
Rei baru pulang setelah menjelang petang.
"Kok baru pulang?"
"Iya, tadi habis beli buku itu niat nya mau beli minuman yang seger nek, tapi ada pencopet ya sudah Rei balik lagi tidak jadi beli"
"Benar itu, segera pergi jangn terlibat"
"Iya"
Namun pria berjubah melihat ekspresi pria kecil seperti nya sudah terjadi sesuatu.
Mereka nampak menyantap makanan nya dengan lahap, nasi putih hangat, dengan sayup sop ditambah tertelan daging didalam nya. Tak lupa sambal terasi, tahu, tempe juga ayam goreng.
"Rei kenyang nek, terimakasih"
"Mau kemana?"
"Nonton tv, kenapa nek?"
"Nenek kira kamu mau tidur?"
"Perut begah begini, ngantuk sih nek"
Rei langsung tertawa dengan tawa yang khas nya.
Nenek juga kakek menemani Rei untuk menonton televisi kesukaan mereka yaitu acara kontes dangdut disalah satu stasiun swasta. Nenek dan kakek sangat meresapi tontonan mereka.
"Nek, kek, Rei mau tidur dulu, besok mau ngampus"
"Baik lah tidur sana!"
Sang kakek menjawab, camilan, aneka kue juga teh hangat tersaji mereka menonton sampai malam tengah malam.
Sementara di penthouse seorang pria yang tak lain adalah Aksara sedang berpikir bahwa pertemuan itu sangat mendadak.
"Aku sangat yakin itu!"
Gumam nya oleh karena itu dia menghubungi Melki yang punya kenalan untuk mencari tahu plat motor bocah itu.
Ddrrrtt...ddrrtttt.
Ponsel pintar Aksara berbunyi dengan nyaring.
"Iya mah"
"Kata nya papah akan pulang besok pagi, kok batal sih"
"Iya papah masih ada pekerjaan"
"Apa papah selingkuh dari mamah disana?"
"Astaga mah, mana ada pikiran begitu"
"Terus kenapa ga tepat janji?"
"Masih ada pekerjaan mah"
"Awas aja kalau selingkuh, ku belah pusaka mu"
Tut.....
__ADS_1
Sambungan ponsel dimatikan sepihak, lantas Aksara segera memegang pusaka nya.
"Apa iya bisa di belah"
Aksara ngeri sendiri, sejak mempunyai ikatan pernikahan dengan Cinta tak sedikitpun ingin berpaling ke wanita lain.
Suasana pagi begitu segar, dengan kicau burung yang merdu. Rei membuka mata nya menatap langit yang berwarna biru bagai gaun indah sang Dewi.
"Cerah sekali, sayang aku harus masuk ke kampus hari ini"
Rei segera mandi, memakai kemeja biru bergaris coklat dengan jeans hitam dan sepatu hitam nya. Rei turun ke bawah untuk sarapan, dimeja makan semua hidangan sudah terhidang semua.
"Selamat pagi nek?"
"Kau sudah bangun cepet sarapan, nenek sudah membawakan mu bekal ini"
"Wah terimakasih nek"
Rei melahap nasi goreng telur ceplok dengan toping suwiran ayam itu. Pria berjubah memperhatikan bocah lelaki itu sambil membuat kopi hitam nya.
Rei segera melajukan motor matic nya karena sebentar lagi pasti akan macet. 45 menit akhirnya sudah sampai di kampus nya, banyak berkerumun murid seperti diri nya di papan pengumuman.
Sambil menunggu jam 8 waktu berkumpul Rei duduk di sebelah papan pengumuman itu.
"Ayo semua cepat kumpul"
ada beberapa siswa yang ditunjuk untuk mengenalkan gedung dan tempat apa saja yang ada di kampus agar mereka ke depan nya tidak tersesat.
Semua calon mahasiswa itu berkumpul, lalu di bimbing oleh kakak angkatan mereka yang ditunjuk untuk menunjukkan beberapa tempat.
"Akhir nya selesai"
Gumam Rei dengan semangat.
"Ahhhhhh.........."
CEKKITTTTYY...
Dengan kemampuan rem cakram nya Rei mengerem motor nya dengan sangat cepat karena hampir menabrak kedua orang lelaki sebaya nya.
"Maaf melintas secara tiba-tiba di hadapan mu bro"
"Tak apa, aku hanya terkejut"
"Bos cepat pergi mereka mengejar kita"
"Siapa yang mengejar kalian?"
"Itu mereka"
Rei melihat 3 orang dengan pakaian hitam serba sobek lagi mereka sangat bau.
"Hei kalian berdua cepat kemari!"
Perintah mereka.
"Siapa kalian?"
"Kau tidak ada urusan dengan kami cepat menyingkir, kami ada urusan dengan dua tikus itu"
"Hei siapa kalian, kalian tidak boleh menindas orang ya"
__ADS_1
"Kau mau jadi pahlawan hah!"
Rei langsung turun dari motor matic nya.
"Kalian jaga motor ku dengan baik"
"Baik"
Rei mendekati ketiga orang sangar dan bau itu.
"Kalian apa nya mereka? urusan apa yang tidak boleh aku ikut campur?"
"Mereka anak wali kota, kami hanya meminta sedikit uang jajan nya"
"Kalau meminta harus dengan cara baik-baik, tidak dengan memaksa"
"Memang nya kenapa! jangan ikut campur!"
Seketika ketiga nya akan berlari mengejar kedua orang tadi.
"Tolloonnggg........."
Mereka sudah meringkuk akan dihajar seperti biasanya.
Bughhh...bughh.....bughhh.
Namun sampai 5 menit kemudian kedua orang itu tak merasakan apa pun.
"Kalian bangun lah, mereka sudah pergi"
Seketika mereka berdua saling pandang.
"Kau menghajar mereka?"
"Tidak, hanya mencubit mereka"
"Wooaahh, kau sangat hebat sobat"
"Tidak"
"Aku ingin menjadi teman mu, nama ku RAVENDA ARDANA, aku ank wali kota"
"Aku juga ingin jadi teman mu kawan"
"Tidak Yos, jika dia teman ku maka dia juga bos mu"
Rei tertawa.
"Katakan siapa nama mu?"
"Aku Rei"
"Kita adalah teman"
"Baik lah ayo ku antar kalian pulang"
Mereka mengangguk setuju, lantas berbonceng 3 menuju rumah.
Sementara Aksara menghubungi Melki untuk kepastian plat nomor itu.
"Maaf tuan tidak tercantum"
__ADS_1
Dengan lesu Aksara kembali ke negara B, namun dia akan kembali beberapa hari lagi. Aksara sudah terbang mengudara di langit untuk kembali pada istri serta keempat anak nya.
BERSAMBUNG.