
Cinta sudah sampai di rumah, dia bekerja setengah hari karena hari sabtu. Di perusahaan lain mungkin libur seperti anak tetangga, namun tidak di Alkatiri mereka berangkat namun juga dihitung lembur jadi gajinya 2 hari. Cinta tidak keberatan dari pada dia harus di rumah bersama wanita atau lebih tepatnya ibu palsu nya.
"Indy baru pulang, mandi dulu lalu makan ya"
Cinta melirik pakaian wanita paruh baya itu, sedikit kinclong juga berbau parfum khas wanita tua.
"Mau kemana mah?"
"Mau ziarah kubur ke desa asal papah mu, 1 minggu saja mamah tinggal disana"
"Baik lah"
Cinta mengangguk lantas segera masuk ke rumah.
"Oh ya mamah sudah belanja untuk kebutuhan dapur 1 minggu kedepan jika kamu lapar ada semua di lemari es ya"
"Iya mah, hati-hati di jalan"
Cinta tak merisaukan ibu palsu nya itu, toh bukan urusannya hingga harus memeperhatikan detailnya anggap saja Cinta membantu menjaga seorang ibu.
1 jam Cinta mandi lantas memakai kaos rumahan seperti gadi pada umum nya.
"Malas lah makan di rumah, di simpan saja, aku cari makan di luar saja"
Setelah semua makanan itu di simpan, Cinta segera pergi ke jalan raya depan gang mencari pedagang bakso, pedang siomay atau pedagang apa pun yang dia suka.
'Hem seperti nya hidup mu lumayan baik'
Gumama seseorang yang selalu mengawasi gerak gerik Cinta, dia seperti hantu meski mengungit tapi tak berjejak. Cinta sudah memesan semangkok bakso pedas, selesai dengan bakso itu Cinta kembali berjalan membeli minuman yang segar es dawet juga rujak buah dengan saos manis.
"Perut ku kenyang sekali, seperti nya pulang lalu tidur enak"
Cinta dengan riang gembira menikmati waktu nya, dia sudah pasrah asal anak-anak nya selalu mereka jaga dengan baik dan sehat.
"Nyaman sekali tinggal di rumah sederhana, senyap, anggap saja sebagai liburan"
Cinta baru saja membaringkan dirinya pada ranjang yang menampung kasur satu setengah dari lebar badannya itu.
Drrtt...ddrrtt.....ddrrtt.
Ponsel pintar Cinta berbunyi namun Cinta tak menghiraukannya, terlebih Cinta mulai memejamkan matanya.
Tlong sebuah pesan masuk, dengan malas Cinta mengambil ponselnya lantas menerima pesan darurat.
Drrttt...ddrrrttt.
"Iya"
"Kau tunggu kurir ku mengentar baju pesta, kau juga akan di dandani, datang lah pukul 8 malam ke alamat xxx ini"
Ucap karenina dan langsung mematikan sambungan ponsel itu.
__ADS_1
"Kenapa aku harus datang? urusan mu bukan urusan ku, aku hanya menyetujui persyaratan tertulis"
"Jangan banyak tingkah, turuti saja"
Tut..
"Sebenarnya apa rencana nya?"
Gumam Cinta seolah dia sedang bertanya pada seseorang.
Tling......
Cinta membuka ponselnya, mata nya terbelalak dengan isi pesan itu.
'Jika kau tidak datang ke alamat itu tepat waktu maka putra mu akan musnah!'
Tulis si pengirim yang tak lain adalah Karenina itu.
Cinta terdiam, air mata nya meleleh seketika, sungguh jika saat ini dia tidak ingin berpartisipasi dengan oermainan petak umpet berhadiah yang di sponsori ulat bulu Karenina itu.
"Mamah harus bagaimana nak?"
Cinta bertanya sambil mengelus foto bayi kembar nya, jagoan- jagoan tampannya itu tersenyum imut.
Cinta mengusap air mata nya, dia harus menjalankan semua perintah Karenina itu. Segera melakukan merawat mata nya agar tidak sembab juga bengkak. 2 jam setelah nya, penata rias juga para designer datang untuk memantaskan penampilan Cinta.
