Teror Dedemit Sumur Tua

Teror Dedemit Sumur Tua
Bab 29. Curhat Penampakan Wiwi


__ADS_3

Para penghuni Kerajaan Dedemit Sumur Tua berkumpul menghadap Nyi Ratu dan bersiap mendengarkan apa yang akan diutarakannya. Bisa jadi ada titah baru atau hal lain yang maha penting.


"Dengarkan oleh kalian semuanya. Meski Kerajaan Sumur Tua di dunia nyata telah dihancurkan oleh manusia, kita tak usah khawatir karena kita masih bisa mendirikan kerajaan. Sebelum aku menuntaskan dendam kepada musuh bebuyutanku dan para bajingan penjahat kelamin lainnya, maka kerajaan ini akan tetap berdiri," ujar Nyi Ratu.


Para penghuni bawahan Nyi Ratu mendengarkan dengan seksama.


"Bagaimana apakah kalian siap membantuku?" tanya Nyi Ratu.


"Siaaaaaaap.......!" kata para penghuni.


"Bagus! Sekarang aku ingin menanyai bawahanku yang telah diberi tugas sebelumnya. Bagaimana apakah berhasil atau gagal? Bagaimana Kentingmanik apakah tugasmu sukses?" tanya Nyi Ratu kepada Patih Kentingmanik.


"Sukses Nyi Ratu. Aku telah berhasil menipu si Kades hidung belang dengan aku berpura-pura menjadi wanita cantik dan mengajaknya berkencan di rumah mewah. Lalu dia melucuti pakaiannya sendiri lantas kuambil dan keesokan harinya kubawa pakaian itu ke istrinya dan aku bilang bahwa aku telah selingkuh dengannya," kata Kentingmanik.


"Hebat. Terus?" tanya Mayanggeni memuji Kentingmanik.


"Keesokan harinya malam-malam si Kades 'cunihin' (doyan perempuan, Sunda) itu pulang dengan hanya mengenakan kolor. Dia berkilah tak selingkuh, namun istrinya bersikeras menuduhnya selingkuh lalu memperlihatkan bukti celana dan bajunya."


"Hahahaaaaa......aku puas mendengarnya, Kentingmanik. Memang para penjahat kelamin seperti si kades dungu itu harus menerima pelajaran dan kelak akan tahu sendiri pelajaran apa yang akan dia rasakan," ujar Nyi Ratu.


"Sebelumnya bersama penampakan Wiwi aku juga telah berhasil mengerjai tukang mancing dan berandalan kelamin yang telah menodai penampakan Wiwi. Terus juga aku ngerjai mereka dengan pura-pura jadi tukang penjual gorengan bakwan padahal yang kujual kotoran kali, hahaaaaaa........."


Kentingmanik terkekeh dan disambut tawa yang lainnya, termasuk Nyi Ratu. Akan tetapi, tiba-tiba Kentingmanik melanjutkan omongannya.


"Namun, Nyi Ratu......"


"Kenapa Kentingmanik?" tanya Nyi Ratu.


"Sepertinya dia akan melawan kita dengan meminta bantuan orang pintar," ujar Kentingmanik.


"Benarkah?"


"Benar. Usai bertengkar dengan istrinya si kades itu langsung pergi dan berniat meminta pertolongan untuk melawan kita-kita....."


"Jangan khawatir, kita akan hadapi. Dan itu istrinya harus dilindungi sebab tak mustahil jika si Danu berhasil mendapatkan perlindungan dari orang pintar itu dia akan balas dendam kepada istrinya. Kamu harus berupaya melindunginya bagaimana caranya, Kenting!" kata Nyi Ratu.


"Siap Nyi Ratu, aku siap menunaikan titah itu."

__ADS_1


"Bagus! Dan kau Kentingayu bagaimana tugasmu sukses juga?" tanya Nyi Ratu kepada patih lainnya yang bernama Kentingayu.


"Sukses juga Ratu. Aku telah mempermainkan si pemuda tolol bernama Darpin itu."


"Permainan apa itu?"


"Ketika si pemuda tolol penjahat kelamin tak berperikemanusiaan itu mencari-cari kawannya di sungai, aku kerjain dia dengan pura-pura tenggelam di air sungai yang seperti kolam. Eh, dia nurut, turun sungai mau menolongku. Dia ke air menggenang seperti kolam lalu aku minta bantuan Tante Kuntilanak untuk mengerjai dia di dalam air dengan menarik-narik kakinya ke dalam air......"


"O, ya? Benarkah Kuntilanak?" tanya Nyi Ratu kepada dedemit Kuntilanak.


"Hooh, hihihihi......Ike yang menarik-narik kakinya. Tadinya mau menarik anu-nya, namun tak tega," timpal Kuntilanak, disambut gelak tawa penghuni lainnya.


"Bagus, kalian harus terus bekerja sama mengganggu manusia-manusia bejat itu," ujar Nyi Ratu.


"Siap Ratu, kami siap terus bekerja sama demi Ratu. Hanya......," Kentingayu terhenti bicara karena disela Nyi Ratu.


"Hanya apa Kentingayu?"


"Hanya...si pemuda itu pun minta pertolongan kepada orang pintar untuk melawan kita," kata Kentingayu.


"Sudah kuduga pasti begitu. Sekarang tugas kalian menyelidiki siapa orang pintar yang dikunjungi si kades da anaknya itu! Sekarang juga kau Kentingmanik dan Kentingayu pergi ke dunia nyata, gunakan penciumanmu di mana orang pintar itu berada......!" kata Nyi Ratu.


