TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.370


__ADS_3

Andra dan istri nya serta William dan Lisa benar-benar menginap di hotel yang sangat indah itu.


Hotel yang Andra bangun untuk sang istri 2 hari lagi karena akan berulang tahun yang ke 25.


Tapi Andra memberikan hadiah nya sekarang.


"Mas terimakasih ya"


"Terimakasih buat apa sayang?"


"Buat kejutan nya loh"


"Kamu suka?"


"Suka banget mas"


Mas senang kalau kamu suka sama kejutan yang mas berikan sayang"


Andra dan Rindi kini sedang berada di balkon hotel mewah itu.


William dan Lisa mereka menikmati bersauna bersama yang ada di balkon yang tertutup milik kamar hotel mereka.


"Nyaman banget ya sayang, Andra emang the best banget hotel nya"


Lisa tersenyum, William mendekat pada Lisa, lelaki nya itu menyelam entah apa yang dia perbuat di dalam air.


William kembali memunculkan kepala nya dan tersenyum culas.


"Sedang apa di dalam air?"


William menunjukkan sesuatu yang membuat mata Lisa melotot.


"Kok bisa?"


Ucap Lisa dengan kekagetan nya itu, William tersenyum, Lisa hendak bangkit namun terlambat sudah suami nya sudah menangkap nya.


"Tertangkap"


Ujar William langsung membalik tubuh Lisa dan ******* bibir mungil Lisa tanpa ampun.


Meski Lisa memukul dada William berkali-kali namun tetap saja lelaki itu mengusap lidah nya dengan rakus.


Setelah William puas mencium wanita nya lantas segera membalik posisi Lisa memunggungi nya lalu membuka paha dan membuat wanita sedikit condong kedepan, tanpa basa basi lagi William memasuki istri nya.


air sauna berombak seperti tsunami akibat terjangan Will pada Lisa.


"Mas....."


Lirih Lisa karena kaku nya mulai kram, sementara William terus memacu nya meski sudah yang kedua kali mereka melayang.


"Kaki ku kaya nya kram mas"


Namun bukan nya menjawab Will hanya terdiam malah dia memeluk tubuh istri nya semakin erat karena lelaki itu sedang menembakkan peluruh sakti nya.


"Ya sudah mas gendong ya"


Will mencabut tongkat ajaib nya dari sarung nya lantas membalik posisi mereka berhadapan kembali Will membenamkan ular cobra nya untuk masuk ke gua milik nya.


Will menggendong Lisa keluar dari sauna lalu merebahkan wanita itu disisi kolam, di kursi panjang. Will seakan tak pernah puas lantas kembali menggauli istri nya.


Lisa pun hanya bis pasrah karena keinginan suami nya yang begitu tinggi akan ***.


Bahkan Will karena kelelahan tidur diatas istri nya hingga menjelang malam.


Di mansion kediaman keluarga Mid, German bertamu, dia kangen pada istri nya juga ingin membujuk wanita itu agar mau tinggal di mansion milik nya.


"Tuan, di luar ada tuan German bertamu?"


Ucap Novan.


"Suruh masuk Van"


Ucap Daddy Rei yang sedang bekerja di ruang kerja nya bersama Aryos asisten nya.


"Bagaimana?"


"Tuan menyuruh anda masuk tuan German"


"Terimakasih ya"

__ADS_1


German tersenyum cerah, dia sudah berdandan ala nya tak lupa menyemprotkan parfum kesukaan Amelia dahulu.


Daddy Rei datang menemui German, sambil tersenyum lucu kearah lelaki itu.


"Kau ini Rei"


Karena Daddy German tau, Daddy Rei sedang menertawai nya.


"Panggilkan nyonya Amelia"


Ucap nya pada Novan.


"Siap tuan"


Novan segera beranjak menuju kedalam kamar yang ibu Amelia tempati, lantas mengetuk nya.


Tok......tok.....


KLEAK.........


"Novan ada apa?"


"Nyonya dibawah ada tuan German ingin bertemu dengan anda"


"Ya sudah ayo kita turun"


Novan mengangguk lantas segera bergegas untuk membuntuti ibu Amelia karena takut kepleset.


