
"Siap Paman!" timpal Darpin, seraya memberi kode kepada Doma dkk. untuk membopong Imas dan Iis.
Tak lama kemudian Imas dan Iis sudah berada di dalam mobil Jeep. Dan Darpin siap-siap akan melajukan mobilnya dengan menghidupkan mesin.
Namun Darpin terkejut karena mesin mobil sulit dihidupkan kembali. Padahal tadi ke sini lancar-lancar saja.
Darpin masih berusaha menghidupkan mesin mobil, namun tampaknya sia-sia saja karena mesin mobil itu sama sekali tak hidup.
Sekali lagi dihidupkan, ada sinyal akan hidup, tetapi kemudian mati lagi. Begitu seterusnya membuat Darpin kesal.
Darpin pun turun dari mobil dan membuka kap bagian depan mobil Jeep-nya. Dia dengan teliti memeriksa elemen-elemen mesin, kabel-kabel, dan sebagainya.
Tak ditemukan kerusakan sedikit pun. Darpin geleng-geleng kepala, mengapa mobilnya tiba-tiba ngadat? Padahal elemen-elemennya telah diperiksa dengan seksama.
"Mengapa Pin?" tiba-tiba Kades Danu muncul di dekat Darpin.
"Entah Yah, mesin mobil mendadak tak bisa dihidupkan. Sudah kuperiksa, tak ada kerusakan. Aku juga tak mengerti," timpal Darpin.
"Coba ayah periksa," pinta Kades Danu kepada anaknya, si Darpin.
Kades Danu pun memeriksa elemen-elemen mesin mobil dan sebagainya. Benar kata Darpin bahwa tak ada kerusakan di seputaran mesin mobil.
Darpin lantas membuka tank bensin. Ternyata full tank karena memang selalu diusahakan agar bensin selalu penuh mengingat penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diharapkan.
"Bensinnya juga penuh, Yah," kata Darpin laporan kepada ayahnya.
"Heran, mengapa bisa tak hidup ya?" ujar Kades Danu.
"Mengapa tak segera berangkat?" tanya Sodom kepada Darpin dan Kades Danu.
Sementara Tarso dan Sukinah hanya melihat-lihat, menyaksikan.
"Ini mesin mobilnya sulit dihidupkan, Paman," timpal Darpin kepada Sodom.
"Tadi kan baik-baik saja ketika ke sini?"
"Iya, tadi ke sini baik-baik saja tak ada halangan apa pun. Telah saya periksa mesinnya, bensin juga penuh," ujar Darpin lebih rinci menjelaskan keadaan mobinya.
Sodom tercenung. Dia membuka pintu mobil, tampak Imas dan Iis masih tergolek pingsan belum sadarkan diri. Jika mobil belum juga bisa digunakan, alamat Imas dan Iis segera siuman.
__ADS_1
Hingga satu jam lebih mesin mobil belum juga bisa dihidupkan. Darpin tampak gelisah, demikian pula kawan-kawannya dan Kades Danu serta Sodom.
Namun apa boleh buat memang ini kenyataan yang harus dihadapi, sesuatu yang tidak mudah bisa diatasi sehingga mereka hanya saling pandang.
"Bagaimana kalau kita bopong saja Paman?" usul Kades Danu kepada Sodom.
"Wah jauh, pasti repot," sergah Sodom.
"Ditandu aja, kalau begitu?" usul Kades Danu lagi.
"Sama saja, pasti berat dan berabe," timpal Sodom.
"Lalu harus bagaimana?" tanya Danu.
Sodom tak menjawab karena belum menemukan solusinya.
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh pintu mobil bagian belakang sudah terbuka, Imas dan Iis berloncatan untuk melarikan diri.
Ya, beberapa menit yang lalu Imas siuman dari pengaruh ramuan yang diberikan Sukinah, demikian pula Iis. Keduanya terkejut sudah ada di dalam mobil, lalu melihat di dalam mobil itu ada si Doma, si Benco, dan si Gonto yang telah dikenalnya karena memang satu kampung.
Imas sadar mereka telah masuk perangkap yang kedua kalinya setelah dilakukan oleh pemilik rumah suami istri yang dikiranya orang baik-baik ternyata orang jahat.
Namun, sial pelarian Imas dan Iis kali ini tak semudah membalikkan telapak tangan karena ternyata di luar mobil sudah berdiri Kades Danu, Darpin, seseorang yang tak dikenalnya, serta pasangan suami-istri pemilik rumah panggung.
"Hahahaa.....mau lari ke mana kau manis?" tanya Sodom dengan senyuman sinis di bibir mencos karena mulutnya tongos.
