
Rei tertidur kembali karena menunggu jam 9 pagi dia baru ada kelas jm 10 siang.
Tok....tok.....tok.
Pintu diketuk dengan lembut, Rei berpikir itu nenek nya yang membawakan sarapan nya keatas.
"Masuk"
Rei berseru tanpa membuka mata nya.
Klek.
Pintu terbuka lalu masuk lah seseorang ke dalam kamar nya, langkah itu terhenti terlihat mengawasi sesuatu di kamar nya.
"Kenapa nyonya Alkatiri yang masuk! kemana nenek ku?"
"Nenek sedang sibuk membuat camilan, jadi aku yang membawakan mu sarapan boleh ya?"
Rei terdiam, melihat makanan kesukaan nya yaitu nasi goreng ayam dengan toping seafood yang super lezat.
"Ayo makan dulu nasi goreng nya nanti keburu dingin ya"
Rei mengangguk, Cinta hendak menyuapkan makanan itu kedalam mulut Rei.
"Saya bisa sendiri nyonya"
Cinta mengangguk, nyata nya anak bungsu nya belum menerima diri nya. Wajar karena baru bertemu 4 atau 5 kali saja.
"Habiskan ya"
Rei mengangguk, Cinta segera keluar dari kamar anak bungsu nya yang selera dan kesukaan nya mirip dengan sang suami.
"Kau benar-benar anak nya, semua gen nya 100% diturunkan pada mu"
Lirih Cinta setelah keluar dari kamar si bungsu.
"Bagaimana?"
"Mamah"
Cinta kaget karena nenek Aryandy tiba-tiba muncul di hadapan nya.
"Kenapa? apa dia memakan nya?"
__ADS_1
Cinta mengangguk.
"Yang sabar, dia sedikit keras kepala"
"Benar seperti papah nya"
"Juga kakek nya jangan lupa"
"Mamah bisa saja, Cinta boleh ya seharian main disini?"
"Ini juga rumah milik mu, mau tinggal disini juga sangat boleh"
Kedua nya terlihat menuruni tangga bersama dengan gembira lantas menuju dapur. Semua itu tak luput dari perhatian tuan besar Aryandy.
"Semoga selamanya seperti ini"
Lirih kakek Aryandy.
Tak lama kemudian Rei menuruni tangga dengan membawa piring kosong bekas sarapan nya.
Lelaki muda itu menuju ke dapur, dan menaruh piring kosong di bak cucian nya.
"Sudah selesai sarapan nya?"
Sang nenek melirik wanita paruh baya di sebelah nya, mereka sama-sama tersenyum.
"Apa lebih enak dari biasa nya?"
"Iya ini lebih enak, nenek pakai resep baru ya?"
"Tidak ada resep baru, mungkin hanya suasana hati mu saja yang lebih bahagia"
Ucap nenek sambil terkekeh geli.
"Nenek jangan menggoda Rei ya!"
Rei segera naik ke lantai atas.
"Kenapa tidak mengatakan pada anak nakal itu jika itu masakan mamah nya bukan masakan nenek nya"
"Aku takut dia menolak pemberian itu mah"
"Baik lah, ambil hati nya dengan perlahan"
__ADS_1
"Iya Cinta akan bersabar mah"
Mereka terus melanjutkan perbincangan tanpa mereka ketahui seseorang berada di balik tembok di samping nya.
Dia adalah Rei yang akan berpamitan hendak ke kampus karena sudah jam 10 siang.
"Sampai kapan kau mau berdiri disana?"
"Kakek"
"Kata nya mau berangkat, segera lah berpamitan kepada kedua wanita itu"
"Iya kek"
Nenek mendekat karena terdengar keributan dibalik tembok.
"Loh kok malah bersantai di balik tembok bukan di ruang keluarga?"
Cinta juga datang untuk melihat.
"Mau ke kampus nak?"
"Iya nyonya, nenek dan kakek, Rei berangkat dulu, sampai jumpa"
"Hati-hati nak"
"Dino ikut lah dengan nya"
"Baik"
Dino berjalan di belakang Rei.
"Mah, Rei suka makan nasi goreng ya?"
"Benar dia sangat menyukai nasi goreng, nge gym, lalu dia sangat suka cake dan camilan manis lain nya"
Cinta tersenyum dan mengangguk.
"Dia persis seperti papah nya, semua nya mah menurun dari gen papah nya"
"Oh ya, benar-benar anak papah ya"
Mereka mengobrol kan Rei sejak bayi hingga sekarang.
__ADS_1
BERSAMBUNG.