
"Ya wajar namanya juga manusia, makhluk kepercayaan Allah sebagai khalifah di muka bumi yang mengemban tugas juga dititipi ujian dan cobaan," ujar Ustaz Hamid menanggapi pernyataan Bu Windi yang katanya sehat, namun juga prihatin.
"Ya, Ustaz," timpal Bu Windi, menyimak sekaligus meresapi nasihat Ustaz Hamid.
"Ya, Allah menciptakan manusia dibekali ciptaan yang sempurna yang tak diberikan kepada makhluk lain. Manusia dibekali akal budi dan agama agar hidupnya tidak semena-mena. Makanya manusia dibebani tugas sebagai khalifah di muka bumi. Sayang, banyak manusia yang menyalahgunakan anugerah itu karena dikuasai nafsu ketika menghadapi ujian dan cobaan," nasihat Ustaz Hamid lagi.
"Agar kita kuat menghadapi ujian dan cobaan serta godaan, kita harus mempunyai akar hidup yang kuat yaitu iman dan akidah. Kalau iman kita rapuh karena kita berbuat syirik, menyekutukan Allah, takut akan hal-hal di luar nalar atau katakanlah gangguan makhluk gaib baik yang nyata maupun dalam mimpi dan sebagainya, kita akan mudah dikuasai mereka," imbuh Ustaz Hamid.
Yang ada manggut-manggut meresapi nasihat Ustaz Hamid.
"Tapi ini nyata Ustaz, nyata sekali. Tadi ketika Toto dan Anwar pergi mau menjemput Ustaz, kurang lebih seperempat jam atau 20 menitan, tadi ada Ustaz, bahkan masuk ke sini dan berbincang dengan kami," kata Bu Windi.
"Terus diusir oleh Bi Utih, tapi kata Bi Utih dia tak merasa mengusir orang karena dia sendiri tak sadarkan diri seolah ada yang menguasai jiwanya," ujar Yati menambahkan.
"Itulah dunia gaib yang mencampuri dunia nyata kita yang dikendalikan jin jahat sekutunya iblis dan setan. Saya telah mendengar semuanya tentang mimpi-mimpi kalian yang ada kaitannya dengan kasus penculikan para gadis. Intinya nafsu-nafsu yang bersekutu dengan kekuatan azimat dan dikuasai jin jahat berupa dedemit masih tetap eksis dan ingin balas dendam!" kata Ustaz Hamid lagi.
"Jelasnya begini, seseorang ketika hidupnya berbuat jahat dan kejahatannya itu jelas dari setan atau iblis, jasad orang itu kembali ke bumi dan kalau tidak bertobat amal jahatnya akan terus dibawa hingga menghadap
Ilahi untuk dipertanggungjawabkan. Namun setan orang itu akan tetap hidup dengan kejahatannya dan gentayangan lagi mencari sekutu. Kita tahu, setan diberi umur panjang hingga kiamat oleh Allah. Setan pun diberi kebebasan menggoda manusia siapa pun dia. Kecuali satu yang takkan mempan digoda setan yaitu orang yang beriman," ujar Ustaz Hamid membuka hati yang mendengarnya.
"Kita tahu sejarah awal orang membunuh orang dimulai dari perseteruan dua putra Nabi Adam, Qabil da Habil. Putra Nabi Adam itu telah ribuan tahun lebih meninggal dunia, kata logika mestinya tak ada lagi orang yang membunuh orang lain karena pencetus pembunuhan awal telah meninggal. Kenyataannya hingga detik ini orang membunuh orang tetap terjadi. Ini menunjukkan bahwa sejak setan zamannya Nabi Adam hingga kini terus mewarisi nafsu membunuh bagi manusia yang tak beriman.
Lelaki yang mencintai lelaki atau homoseks telah terjadi di zamannya Nabi Lut. Manusia-manusia durhaka itu telah musna dari muka bumi, tetapi kelakuan homoseksnya tetap hidup hingga detik ini dan tentunya juga bakal terus ada hingga akhir zaman!" papar Ustaz Hamid lagi memberi gambaran contoh nyata.
"Oh benar ya Ustaz, orang-orang serakah, sombong, kemaruk harta, rakus, itu sudah ada dari zaman dulu?" Rama menimpali.
"Benar Ram. Kalian pasti telah mendengar istilah harta karun? Itu sejarahnya berawal ketika di zaman Nabi Musa ada orang bernama Qarun yang sangat kemaruk akan harta benda, konon kunci gudang hartanya pun sangat berat saking banyaknya harta yang dimiliki Qarun. Qarunnya sudah meninggal, tetapi watak serakahnya hingga detik ini terus hidup. Siapa yang menghidupkannya? Tak lain dan tak bukan dia adalah setan. Demikian pula dengan watak dan sikap periaku si Embah Sawi dan Si Sodom, dll. bakal terus hidup karena dihidupkan oleh setan-setan yang telah terlepas dari jasad aslinya," tutur Ustaz Hamud.