"Nona kami hanya memoles make up gipis"
Tepat jam 7 semua sudah selesai, lantas Cinta memesan taksi online. Taksielaju dengan kecepatan sedang namun di tengah jalan taksi itu ban belakang nya meletus. Hingga terpaksa Cinta mengantri di halte bus, hujan tak disangka turun. Ponsel Cinta silent, sehingga beberapa panggilan tak terjawab pun menumpuk.
"Kemana dia? kenapa belum muncul batang hidung nya?"
Karenina terlihat mondar-mandir di halaman rumah mewah milik Smith.
"Ini sudah jam 8 lewat, sebentar lagi Aksara datang, si brengsek ini malah kelayaban tidak karuan"
Karenina terus menggerutu.
"Pengawal cepat cari tahu daerah sekitar ini, nama wanita ini apakah masih di rumah? jangan lupa hubungi penata rias juga designer yang di kirim ke alamat itu tadi siang"
"Baik nona"
Karenina segera naik ke lantai 2 karena dia gidak boleh terlihat oleh Aksara, bisa mati dia jika Aksara tahu bahwa Karenina lah orang dibalik semua kekacauan hidup nya.
"Drama ini pasti seru, apakah sang pangeran masih mengenali Cinderella nya? ha..ha"
Karenina tertawa terbahak dengan semua skenario yang dijalankannya.
"Oh aku sungguh tidak sabar melihat mu membunuh anak-anak dan istri mu sendiri yang paling kau kasihi lagi kau damba tuan Wicaksara Rayz Alkatiri"
Karena Karenina melihat mobil Aksara melewati gerbang lantas pemiliknya turun dari mobil mewah itu dengan pakaian yang sangat elegan, tampan juga berwibawa.
__ADS_1
Smit menyambut Aksara di halaman rumah mewah nya, berjabat tangan juga sedikit berbasa-basi dengan kata-kata konyol nya. Kini mereka masuk, segera menuju ruang makan mewah, sementara Karenina mengawasi dari layar kaca yang dipasang diseluruh rumah yang Smith tempati. Bukannya Aksara gidak tahu, bahkan Melki n Dino yang berjaga di luar pun mengetahui semua nya.
'Si bodoh ini ternyata hanya pion'
Ucap Melki dalam pikirannya.
'Dia salah besar mengundang tuan datang kesini!'
Lanjutnya.
"Silahkan duduk tuan Rayz"
Ucap Smith dengan tersenyum ramah.
'Kalau bukan karena Karenina, aku tidak akan mengundang harimau ke sarang ku!'
Ucap Smith, jujur dia sedikit merinding dengan tatapan tajam dari Aksara itu.
Aksara duduk sementara hidangan yang lezat sudah terhidang di meja makan yang besar itu, olahan makanan terkenal dari beberapa negara tersaji.
"Nampak nya tuan Smith sangat antusias menjamu kami"
Ucap Melki.
Smith hanya tersenyum dia sedikit tahu sikap kedua asisten dari Aksara ini.
Para pelayan datang menyajikan makanannya seorang satu. Mereka makan dengan khidmat lagi tenang, apalagi Aksara makan dengan gaya elegan lagi dengan tata krama makan di ruang makan.
Sementara Karenina masih kesal menunggu Cinta yang tak kunjung datang sementara Smith menyalakan alarm. Dengan terpaksa Alarm dibalas Larenina agar Smith memulai perjanjian nya dengan Aksara.
"Jadi penawaran apa yang mau kau sidorkan pada ku?"
Smith terdiam sesaat lantas tersenyum.
"Kau sangat terburu-buru anak muda"
"Benar!"
"Aku bersedia mengembalikan setengah milik mu asal kau menikahi Alie ku, putri angkat ku satu-satu nya"
Aksara tertawa seolah telah menemukan mangsanya, membuat Smith agak kaget begitu pun seseorang yang mengawasi mereka sejak tadi.
"Dia bukan putri mu, tapi teman ranjang mu"
"Bagaimana pun kau tetap harus menikahi nya, karena persyaratan hanya dia seorang"
Belum juga Aksara menjawab namun seseorang masuk dan mendekat.
Tak....tak.....tak.
Semua orang menoleh dengan langkah high hells itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.