
Min segera bergegas menuju ke ruangan kerja nya mengikuti pihak HRD yang menunjukkan jalan.
"Min tunggu"
Rave memegang tangan Min dengan segera, meski Min berusaha untuk menolak nya.
"Kau kembalilah, saya yang akan mengantarkan nona Jasmin ke ruangan nya"
Orang yang ikut menemani Min pun pergi kembali ke ruangan nya.
"Maaf pak saya harus bekerja"
"Tunggu Min, aku sangat senang sekali kau sudah bisa bekerja, kau tahu aku memikirkan mu setiap malam"
"Maaf pak"
Min berontak dengan keras.
Kebetulan yang tak sengaja Rei baru datang ke kantor jam 9 pagi, dia melihat Rave menghimpit seorang wanita.
"Apa itu Rave, tuan?"
"Mungkin"
Rei hanya ingin lewat, namun seperti nya mereka tidak melihat kedatangan nya.
"Lepaskan aku!"
__ADS_1
Deg.....
Rei berhenti dari langkah nya, menunggu wanita yang Rave peped ke tembok keluar.
"Ada apa ini?"
Rei dengan tenang berkata seperti itu, Rave yang baru tersadar dengan suara yang familiar segera menengok ke balik punggung nya. Kini terpampang nyata gadis yang barusan Rave peped.
"Kecilkan suara kalian jika ingin bermesraan!"
Rei berlalu dengan diikuti oleh Aryos, sedangkan Aryos tersenyum smirk melangkah melewati Ravenda.
Min segera berlari menuju ruangan kantor nya dengan bertanya pada beberapa karyawan yang lewat. Tugas sudah menanti Min dengan menumpuk diatas meja nya.
"Tuan"
Rei mendongak kearah Aryos yang berdiri di samping nya.
"Lupakan saja, aku sedang sibuk"
"Baik"
Aryos keluar untuk makan siang, kejadian tadi pagi sungguh menegangkan bagaimana bisa Ravenda menggoda istri tuan mereka.
Min merupakan karyawan baru, dia belum terlalu akrab dengan sesama karyawan Min pergi ke kantin perusahaan yang menyediakan makanan gratis disana. Min mengambil bakso kuah segar, pikiran nya sedang kalut saat ini. Min seperti wanita bersuami yang kepergok selingkuh.
'Harus bagaimana menjelaskan nya?'
__ADS_1
Min bergumam sambil mengaduk-aduk bakso sapi yang dia ambil dari kantin. Dia tidak mengambil jatah nasi nya karena dikira akan kenyang dengan hanya memakan bakso.
Min melihat Rei masuk ke kantin, beberapa orang menyapa dengan hormat. Disini lah Min melihat Rei yang begitu berbeda, arogan, dingin lagi nampak sangat kejam.
Beberapa pelayan menyambut dengan hidang high clas ala western. Masakan yang disajikan sangat mahal ditambah minuman yang sangat enak. Min tidak pernah berpikir demikian, bahkan kadang dia memasak sederhana sekali. Min menundukkan kepala nya sambil memakan bakso sapi nya.
'Rupa nya selera nya itu bukan masakan ku, aku dengan bodoh nya tadi pagi juga memasak nasi goreng'
Dalam hati Min teriris.
Para karyawan satu persatu meninggalkan kantin, sementara bakso yang Min pesan masih tersisa banyak. Tapi dengan cepat Min juga berdiri untuk pergi dari kantin.
Rei memperhatikan gadis itu, dia berprilaku seperti karyawan yang lain. Bahkan lebih pendiam, lebih hormat pada nya, serta gadis itu bak ditelan karyawan-karyawan yang serta tidak menonjol.
Tepat di pintu masuk Rave datang, terlihat berpapasan dengan Ravenda dan Min membungkukkan kepala nya.
"Min sudah makan ya?"
Tapi gadis itu tidak menggubris, sungguh pemandangan yang aneh apa karena diri nya, pikir Rei.
Rave melihat sekeliling, ternyata bos nya berada di pojokan untuk menikmati makan siang nya.
"Bos sudah ada disini?"
"Duduk lah kita makan siang bersama"
"Baik lah"
__ADS_1
Mereka duduk dalam satu meja, menikmati makan siang mewah nya. Sungguh selalu demikian namun siapa sangka hati mereka masi seperti 15 tahun yang lalu atau tidak.
BERSAMBUNG.