"Dungu kamu Kentingmanik! Kan aku barusan bilang sekarang. Ya sekaranglah kalian berdua pergi!" kata Nyi Ratu sedikit kecewa oleh ucapan Kantingmanik yang tidak cepat tanggap.


"Baiklah kalau begitu. Yuk, Kentingayu kita ke dunia nyata!" ajak Kentingmanik kepada Kentingayu. Lalu keduanya terbang, pergi meninggalkan keraton Kerajaan Dedemit Sumur Tua.


Ketika keduanya telah pergi, Nyi Ratu melihat penampakan Wiwi yang belakangan ini tampak murung seperti ada yang tengah dipikirkan.


"Kenapa kamu murung begitu Wi?" tanya Nyi Ratu.


Penampakan Wiwi tak segera menyahut. Ia merasa berat utuk berterus terang. Ada rasa malu mengutarakanya di hadapan Nyi Ratu.


"Sudahlah jangan pikirkan lagi alam dunia nyata. Kita sudah berada di alam maya, alam yang lain dari dunia nyata. Atau kamu masih punya sesuatu yang memberatkan hatimu, Wi?"


"Iya, iya Ratu. Sebenarnya aku tak keberatan kini berada di dunia maya karena setiap makhuk hidup pasti mengalami alam ajal, alam kematian. Namun yang memberatkanku, adalah......" ujar penampakan Wiwi, namun cuma diutarakan dalam hatinya.


Malu rasanya kalau harus berterus terang tentang apa yang tengah dialaminya saat ini sehingga membuat dia selalu tampak murung.

__ADS_1


"Aku tahu yang tengah kau pikirkan Wi. Kau gelisah memikirkan kekasihmu di dunia nyata, bukan?" ujar Nyi Ratu.


Penampakan Wiwi terkejut mendengar omongan Nyi Ratu. Ternyata benar yang selama ini menjadi beban pikirannya adalah kekasihnya di dunia nyata, tak lain ia adalah Warya.


"Benar yang membuatmu selalu murung adalah kekasihmu di dunia nyata 'kan?"


Penampakan Wiwi mengangguk.


"Tak usah risau dan murung, Wi. Kalau kamu rindu dia, tinggal datang ke dunia maya dia karena tak mungkin kalau mendatangi dunia nyata," kata Nyi Ratu memberi nasihat.


Yang dimaksud dunia maya Nyi Ratu di alam nyata tak lain adalah bunga tidur atau mimpi yang biasa dialami setiap orang ketika masih hidupnya.


"Aku sudah menemuinya di alam maya dia Ratu."


"Nah, kan. Lalu apa yang membuatmu murung. Kan kamu sudah menemuinya di alam maya dan tentunya bisa melepas rindu?"


"Justru itu yang membuatku murung Ratu. Dia akan teguh pada janji kami sampai kapan pun," lirih penampakan Wiwi.


"O ya?" Nyi Ratu terkejut, lalu katanya, "Janji apa yang telah kalian utarakan atau sepakati?"


"Ketika kami masih di dunia nyata, baik aku maupun dia telah berikrar akan selalu setia menjalin hubungan dengan saling memahami kekurangan dan kelebihan, lalu merajut kasih sayang dalam ikatan rumah tangga," ujar penampakan Wiwi, dia tampak terisak.


"Sudah-sudah, jangan bawa alam nyata ke alam maya. Itu tak sepantasnya Wi kamu berurai air mata di alam ini. Terus yang membuatmu murung apa?"


"Ya, dia akan tetap teguh memegang janji itu meski aku telah tak berada lagi di dunia nyata. Singkatnya, dia takkan menikahi wanita mana pun selain hanya denganku, Ratu," lirih penampakan Wiwi lagi.


"Aku mengerti sekarang dan kau patut bahagia mempunyai kekasih yang setia meski pada akhirnya kalian gagal berumah tangga karena kalian dirusak manusia bejat. Aku pun sama denganmu Wi dikhianati pria bejat. Bedanya kamu dinodai pria lain, sedangkan aku dinodai pacarku sendiri. Dan kini aku akan membalas dendam!" kata Nyi Ratu berapi-api.


"Terus apa yang kau katakan kepada kekasihmu, Wi?" tanya Nyi Ratu lagi.


"Aku bilang di dunia maya kekasihku agar melupakan aku, jangan pikirkan lagi aku karena takdir telah membawaku lebih cepat meninggalkan alam fana. Kau harus jalani dunia nyata sebagaimana jalan takdir dan nasib secara normal....kataku, Ratu," ujar penampakan Wiwi.


"Terus bagaimana jawaban dia?"


"Dia bersikukuh takkan menikah selain kepadaku. Dia tak ingin mengingkari janji kami...."


Tiba-tiba ada gemuruh angin ke Kerajaan Dedemit Sumur Tua. Ternyata gemuruh angin itu dibawa oleh Kentingmanik dan Kentingayu yang baru saja datang setelah pergi ke dunia nyata untuk menyelidiki siapa orang pintar yang didatangi Danu dan anaknya si Darpin.

__ADS_1


"Celaka Ratu!" kata Kentingmanik setibanya menghadap Nyi Ratu Mayanggeni.


"Ada apa Kentingmanik?" (Bersambung)


__ADS_2