Teror Dedemit Sumur Tua

Teror Dedemit Sumur Tua
Bab 56. Terkuaknya Sang Babi Misterius


__ADS_3

"Jadi Pak Danu belum ketemu lagi dengan Darpin?" selidik petugas.


"Belum. Dia pernah ke sini kata istri saya dan hal itu telah dilaporkan ke petugas. Sejak saat itu kami tak bersua lagi. Kalau memang para saksi melihat keberadaan anak saya, ya silakan tangkap saja Pak. Keterlaluan tuh anak memalukan sekali!" ujar Kades Danu lagi dengan meyakinkan.


Polisi mencatat keterangan Kades Danu. Sementara Bu Windi yang mendengarnya sangat kesal karena dia mencium ada kebohongan dari ucapan suaminya.


"Ya kalau begitu terima kasih atas keterangannya Pak Danu. Kami permisi, hanya jika ada perkembangan dari penyelidikan kami, harap Pak Danu bersiap-siap memberikan keterangan lanjutan," kata petugas.


"Siap, siap Pak. Saya siap, akan kooperatif jika diperlukan," tandas Kades Danu dengan lugas.


Polisi dan rombongan pun pamit. Polisi kembali ke kantor, sementara Pak Rudi dan rombongannya kembali ke rumahnya masing-masing dan siap menunggu kabar baru dari hasil penyelidikan polisi.


***


Sementara itu terjadi gonjang-ganjing di Kerajaan Dedemit Sumur Tua. Para penghuninya berteriak-teriak merasa panas tak terkira, kecuali Nyi Ratu dan yang dekat dengannya.


Sontak Ratu Mayanggeni sang penguasa kerajaan dedemit itu meneropong apa yang tengah terjadi.


Itu bersamaan dengan saat Wati dan Yati dibawa ke Embah Sawi oleh Darpin cees dan Kades Danu ke hadapan Sodom dan Embah Sawi.


"Kentingmanik, ke mari!" teriak Ratu Mayanggeni setelah menyadari bahwa perilaku Embah Sawi yang menyebabkan gonjang-ganjing di kerajaan yang dipimpinnya. Embah Sawi diketahui kembali beraksi akan mencelakai dua orang gadis.


"Dasar dedemit hyperseks," sungut Ratu Mayanggeni yang ketika hidup bernama Anggraeni tersebut.


Dia menyebut Embah Sawi atau Sarkawi sebagai dedemit hidup karena perilakunya sangat melenceng dari manusia normal pada umumnya.


"Ya, saya Paduka Ratu. Ada apa?" tanya Kentingmanik, salah stu dedemit kepercayaan Sang Ratu Mayanggeni.


"Kamu tahu mengapa di kerajaan kita terjadi gonjang-ganjing panas begini?" tanya Ratu


"Hanya Paduka Ratu yang pasti sudah tahu," timpal Kentingmanik merendah.


"Benar, aku sudah tahu penyebab mengapa kerajaan kita panas begini. Ini tiada lain karena ulah si Sawi dan konco-konconya," tutur Ratu.

__ADS_1


"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Kentingmanik.


"Sekarang kau pergi ke tempat si Sawi. Ada dua gadis yang berhasil dibawa untuk dijadikan tumbal. Keduanya adalah teman anakku Wiwi. Ajak dia untuk menjaga kedua gadis itu!" kata Sang Ratu.


"Panggil dia!" kata Ratu kemudian.


Kentingmanik pun memanggil penampakan Wiwi. Lalu dia menerima kabar bahwa adiknya kini dalam keadaan bahaya.


"Adikmu ada dalam bahaya, kau ikut ke dunia nyata dengan Kentingmanik. Jaga saudaramu dan kawanmu jangan sampai ternodai oleh si Sawi, sayangku. Kau telah kuberi cara-cara membalas perilaku bajingan para penjahat **** itu!" kata Ratu terhadap penampakan Wiwi.


"Adikku Wati jadi korban?" tanya penampakan Wiwi.


"Iya, Nyai harus melindunginya, jangan sampai terjadi," tutur Ratu.


"Siap, siap, ayo Tante Kentingmanik kita segera ke sana. Kasihan adikku dan kawan baikku takut dikenapa-kenapain," ujar penampakan Wiwi.


Saat itu juga Kentingmanik dan penampakan Wiwi melayang ke alam dunia nyata meski dengan wujud alam maya. Dalam sekejap sudah sampai ke tempat Embah Sawi.


Setibanya tampak Wati dan Yati dikurung di sebuah gudang belakang rumah utama Embah Sawi. Keadaannya tampak lesu dan tak bisa ke mana-mana karena dijaga anak buah Embah Sawi dengan superketat.