"Biadab kamu Kades Danu! Darpin, Doma, Gonto, Benco! Kalian akan menerima pembalasan dari orang-orang yang kalian aniaya!" hardik Imas serta merta amat muak melihat orang-orang biadab yang notabene sekampung itu.
"Dan kau hey wanita dan pria terkutuk! Pandai sekali ya bersandiwara, pura-pura menolong tahunya perangkap iblis! Rasakan pembalasanku!" kini giliran Tarso dan Sukinah yang disemprot amarah Imas.
"Sudahlah, ayo pergi dari sini. Kamu berdua takkan diapa-apakan Imas, Iis, malah sebaliknya akan disenangkan," ujar Kades Danu.
"Cuiiiih!!!!!!!"
Mendengar ocehan Kades Danu, serta merta Imas membuang ludah di muka Kades Danu.
"Apa yang kau kerjakan anak durhaka? Kau tak menyadari selama ini hidup kamu dan ibu kamu aku yang menanggung? Eh, balasannya meludahi wajahku!" Kades Danu benar-benar kesal dan murka diludahi anak ART-nya di hadapan orang-orang.
"Sudahlah Danu, sudahlah, tahan emosimu. Ingat mimpi dan ambisimu. Perjuangan belum selesai," kata Sodom mengingatkan.
__ADS_1
"Doma, Gonto, Benco, ikat dan tutup mata dan mulut mereka!" titah Sodom.
Doma, Gonto, dan Benco menurut
titah Sodom. Doma mengambil tali rapia, Gonto mengambil kain, dan Benco mengambil lakban.
Imas yang sudah dipegang kuat-kuat oleh Sodom tak bisa berkutik ketika tangannya ditarik ke belakang lalu diikat kuat-kuat menggunakan tali rapia oleh Doma.
Sementara matanya ditutup oleh kain oleh Gonto, dan mulutnya dilakban oleh Benco. Imas hanya pasrah tak bisa melawan.
Demikian pula Iis, gadis remaja anak kepercayaan Kades Danu, Tanu, itu pun tak berdaya ketika tubuhnya dipegang kuat Kades Danu kemudian diperlakukan juga seperti Imas.
"Ayo jalan!" kata Sodom kepada Imas dan Iis. Keduanya hanya bisa menurut dengan luka hati yang sangat dalam.
Sodom dan rombongan berjalan kembali ke kediaman Embah Sawi. Mobil ditinggalkan begitu saja oleh Darpin dan dititipkan kepada Tarso agar dilihat kalau-kalau ada yang mengganggu.
***
Di duna lain, Kentingmanik dan penampakan Wiwi mengikuti iring-iringan Sodom cees tanpa diketahui ilmu Sodom yang mengandalkan azimat genianggara, sementara Kentingmanl mengandalkan kemampuan bayukinasih yang ternyata ampuh.
Ya, sejatinya Kentingmanik dan penampakan Wiwi telah menolong Imas dan Iis sejak keduanya tiba ke tempat Embah Sawi disekap dalam mobil semalam.
Kentingmanik bertanya kepada penampakan Wiwi siapa keduanya. Penampakan Wiwi menerangkan bahwa keduanya adalah orang terdekat dia.
"Yang besar teman saya tante, ibunya bekerja di Kades Danu. Sementara yang kecil, dia keponakan saya dan ayahnya bekerja juga di Kades Danu," kata penampakan Wiwi.
"Benar-benar biadab itu si Danu. Tega-teganya mencelakai orang yang telah berjasa membantunya," lirih Kentingmanik.
"Iya Tante. Bantu keduanya Tante agar selamat," harap penampakan Wiwi semalam.
"Pasti, tenang saja," kata Kentingmanik.
Lalu begitu Imas dan Iis siuman semalam, Kentingmanik membisikkan sesuatu ke batin Imas agar melarikan diri yang kemudian dituruti Imas yang mengajak Iis.
Kentingmanik membuat lokasi sekitaran mobil sangat gelap dan menutupi bunyi pintu mobil agar tak terdengar oleh Kades Danu dan Sodom yang saat itu sedang berbicara di serambi rumah Embah Sawi.
Benar saja Imas dan Iis bisa keluar dari mobil tanpa diketahui oleh Kades Danu. Padahal saat itu malam sangat sunyi, bunyi sekecil apa pun apalagi pintu mobil dibuka pastilah akan terdengar.
Namun kanyataannya berkat kesaktian Kentingmanik hal itu tidak terjadi.
__ADS_1
Selama perjalanan yang melelahkan Iis dan Imas, Kentingmanik dan penampakan Wiwi terus mengikutinya, mengawasinya, dan menolongnya, termasuk ketika beberapa hewan buas akan menerkamnya. (Bersambung)