__ADS_1
"Kalau dibahas lebih dalam bakal memakan waktu lama Bu Windi. Singkatnya perkuat iman, jangan mau bersekutu dengan makhluk-makhluk semacam dedemit karena mereka
sekutuan setan dan iblis. Sekarang kita bersihkan rumah ini biar tidak didatangi lagi dedemit seperti yang telah merasuk dalam mimpi," kata Ustaz Hamid membuat Bu Windi terheran-heran.
"Dibersihkan?" tanya Bu Windi.
"Iya, aku mencium sesuatu di rumah ini yang boleh jadi para dedemit bisa leluasa beraksi termasuk yang menyerupai saya tadi," ujar Pak Ustaz Hamid.
"Boleh, boleh," sahut Bu Windi.
"Siapa penghuni kamar ini?" tanya Ustaz mendekati kamar yang biasa digunakan Bu Windi.
Kamar itu dulu digunakan bersama suaminya, Kades Danu, namun belakangan terutama setelah Kades Danu mendalami ilmu hitam beserta azimat-azimatnya demi nafsu ambisiusnya, Kades Danu membuat kamar sendiri dan lalu mendiaminya sendiri, tak boleh ada yang berani masuk, tanpa seizinnya.
Kades Danu tidur bersama Bu Windi hanya dalam waktu-waktu tertentu, mungkin jika ada hasrat untuk memenuhi kebutuhan batin.
"Ini kamarku Ustaz. Tapi saya rasa enggak ada barang yang mencurigakan," tutur Bu Windi menjawab pertanyaan Ustaz Hamid.
"O ya? Syukur kalau begitu. Saya percaya. Kalau ini kamar siapa?" imbuh Ustaz Hamid lagi.
"Ini kamar Bi Utih. Enggak ada apa-apa kan Bi?" tanya Bu Windi.
"Bibi rasa iya tidak ada apa-apa. Bibi rutin membersihkannya, termasuk kamar Ibu, enggak ada apa-apa," timpal Bi Utih.
Semua kamar yang ada di rumah Bu Windi sudah diperiksa dengan teliti termasuk kamar depan yang didiami Imas yang sempat dicurigai ada "penghuninya" karena Imas "melihat" yang berkelebat masuk kamar itu.
Tinggal satu kamar rahasia yang biasa ditempati Kades Danu selagi masih hidup yang belum diperiksa. Kamar itu ada di lantai dua, berhadapan dengan kamar Darpin.
__ADS_1
Kepada Darpin dan penghuni lainnya, Kades Danu menyebut kamar itu sebagai kamar kerja yang tidak boleh dimasuki siapa pun tanpa seizinnya.
"Ini kamar kerja suamiku Pak Ustaz. Suamiku melarang kami masuk tanpa seizinnya," terang Bu Windi ketika berada di depan pintu kamar rahasia.
Semuanya mengikuti Ustaz Hamid dan Bu Windi ke lantai atas, kecuali Bi Utih masih di bawah untuk berjaga-jaga.
"Kuncinya mana Bu?"
"Duh di mana ya? Saya tidak memegang kuncinya, Pak Ustaz. Namanya kamar rahasia ya pasti kuncinya dipegang suami saya," timpal Bu Windi.
"Barangkali ada di kamar Ibu, dalam laci lemari, atau di mana?" Ustaz Hamid mencari solusi menemukan kunci.
"Iya, saya akan coba mencarinya, ujar Bu Windi, lalu pergi ke kamarnya.
Tak lama kemudian Bu Windi kembali, namun apa yang dicari tak ditemukan. Akhirnya pintu pun sepakat dibuka paksa dengan cara didobrak oleh Rama dibantu Toto dan Anwar.
"Bruk!" pintu terkuak.
Tiba-tiba para perempuan menjerit-jerit karena dari dalam kamar itu berlarian tikus, bau tak sedap meruap dari dalam kamar itu.
Ada sebuah kursi kayu, di depannya meja kayu juga yang di atasnya bertebaran berbagai benda aneh yang membuat bulu kuduk orang lemah iman bisa merinding seketika.
Ada keris-keris kecil berbalut kain kafan, ada berbagai macam batu ali, ada guci, ada pisau, silet, peniti, taring-taring binatang, ada pula bekas menyulut kemenyan.
Di samping meja dan kursi kayu ada dipan tak bekasur cuma tikar yang biasa digunakan untuk mengubur mayat. Juga ada aneka kendi mulai kendi kecil sampai besar, juga gentong berbalut kain kafan putih.
"Jelas ini benda-benda yang erat kaitannya dengan amal-amalan kemusyrikan yang sangat berbahaya. Pantas saja dedemit berani masuk ke rumah ini karena di sini ada kawannya, ada yang menjaganya," tutur Ustaz Hamid.
__ADS_1
"Lalu harus dibagaimanakan ini Pak Ustaz?" tanya Bu Windi. (Bersambung)