
Diandra membuka pintu ruangan HSE dan melangkah masuk ke dalam.
"Baru selesai Di?" tanya Yoko.
"Iya Mas Yo, kelamaan ngobrol sama Kak Bayu." jawab Diandra.
"Kenalannya Pak Bayu to, Di?" tanya Pak Fahri.
"Bukan kenalan, pak... Kak Bayu itu sahabatnya kakakku sejak kecil, jadi ya bisa dibilang kami teman main gitu." jawab Diandra jujur.
"Wooooo.... Pantes, kok kaya dekat banget gitu, adik sahabatnya Pak Bayu ternyata. Tapi aku nggak peduli lho Di, biarpun kamu adik sahabatnya Pak Bayu, kalau kamu salah tetap aku marahi lho ya, hahahahaha...." gurau Pak Fahri.
"Siap paaaak.... Diandra kan memang bawahannya Pak Fahri, jadi ya kudu manut Pak Fahri!" Dianda mengacungkan ibu jari ke arah Pak Fahri, lalu melangkah ke arah mejanya. Setelah meletakkan kotak bekalnya, Diandra melangkahkan kaki menuju pantry, sampai di pintu pantry, Diandra berbalik.
"Ehem... Ada yang mau kopi atau teh?" tanya Diandra kepada rekan-rekannya.
"Waaaah.... Memang top deh Diandra ini!" seru Yoko.
"Kita kalau siang cuma minum air anget aja Di, kebanyakan kopi atau teh nggak baik buat kesehatan!" jawab Pak Fahri.
"Okay.... Air hangat segera datang!" sahut Diandra sambil tersenyum ceria dan melangkahkan kakinya memasuki pantry.
"Diandra itu sudah cantik, rajin, pengertian juga.... Kira-kira sudah punya pacar belum ya?" tanya Yoko pada teman di sampingnya.
"Mana kutahu, tanya aja sendiri! Tapi misal belum punya, kamu mau apa?" tanya teman sebelahnya yang bernama Ibnu.
"Ya mau PDKT lah!" jawab Yoko.
PLAAAKK!!!!
"Wadaw!!!" pekik Yoko setelah mendapatkan pukulan telak di kepalanya dari Pak Fahri.
"Apaan sih pak?" omel Yoko.
"PDKT... PDKT... Bojomu meh mbok deleh ndi?????" (Istrimu mau ditaruh di mana????) bentak Pak Fahri.
"La kan maximal 4, pak...." jawab Yoko sambil nyengir kuda.
"GUNDULMU!!!" (PALE LU!!!!) seru Pak Fahri disambut gelak tawa seluruh penghuni ruangan.
__ADS_1
Yoko hanya cengengas cengenges karena jadi bahan tertawaan teman-temannya.
Diandra keluar dari pantry membawa nampan besar berisi 14 cangkir berisi air hangat untuk rekan kerjanya dan meletakkannya satu per satu di atas meja sesuai nama yang tertera pada cangkir. Terakhir dia meletakkan cangkir Rudi dan cangkirnya, setelah mengembalikan nampan, Diandra langsung duduk di bangkunya dan tenggelam dalam kesibukan menyusun laporan tahunan untuk bahan audit internal.
Drrrrt.... Drrrrrt.... Ponsel Diandra bergetar, dan tampak notifikasi pesan WA dari Danu.
"Rara, nanti pulang bareng Bayu ya, ketemu di Raminten, Bayu ajak kita makan malam."
"Iya kak, tadi Kak BayBay sudah bilang ke ade."
"Ya udah, ketemu di sana, nanti Haryo juga datang, teman kakak yang paling Rara sayang dulu." goda Danu.
"*Cih... Dulu itu kak, sekarang dia nyebelin, malas beut ketemu dia. Semoga aja nanti dia ga datang!"
"Hehehehe... Ya udah, baik-baik kerja, nanti bareng Bayu, kalau Bayu aneh-aneh langsung bilang kakak ya."
"Iya kak, tenang aja, Kak BayBay nggak bakalan aneh-aneh, dia baik sama ade, ngga kaya Si Muka Batu."
"Hahahahaha.... iya deh, udah ya.... kakak kerja lagi!"
"Okay kak!"
Waktu menunjukkan pukul 16:15, Diandra beranjak dari kursinya dan melangkah menghampiri meja Pak Fahri sambil membawa berkas laporan yang baru selesai dia buat.
