudah duduk di sofa ruang kerjanya.
"Rayz sudah kembali ya?"
Aksara hanya tersenyum simpul,.
"Om kami sudah menunggu mu sedari tadi, lagi pula mommy membuatkan mu makan siang yang lezat cobalah"
Mengulurkan satu kotak makan siang pada Aksara.
"Aku sudah makan diluar boy, kau saja yang makan ya"
Ahaaz mengangguk, ya wanita itu adalah Catherine kisah cinta wanita masa lalu Aksara.
"Benar kau sudah makan?"
Aksa mengangguk meskipun perut terasa sedikit lapar.
__ADS_1
'Kenapa datang disaat seperti ini sih?'
Gerutu Aksara, sambil menekan interkom dari ruang kantor nya.
"Buatkan dua cangkir teh hangat, susu, juga camilan kering dan berat"
Titahnya tanpa menunggu jawaban dari seberang Aksara menutup saluran interkom nya.
Beberapa saat setelahnya datang semua yang dipesan oleh Aksara, lelaki itu segera menyeruput teh hangatnya.
"Ayo minum"
Mereka mengangguk, sedangkan Aksara memakan camilan ringan lalu ke berat.
"Kamu belum makan kan Rayz?"
"Sudah, hanya saja karena banyak keluar tenaga jadi butuh asupan energi lagi, aku udah makan nasi jadi males makan lagi makanya nyemil gini supaya perut terisi terus"
Aksara berucap dengan tenang sambil memakan sedikit demi sedikit camilan kue kering itu.
Kedua ibu dan anak status itu segera undur diri dari kantor Aksara, Aksara merasa lega.
"Melki cepat pesankan aku sebungkus nasi padang, tambah daging, teh anget, buah mangga, juga puding nya"
"Baik bos"
Dengan segera Aksara menunggu pesanannya datang, 1 jam menunggu lalu Melki asistennya itu datang.
"Cepat sajikan"
"Baik bos"
Melki menyajikan nya di meja makan, sedangkan Aksara langsung duduk lalu dengan cepat melahap sebungkus nasi padang itu. Lalu dengan santai meminum teh hangat lanjut menyantap puding dan juga buah segar nya.
"Bos belum makan?"
"Ada Cath kesini?"
"Dia melarang bos makan?"
"Aku tidak sudi makan makanan nya"
"Oh, baik lah saya kembali bekerja"
Ddrrttt......ddrrttt.
Ponsel Aksara bergetar sebuah panggilan dari sang mommy.
"Iya mom, kenapa?"
"...........…......"
"Iya sampai jumpa"
Seperti nya Aksara sudah tidak punya jalan lain selain harus mengeluarkan burung murai cantik nya.
"Bos ada apa?"
Aksara menggelengkan kepalanya.
Selama seminggu sudah Catherine dan Karenina mengunjunginya di kantor.
Dia segera pergi meninggalkan ruang kantornya menuju ke suatu tempat, dan disana dia menyaksikan jika gadisnya sedang mendapat hukuman. Dengan segera Aksa mendial sebuah nomor dan dia sudah mendapatkan informasi lengkap nya.
Aksara turun dari mobil setelah melepaskan dasinya, membuka dua kancing kemeja atas nya, menyugar rambutnya hingga terlihat berantakan, menyemprotkan minyak wangi dan melepas jas nya. Memasuki kawasan kampus seperti seorang model yang berusia matang juga lajang, terlihat beberapa mahasiswi yang tatapan mereka begitu mendamba sosok seorang Wicaksara.
__ADS_1
"Sedang apa?"
Aksara menyapa Cinta yang sedang berdiri dengan satu kaki, setelah dirinya selesai ruang kerjanya di kampus itu.
"Sedang dihukum"
"Nilai mu paling jelek ya"
Cinta membuang mukanya didepan Aksara, sungguh dia muak sekali ketika design contoh interior rumah miliknya itu dirobek pada hal Cinta mengerjakannya sudah hampir rampung dalam 3 minggu ini. aksara tahu jika istri cantik nya kecewa.
"Aku sudah minta ijin ke pihak kampus mu untuk bolos, ayo om ajak kamu belanja"
Cinta menatap Aksara yang sedikit tersenyum jahil. Mendekat pada tubuh Cinta yang bersandar pada tembok, menghimpitnya, Aksara si om jahil memasukan tangannya ke dalam baju Cinta mengusap perut istrinya, Cinta memejamkan mata nya.
'Dasar om tua jahil'
Gumam Cinta.
"Iya aku ikut"
Aksa kembali tersenyum, berjalan diikuti Cinta dibelakang nya.
"Auuhhhh....."
Aksa menengok kebelakang, terlihat Cinta yang kesakitan karena kaki nya yang kram.
"Kram?"
Cinta mengangguk, lantas Aksa segera menggendong nya memasuki mobil meletakkan tubuh Cinta disamping kursi pengemudi.
"Kita mau kemana om?"
"Cari makan"
"Tumben?"
Aksara melirik kearah bibir yang memanyun itu.
"Kenapa apa lebih suka didalam apartment"
Tanya Aksa, Cinta menggeleng juga mengangguk dengan imut.
"Apa maksudnya itu?"
"Cinta suka di apartment, tapi kadang Cinta juga bosan, kan om sering pergi Cinta kesepian dong"
Cekkiitttt...
Mobil di rem mendadak, dahi Cinta sampai membentur dashboard mobil.
"Om ihh....."
Cinta mendadak kesal.
"Maaf, jadi kamu kesepian kalau om tinggal?"
"Pake nanya aku kan cewe"
"Gitu aja cemberut"
Mencubit pipi mulus Cinta.
"Ihh om....."
Cinta mencoba mencubit balik namun tak pernah kena, Aksa sudah melepas seat belt milik nya. Cinta asik meraih pipi Aksa tak terasa bibir nya sudah ditempeli benda kenyal milik Aksa, *******, mengecap bibir Cinta adalah kegiatan yang sangat disukai Aksa saat ini, bahkan tangan lelaki itu sudah mencapai dua gundukan kenyal Cinta yang hanya sebesar telapak tangan besar Aksa. Cinta menahan ******* dari mulutnya ketika tonjolan kecil itu dipilin jari jemari Aksa.
__ADS_1
Maaf ya guys yang hot nya kepotong🤣🤣🤣
BERSAMBUNG.