Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Flashback 09 ( Aku Ingin Memeluknya Sehari Lagi )


__ADS_3

Hari berganti, tim Wira masih belum menemukan Diandra. Danu selalu bersikeras akan mencari Diandra sendiri, dia ingin mendatangi Suwito, menanyakan dimana adiknya disekap.


Kakek Broto dan Nenek Sundari kewalahan menghadapi Danu, mau tak mau dokter terpaksa menyuntikkan obat penenang untuk Danu.


Sore itu, saat Kakek Broto dan Wira menemani Danu yang tertidur karena obat penenang, seorang bawahan Wira datang.


"Selamat sore Tuan Broto dan Pak Wira!" sapanya sambil sedikit membungkuk.


"Selamat sore, ada apa? Apakah ada informasi?" tanya Wira setelah membalas salam.


"Kami menangkap pergerakan Furaingudoragon di Sedayu, pak. Tepatnya di villa terbengkalai milik mertua Tuan Suwito. Dan di sana ada mobil Tuan Muda Tora." lapor bawahan Wira.


"Catat koordinatnya, pantau setiap pergerakan, sekecil apapun!" perintah Wira seraya beranjak berdiri dari duduknya.


"Saya undur diri dulu, Tuan. Ada titik terang lokasi Nona Muda!" Wira pamit undur diri setelah mengabarkan informasi yang mereka dapat melalui pemeriksaan satelit.


"Sungguh? Puji Tuhan... Puji Tuhan.... Syukurlah, semoga cucuku bisa kembali dalam keadaan selamat." doa Kakek Broto. Setelah Wira keluar dari ruang rawat inap, Kakek Broto berbisik di telinga Danu.


"Lokasi Diandra sudah ditemukan, mari kita doakan keselamatannya, agar kita bisa berkumpul kembali dan hidup dengan tenang dan bahagia... Cucu-cucu kesayanganku!" Kakek Broto menitikkan air mata.

__ADS_1


Sementara itu di villa tempat Diandra disekap, tampak Tora yang panik, karena demam Diandra kembali naik disertai kejang hebat.


"Miko, kenapa Rara demam lagi? Kenapa kejang lagi?" tanya Tora cemas, pemuda berusia 20 tahun itu terlihat lusuh karena tak cukup tidur, ditambah sorot mata khawatir yang terlihat jelas.


"Dia trauma, wajar ada reaksi seperti itu, dia masih kecil, mengalami pelecehan seperti itu jelas membuatnya sangat ketakutan dan trauma. Kita bahkan tak tau apakah Bram dan Jordy sudah sampai menyentuh ******** Diandra atau belum, kita perlu visum. Kau pun tak akan mengijinkan aku memeriksanya kan?!" jelas Miko sambil menganti kantong IV drip dan menyuntikkan obat anti kejang.


"Kau gila!!" bentak Tora.


"Makanya, bawa ke rumah sakit, lakukan visum, biarkan Diandra dirawat di rumah sakit, setelah itu hubungi psikiater untuk membantu penyembuhan traumanya. Jangan egois, kalau sampai dia tau kau yang mendalangi semua ini, sangat besar peluang Diandra untuk membencimu!" geram Miko, sambil menunjuk wajah Tora.


"Haruskah? Aku tak ingin berpisah dengannya." gumam Tora.


"Harus!!! Kau bisa jadi pelindungnya dalam diam." Miko menepuk bahu Tora.


"Bagaimana caramu memulangkannya?" tanya Miko, karena setidaknya anak buah om Suryo pasti sudah mengetahui keterlibatan keluarga Suwito.


"Kupikirkan nanti, sekarang aku hanya ingin memeluk Diandra," jawab Tora sambil beranjak naik ke atas ranjang tempat Diandra tidur.


"I was kidnap her in vain!" gerutu Kenta.

__ADS_1


"No, you're not, at least I still can hold her this 2 days, even she is unconscious, thanks bro," sahut Taro, dia mulai memeluk tubuh Diandra dari belakang dan membenamkan wajahnya pada rambut Diandra.


"Tora, sebaiknya kamu juga segera menemui psikiater, aku takut kelainanmu sebagai pengidap paedophilia semakin parah," bujuk Miko cemas.


"Non sense, aku tak pernah terangsang melihat anak kecil selain Rara!" gerutu Tora, "Keluar kalian, mengganggu saja, aku hanya ingin berdua dengan Rara!" gertak Tora.


"Crazy stupid guy!" umpat Miko seraya mengacungkan jari tengahnya ke arah Tora.


"Kureijī ( sinting )!" sahut Kenta, dia melangkah keluar lalu menutup pintu kamar dengan kasar.


Sepeninggal Miko dan Kenta, Tora mempererat pelukannya pada tubuh Diandra.


"Rara... Maafkan kakak.... Kakak terlalu serakah, terlalu mencintai, terlalu ingin memilikimu... Maafkan kakak karena telah menyakitimu...." gumam Tora, tak terasa air matanya meleleh membasahi pipinya.


"Kak Tora...." gumam Diandra lemah.


"Ya sayang..... Apa ada yang sakit?" Tora bangkit dan memeriksa Diandra yang ternyata masih lelap tertidur akibat obat penenang yang diberikan Miko tadi. Rupanya Diandra mengigau.


"Kak Tora.... Tolong.... Tolong Rara, kak.... Takut.... Takut.... Kak Tora....," igau Diandra setengah terisak dan bergerak gelisah.

__ADS_1


"Iya sayang.... Kakak akan bawa Rara pulang besok, sekarang tidurlah, kakak di sini!" bisik Tora sambil memeluk kembali tubuh Diandra dan membelai lembut kepalanya, sesekali dia mendaratkan kecupan lembut di kepala Diandra. Perlahan Diandra kembali tenang dalam pelukan Tora.


Tak berapa lama, Tora pun ikut terlelap dalam damai bersama Diandra dalam pelukannya. Entah sudah berapa tahun mereka tak tidur berpelukan seperti ini.


__ADS_2