Teror Dedemit Sumur Tua

Teror Dedemit Sumur Tua
Bab 11. Nyi Ratu Mayanggeni


__ADS_3

"Ya, sebelum kita bertindak 'kan gak ada salahnya berpikir dulu mana jalan terbaik, Dom."


"O iya. Tapi lama-lama berpikir dengan perut kosong, payah juga nih Bos," lagi-lagi Doma setengah protes.


"Moga aja ada pedagang makanan lewat," ujar Doma penuh harap.


"Ngaco. Ini di mana, jam berapa?" Protes Gonto.


"Ini kan di jalan raya menuju pasar, siapa tahu ada yang mau jualan ke pasar, sebentar lagi pagi," kata Doma.


Tiba-tiba pandangan mereka fokus kepada cahaya lampu senter yang bergerak menuju mereka. Sepertinya orang yang tengah berjalan. Makin dekat makin jelas. Tangan kiri orang itu memegang senter, sementara tangan kanannya menjinjing tas.


"Hai, lihat tuh ada cahaya senter menuju sini sepertinya benar ada orang yang mau jualan ke pasar," kata Benco


Makin dekat, sepertinya dia seorang wanita. Lalu mendekati kerumunan Darpin cees. Tiba-tiba mendekat dan berbicara.


"Pelmisi....Akang-akang, Ma-mas, kali aja mau beli golengan, saya mau jualan ke pasar," kata wanita itu.


Ucapannya sedikit tak jelas mungkin tengah terserang flu.


Darpin hanya saling pandang.


"Beli Bos, kan kita lagi laper nih ada uang kan?"


"Sini," panggil Darpin kepada wanita itu menghampiri.


Kini sosok wanita itu makin jelas karena Darpin cees duduk-duduk tak jauh dari lampu PJU. Wanita itu mengenakan baju merah, rambutnya yang panjang dibiarkan terjuntai. Tiba-tiba tercium aroma harum minyak wangi penggoda syahwat lelaki.


"Mau jualan ke pasar?" tanya Doma, matanya tak lepas dari dua gunung kembar wanita itu.


"Iya Kang, Mas. Mau beli gorengannya Mas? Masih panas, baru diangkat dari kali, eh, maaf kuali......"


"O, ya? Bagus, kebetulan kami lagi lapar. Ayo bungkus. Berapaan?" tanya Darpin


"Murah Mas, seribu dapat empat biji."


"Lho kok murah amat?"


"Ya dimurahin aja biar cepat laku. Lagian Mas-mas, Akang-akang ini pada ganteng.........deh," goda penjual gorengan itu nakal.


"Kamu juga cantik deh. Kenapa cantik-cantik jualan gorengan dini hari sendiri apa enggak takut?" kata Doma sembari nakal mau mencuil dagu wanita itu.


Namun apa yang terjadi? Seketika tangan Doma ditangkis hingga Doma menjerit sekeras-kerasnya.


"Aaaaaaadooooow.......!" teriak Doma lalu berdiri memegangi tangannya yang terasa panas bagai kena bakar api dan pukulannya seperti dihunjam palu gada.


"Makanya Mas jangan gegabah cual-cuil dagu wanita. Aku kan jual gorengan, cuillah gorengan, jangan mencuil daguku!" kata wanita itu terkekeh.

__ADS_1


"Ya, udah beli lima ribu. Maafkan ulah temanku, dia emang cowok playboy."


"Iya, jangan biarkan temannya kurang ajar gitu Mas," kata si wanita itu sambil menatap tajam ke wajah Darpin yang kebetulan Darpin pun sedang menatapnya.


Tiba-tiba Darpin terkejut ketika melihat wajah wanita itu dengan seksama, dia seperti Wiwi gadis buruh pabrik yang tadi siang diperkosanya. Darpin mengucek-ucek matanya pura-pura membersihkan upil.


"Nih Mas gorengannya. Eh. mau pada ke mana Akang-akang ini jam segini ngumpul di sini?"


"Kami mau ke kota menunggu kendaraan," kata Benco.


"Oh....mau ke kota. Ya, selamat aja ya, makasih telah jajan gorenganku. Selamat mencicipi semoga kapan-kapan kita bersua lagi......," kata si perempuan itu lalu berdiri dan meneruskan langkahnya menuju pasar.


Sejenak Darpin cees melihat bungkusan gorengan berupa bakwan. Namun hati mereka penasaran juga dengan wanita itu terutama Darpin dan Doma yang telah melihat keanehan di wanita itu.


Doma merasa aneh karena kena pukul tangannya bagai dihantam palu gada. Darpin kaget karena sekilas dia melihat wanita itu seperti Wiwi. Karena itu mereka menoleh ke arah kepergian wanita iu.


Dan......ternyata sudah tak tampak padahal belum beberapa detik dia pergi.


"Hah?! ke mana dia?" tanya Darpin terbengong-bengong.


"Apa Bos?" tanya Gonto.


"Dia sudah menghilang padahal baru beberapa detik pergi dari sini," jawab Darpin.


"Iya ya. Dan ini tanganku amat sakit kena pukul. Jangan-jangan........," tutur Doma dengan degup jantung bergetar hebat saking takut.


"Hah?!" mereka terkejut karena yang dikira bakwan itu ternyata penghuni kali bukan penghuni kuali alias lumpur bercampur berbagai kotoran, termasuk cacing.


Mereka pun seketika pingsan.


***


Siang tadi usai jenazah Wiwi dilemparkan ke dalam sumur tua oleh Darpin cees, penghuni sumur tua di alam lain tampak heboh mendengar bunyi benda jatuh.