"Pak Fahri, mohon diperiksa laporan saya, kalau masih ada yang kurang akan segera saya benahi." Diandra meletakkan map berisi laporan di meja Pak Fahri.
"Letakkan di situ dulu ya Di, kamu cepat banget kerjanya." sahut Pak Fahri.
"Hehehehehe.... soalnya Kak Rudi bantuin saya, pak!" jawab Diandra.
"Cieeee..... Rudi modus!" seru Wisnu yang kebetulan mejanya berada di dekat meja Pak Fahri, jadi dia bisa mendengar percakapan pak Fahri dan Diandra.
Rudi yang tiba-tiba disebut namanya kebingungan, karena dia sedang asyik dengan pekerjaannya.
"Mo-modus apa ya?" tanya Rudi seraya melongokkan kepalanya.
"Modus ngajarin Diandra bikin laporan.... Udah ga pengen jomblo lagi, Rud?" goda Wisnu.
Rudi adalah karyawan yang baru 2 tahun bekerja, orangnya pendiam dan juga pemalu, jadi saat Wisnu menggodanya, wajahnya seketika memerah.
__ADS_1
"A-aku nggak modus kok, Diandra tanya ya aku jawab, dia sama sekali nggak minta tolong apa-apa!" jawab Rudi gugup setengah hidup.
"Hei Nu... Wisnu... Sudah, demen banget nggodain Rudi? Kalau kamu naksir Rudi, langsung ungkapkan aja, nggak usah pakai modus iseng jahil ke dia, nggak jantan banget!" seloroh Pak Fahri yang langsung disambut gelak tawa penghuni kantor.
"Oh... Kak Wisnu ternyata suka jeruk ya, hehehehehe.... Sayang ya, padahal macho tapi sukanya jeruk, kasihan Kak Rudi..." goda Diandra yang mebuat seluruh rekannya semakin terbahak-bahak.
"Ah... Pak Fahri gimana sih, kok malah menjatuhkan aku di mata Diandra.... Padahal rencananya baru mau PDKT!" sungut Wisnu.
"Ra usah macem-macem, tak omongno Pak Wibi, entek awakmu. Anak e Pak Wibi meh mbok parakne nang ndi?" omel Pak Fahri, yang artinya nggak usah macam-macam, ntar dilaporin ke Pak Wibi ( Kepala Departemen Marketing ), habislah kamu, anaknya Pak Wibi mau kamu taruh mana?
Wisnu langsung mengkeret dan nggak berkutik.
Diandra terkekeh sambil geleng-geleng kepala, lalu dia melangkahkan kaki ke arah cubiclenya. Dia melihat ke arah Rudi yang kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Diandra mengambil ponselnya dari meja, lalu mengirim pesan kepada Hana.
"Hana, besok kita makan bareng di kantin ya? Kamu suka makan apa?"
"Hi Di... Besok ku jemput di departemenmu ya. Aku sih apa aja suka, aku bukan picky eater."
"Okay, sampai ketemu besok ya, bye Han!"
"Bye Di!"
Diandra mulai merapikan mejanya, menyusun rapi berkas laporan bulanan dan meletakkannya berbaris di mejanya, lalu memeriksa ulang file yang tadi dibuat dan disimpan ulang di komputer.
Tiba-tiba Pak Fahri memanggilnya.
"Diandra, kalau sudah selesai berbenah, langsung ke ruangan Pak Bayu ya, barusan telepon di saluran kantor."
"Iya pak, nanti sekalian sama yang lain bubaran kerja." jawab Diandra.
"Sekarang nggak apa-apa, kan pekerjaanmu sudah selesai, lagian cuma tinggal 10 menit sebelum off!" sahut Fahri.
"Tapi kan pak...." belum habis Diandra bicara, Pak Fahri sudah memotongnya.
"Ndak usah ngeyel, manut aja wes ta kan enak!" seru Pak Fahri.
"Iyaaaa!!!!!" jawab beberapa rekannya serentak yang bikin Diandra terkikik lirih.
__ADS_1
"Duh, iya pak, baik.... Diandra pami dulu semua!" Diandra sedikit membungkukkan badannya dan berpamitan, dan setelahnya berjalan perlagan ke arah kantor Bayu.