German yang melihat Amelia pun segera menghampiri nya saat lelaki itu melihat wanita pujaan nya selama ini.


"Amel, aku datang"


Ibu Amelia terdiam, memandang Daddy German.


Daddy Rei langsung berdehem untuk kedua nya sadar.


"Kami tinggal ya"


"Iya, terimakasih Rei"


Daddy Rei segera bergegas masuk kedalam kamar.


Pelayan mansion keluarga Mid segera menyuguhkan teh hangat dan beberapa camilan, buah serta buah kering.


"Aku baik, apa kabar mu juga?"


Ibu Amelia sedikit canggung karena ini juga pertama kali dekat dengan German lagi lelaki satu-satu nya yang pernah mengisi hati dan hari nya.


German berdiri lantas segera duduk di sisi ibu Amelia untuk lebih dekat berbicara dengan wanita pujaan hati nya itu.


"Mel, sebenar nya kedatangan ku kemari ingin memboyong mu ke kediaman ku, bagaimana menurut mu?"


Ibu Amelia melihat lelaki yang duduk disamping nya itu.


"Akan tetapi kedua anak ku berada disini"


Lirih ibu Amelia.


"Aku tahu, tapi kan mereka sudah besar Mel, aku juga ingin berduaan dengan mu"


Lirih German.


Ibu Amelia memukul lengan lelaki disamping nya.


"Kau seperti ABG jatuh cinta saja Ger?"


"Memang, lalu kenapa?"


"Sebentar lagi kita akan punya cucu"


"Pasti mereka akan mengasuh anak mereka sendiri-sendiri paling kita kebagian menjaga saja"


"Sudah mau kakek-kakek kelakuan kaya anak ABG"


Ibu Amelia menggelengkan kepala nya itu.


"Aku itu kakek yang keren loh Mel jangan salah, mau ya pindah ke mansion ku"


"Nanti aku pikirkan lagi ya, seandainya aku pindah pun aku ingin tetap menjenguk anak-anak ku"

__ADS_1


"Pasti kok, aku akan selalu mengijinkan mu untuk berkunjung kemari"


Ucap German mengecup tangan Amelia.


"Ya sudah aku pulang dahulu ya"


"Tidak mau menginap disini?"


German tersenyum.


"Aditya di sana sendirian"


"Baik lah, hati-hati ya"


"Mommy mau kemana?"


Ucap Daddy Rei ketika mommy Jasmin hendak bangkit dari sofa di kamar mereka.


"Turun ambil minum kenapa?"


"Jangan turun"


Mommy Jasmin mengerutkan kening nya lantas mendekat kembali.


"Memang kenapa?"


"Ada aki-aki lagi ngapel"


"Maksud nya dad?"


"Si German ngapelin kak Amelia mu itu"


Ucap Daddy Rei gemas.


Mommy Jasmin langsung tertawa terbahak-bahak.


"Beneran?"


"Kenapa Daddy harus bohong lah mom"


Mommy Jasmin kembali tertawa lantas segera duduk disisi Daddy Rei kembali.


"Sukur lah hubungan mereka kembali membaik ya dad, kasihan mereka berdua berpisah karena keadaan"


"Iya sih mom"


"Bukan nya Aditya kata nya anak angkat Daddy dahulu?"


"Iya anak angkat kenapa?"


"Bisa ya kalian mengasuh anak kalian berdua secara tertukar?"


"Nama nya juga takdir lah mom"


Daddy German sudah pergi kembali ke mansion nya. Tepat saat itu juga Roy Bru pulang dia menggandeng sang pacar masuk kedalam mansion keluarga Mid.


"Ayo sayang kita ke kamar saja"


Rose mengangguk dengan patuh pada Roy.


"Kamu mandi dahulu, aku keluar sebentar ya"


"Iya"


Roy bergegas menemui Novan dan Anita di halaman samping.


"Wah sudah datang bos?"


"Dimana tuan muda?"


"Mereka belum kembali"


Roy mengangguk lantas segera masuk kembali kedalam mansion.


"Sombong nya mentang-mentang sudah punya pacar!"


"Ih kamu iri ya, kasihan deh kamu"


Ucap Anita lalu pergi, Novan hanya bisa mendengus saja.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2