Ternyata sumur tua itu dihuni hantu-hantu gentayangan sebangsa jin dan iblis yang dipimpin oleh Nyi Ratu Mayanggeni. Para pembantunya ternyata para perempuan semuanya, tak seorang pun ada pria. Justru para pria tengah mendapat penyiksaan dari para prajurit perempuan atas perintah Nyi Ratu Mayanggeni.


"Nyi Ratu, ada penghuni baru," kata seorang prajurit Nyi Ratu.


"Apaaaaaa.......?" tanya Nyi Ratu dengan suara menggelegar bak halilintar membuat para prajurit Kerajaan Dedemit Sumur Tua itu menutupi lubang telinga mereka.


"Ada penghuni baru," sekali lagi prajurit hantu wanta itu bicara.


"Brengsek! Dasar lelaki jahanam! Tak henti-hentinya menghina kaum perempuan, tak di mana tak di mana, tak siapa tak siapa, wanita selalu dihinakan, dianggap barang tak berharga, kalaupun dihargai sebatas tubuhnya!" kata Nyi Ratu Mayanggeni.


Dia pantas murka karena sesungguhnya ketika masih hidup dia juga adalah korban kebiadaban pria yang memerkosanya yang karena melawan dia dibunuh oleh si pemerkosa kemudiian mayatnya dibuang ke sumur tua itu. Lalu darahnya membeku dan dipungut siluman kemudian menjelma menjadi ratu penguasa alam kejinan dan punya misi balas dendam kepada setiap lelaki hidung belang yang selalu merendahkan derajat kaum wanita.


Pun dengan para wanita prajurit, mereka adalah para korban yang menjadi sasaran kebiadaban pria bajingan ketika hidupnya. Ada yang dibuang ke sumur tua itu ada pula yang di tempat lain.

__ADS_1


Namun mereka diketahui oleh Nyi Ratu Mayanggeni yang mempunyai kesaktian mumpuni. Lalu mereka pun kompak bersatu dan menghuni Kerajaan Dedemit Sumur Tua yang dipimpin Nyi Ratu Mayanggeni.


"Ayo bawa ke sini, kasihan sekali dia....." kata Nyi Ratu.


Prajurit wanita itu pun membawa setitik darah segar Wiwi yang terluka ketika dibuang dari ketinggian sekira 15 meter dan menimpuk batu. Setitik darah itu kemdian diserahkan kepada Nyi Ratu, lalu ditiup-tiup sambil membaca mantera, lalu menjelmalah wujud penampakan Wiwi.


"Ayo sini anakku, kasihan sekali nasibmu," kata Nyi Ratu sambil merangkul tubuh Wiwi.


"Siapa yang telah melakukannya sayang?" tanya Nyi Ratu dengan berkaca-kaca membuat penampakan Wiwi terharu.


Lalu penampakan Wiwi mengatakan apa yang telah terjadi di atas gudang sana.


"Sudahlah, jangan bersedih. Balaslah sekarang juga. Lelaki-lelaki brengsek itu harus menerima pembalasan yang setimpal!" kata Nyi Ratu.


"Hai Kentingmanik, antar anakku ke alam nyata, namun tetap di dunia maya. Kamu sudah tahu caranya kan?" kata Nyi Ratu kepada prajurit kepercayaannya yang bernama Kentingmanik.


"Baik Nyi Ratu," timpal Kentingmanik.


"Ayo Nyi kita mulai beraksi, jangan biarkan mereka selamat seorang pun!" kata Kentingmanik.


Lalu keduanya keluar dari Kerajaan Dedemit Sumur Tua. Ternyata keduanya melihat di dekat gudang ada dua orang pria yang tengah berteduh karena hujan deras turun.


"Aku tadi diperkosa di sini, Kak. Tuh bajuku masih ada, botol-botol minuman si brengsek itu masih ada. Awas saja kamu tidak akan selamat!" kata penampakan Wiwi.


"Kasihan sekali. Aku juga sama korban pria gila ****. Ayo kita mulai beraksi, ganggu tuh dua pria yang tengah berteduh!" kata Kentingmanik.


Penampakan Wiwi menoleh kepada kedua pria itu.


"Mereka bukan yang memerkosaku, Kak!"


"Gpp, ganggu aja.Tugas kita mengganggu manusia. Siapa yang tak beriman akan tergoda, siapa yang beriman godaan kita takkan mempan!" nasihat Kentingmanik kepada penampakan Wiwi.


"Oh gitu ya Kak. Trus aku harus ganggu gimana?"


"Menangis!"


Dan wanita penamakan Wiwi itu menangis, sesenggukan. Hingga membuat dua pria pemancing itu terheran-heran. Ya, dia adalah Taryo dan Didi yang sempat membuka pintu dengan dengkulnya untuk melihat apa yang terjadi di dalam gudang, namun tak terihat ada orang selain baju wanita yang telah robek dan beberapa botol minuman. Keduanya pun lantas pergi.


"Ini belum apa-apa cantik, kita akan buat perhitungan lebih dahsyat lagi biar mereka tahu rasa!" ancam Kentingmank, masih berada di dalam gudang.


Hinggga sekitar tengah malam, penciuman Kentingmanik menghirup tubuh manusia dan saatnya beraksi lagi.


Dia segera membuat trik dengan seolah-olah di dalam gudang ada cahaya lampu, hiruk-pikuk yang tengah makan layaknya di sebuah kafe untuk mengganggu orang-orang yang berani-beraninya keluyuran di malam buta.


Lalu Kentigmanik menyuruh penampakan Wiwi beraksi di depan pintu dengan tubuh seksi. Dan saat itulah rombongan Darpin cees yang ketiduran di dangau menghampiri.


Hampir saja mereka tergoda memasuki gudang, namun Darpin masih punya kesadaran kuat dengan meyakini bahwa wanita di dalam gudang itu adalah penampakan makhluk halus. (Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2