"Tante, mengapa aku tak bisa melabrak si bajingan itu?" tanya penampakan Wiwi kepada Kentingmanik.


"Si Darpin cees telah diberi azimat penangkal kekuatan kita Nyi. Namanya azimat genianggara. Kita harus sabar, kita cukup mengawasi saja teman dan adikmu dari kejauhan. Jika nanti si Sawi beraksi menodainya, baru kita bertindak sebisa mungkin dengan kekuatan kita yang telah diberikan oleh Paduka Ratu," kata Kentingmanik.


"Oh pantas kalau begitu."


"Ya. Nah sekarang kamu aku tinggal dulu. Aku akan mengikuti si Darpin cees, aku mendengar bisikan mereka akan mencari perawan lain setelah berhasil mendapati dua perawan adikmu dan temanmu," kata Kentingmanik.


"Baiklah. Aku akan menjaga adikku dan temanku di sini. Silakan Tante pergi mengikuti si bajingan itu semoga berhasil," ujar penampakan Wiwi.


"Ya, tetap hati-hati ya jangan sampai tercium oleh si Embah Sawi," saran Kantingmanik.


Kentingmanik pun lantas mengikuti si Darpin cees yang dengan mobil Jeep-nya berniat ke perkampungan sekitar untuk menculik para gadis dengan pura-pura mencari atau menanyakan alamat seseorang.

__ADS_1


Ketika perjalanan sudah begitu jauh dan sampai di sebuah tikungan bertebing, Darpin cees tersentak ketika melihat di sana ada si Udin, si Odos, dan si Somad.


Lebih terkejut lagi ketika melihat orang-orang yang sudah dikenalnya sebagai musuh bebuyutan, yaitu Rama, Warya, Anwar, dan Pak Rudi.


Si Darpin pun menghampiri mereka dan langsung bertindak menghajar Warya. Kemudian melihat si Udin cees, Darpin sangat kesal mengapa mereka bisa bertemu dengan Rama, akhirnya diketahui bahwa si Udin telah berbuat ceroboh dengan ngomong sembarangan yang didengar Rama.


Tak ampun lagi Darpin bertindak dengan membunuh si Udin dengan pisau belatinya, demikian pula si Odos dan Somad dihabisi dengan belati yang sama oleh si Doma.


Ketika Darpin akan menghabisi Warya dengan belati yang sama, tiba-tiba tubuhnya diserang oleh terjangan kaki yang begitu kuat, babi hutan.


Darpin tak berkesempatan untuk menangkis serangan itu karena begitu mendadak. Sang babi loncat dari atas tebing langsung menerjangnya.


Gagallah menghabisi Warya dan selanjutnya Darpin tidak tahu bagaimana nasib Warya dan kawan-kawannya karena saat diterjang babi hutan benar-benar dia kewalahan.


Babi hutan itu tak lain penampakan Kentingmanik yang meminjam tubuh babi hutan yang saat itu tengah lewat di atas tebing.


Sang babi terus menyeruduk Darpin hingga tergeletak pingsan. Lalu menghajar kawan-kawannya si Doma, si Benco, dan si Gonto.


Ketika Babi hutan jelmaan Kentingmanik menerjang kawan-kawan si Darpin, Si Darpin siuman. Dia sadar telah menjadi korban amuk babi hutan.


Lalu dia melihat cincin azimat yang dkenakannya, meraba kalung azimat pula, dan azimat kojonya genianggara yang diberikan Sodom ketika dia dan kawan-kawa diberi kesaktian.


Dia pun sadar dan melihat ke babi hutan yang tengah mengamuk. Darpin melihat ada bayang-bayang dedemit di tubuh babi hutan itu.


"Babi hutan brengsek! Ke mari kau kalau berani sekarang. Tadi kau menyerang tiba-tiba, ayo maju sekarang dedemit!" kata Darpin kini menantang babi hutan.


Babi hutan pun kembali menyerang si Darpin, namun dengan sekali hunusan belati di tangannya, sang babi terkapar karena perutnya ditusuk belati Darpin, sang babi pun ambruk melepaskan nyawa.


Kentingmanik lalu keluar dari tubuh sang babi dan lari meninggalkan Darpin cees. Dia kembali menemui penampakan Wiwi di tempat Embah Sawi.


"Kau tak apa-apa Bos?" tanya Doma menghampiri Darpin yang telah berhasil menaklukkan babi hutan.


"Untung aku keburu ingat ajian genianggara pemberian Paman Sodom. Kalau tidak, kita semua bisa mati ulah dedemit sialan itu!"

__ADS_1


ujar Darpin.


"Dedemit?" tanya Doma terheran-heran. (Bersambung)


__ADS_2