Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Jangan Lama-lama, Takut Kangen


__ADS_3

Lift sudah sampai di lantai 3 dan Bayu segera mendahului keluar dari lift dan melangkah ke arah ruang VVIP tempat Diandra dirawat.


"Why'd he looks so anxious?" gumam Haryo.


"He always like that if Rara's not well, since we are young, have you forget?" sahut Dimas sambil menepuk bahu Haryo dan melangkah menyusul Bayu.


Dia bisa saja mengatakan kalau Bayu dan Diandra sekarang adalah sepasang kekasih dan mungkin akan segera menikah, tapi dia tidak ingin melakukannya, karena itu adalah permasalahan yang harus Bayu dan Diandra ucapkan sendiri kepada Haryo. Walaupun nantinya akan menyakiti perasaan Haryo, tapi Dimas yakin kalau Haryo bisa menerimanya karena ini menyangkut perasaan dan hati gadis yang dia cintai.


Dimas memasuki ruang perawatan Diandra disusul oleh Haryo.


Tampak Diandra tengah disuapi dumpling soup oleh Bayu, sedangkan Tora, Danu dan Miko sedang duduk di sofa menikmati makan siang. Mereka bertiga menawari Dimas dan Haryo makan, tapi ditolak karena keduanya sudah makan siang tadi.


Haryo menatap ke arah Bayu yang sedang menyuapi Diandra. Dengan wajah datarnya, Bayu terlihat sesekali tersenyum menanggapi gumaman Diandra yang tak terdengar olehnya.


Mereka berdua tampak serasi seperti sepasang kekasih. Haryo menurunkan pandangannya, hatinya tersayat, dia ingin juga bisa bercanda dan dekat dengan Diandra, tapi karena kesalahannya sendiri, Diandra sengaja membuat tembok tinggi yang tak bisa dia tembus.


Haryo mendudukkan dirinya di sofa single, lalu matanya kembali menatap ke arah Diandra.


"Dira, gimana keadaanmu?" tanya Haryo dengan suara rendahnya.


Diandra yang tidak mengetahui kedatangan Haryo, sedikit terkejut saat mendengar suara yang sangat tak ingin dia dengar.


"Baik, pak," jawab Diandra pendek, dia hanya melirik Haryo sekilas.


"Masih sakit?" tanya Haryo yang terkesan konyol bagi Diandra.


"Masih," jawab Diandra masih dengan jawaban pendek.


Bayu menyuapkan dumpling ke mulut Diandra, tapi Diandra mulai malas membuka mulutnya.


"Apa ada yang kau inginkan?" tanya Haryo lagi.


"Tidak," jawab Diandra, saat Bayu akan menyuapkan makanan lagi Diandra menggeleng.


"Kenapa? Mau choi pannya?" tanya Bayu sabar, dia menyadari perubahan mood Diandra sejak Haryo menyapanya tadi.


"Mau tidur," jawab Diandra datar. Bayu memijat pelipisnya.

__ADS_1


Danu, Miko dan Dimas hanya bisa menghela nafas panjang. Sedangkan Tora bingung, kenapa tiba-tiba mood sepupu perempuan kesayangannya itu berubah.


"Tadi ade minta choi pan, Bayu sudah beliin malah nggak dimakan?" tanya Tora sambil menghampiri Diandra, tangannya memegang box berisi makan siang yang baru habis setengah.


"Ngantuk kak," jawab Diandra asal.


"Hmmm.... Ade pintar bohong ya sekarang?" gumam Tora, dan Diandra menatapnya dengan perasaan bersalah.


"Maaf," gumam Diandra lirih.


"Habiskan dulu makanannya, kakak temani di sini," Tora duduk di samping ranjang, lalu dia mengode Bayu untuk melanjutkan kegiatan menyuapi Diandra. Bayu mengangguk perlahan.


"Cutie mau dumpling lagi atau choi pan?" tanya Bayu dengan sabar.


"Dua-duanya, makan bareng Big Bun ya," jawab Diandra sedikit manja. Haryo yang mendengarnya mengernyit, Cutie? Big Bun? What was that?


"Iya iya, kakak suapi ya," Bayu mulai menyuapkan dumpling soup lagi le mulut Diandra, lalu bergantian menyuapkan ke mulutnya.


"Spoiled girl," gerutu Tora sambil menekan hidung Diandra dan hanya dibalas kekehan ringan oleg Diandra.


Danu dan Miko sudah selesai makan, mereka segera membereskan sisa-sisa makanan dan box bekas makanan mereka.


"Dimana?" tanya Bayu.


"Kamu disini saja jaga Rara, kalau ikut nanti siapa jagain dia?" sahut Danu.


"Rara sendiri nggak apa-apa kak, habis ini juga mau minum obat terus tidur, nyeri lagi lututnya," ucap Diandra, mulutnya sibuk mengunyah choi pan karena dumplingnya sudah habis, hanya tersisa kuah yang akan Diandra minum nanti.


"Kalian duluan, aku akan menyusul setelah Rara tertidur nanti," seru Bayu yang masih sibuk dengan kegiatannya menyuapi Diandra.


Haryo menatap Bayu dan Diandra dengan perasaan berkecamuk, ada apa sebenarnya dengan mereka berdua?


Miko dan Dimas bangkit dan berjalan keluar, disusul Danu dan Tora, mereka memutuskan akan berbicara di kafetaria rumah sakit.


Haryo bangkit dan sekali lagi dia menatap ke arah Bayu dan Diandra.


"Aku keluar dulu," pamit Haryo, suaranya terdengar sendu.

__ADS_1


"Aku akan segera menyusul, kau selesaikan dulu permasalahan semalam," sahut Bayu, saat ini suaranya terdengar lebih bersahabat.


"Hm... " gumam Haryo sambil melangkahkan kakinya menyusul keluar menuju kafetaria. Entah mengapa hatinya merasa gusar, sepertinya Bayu menyembunyikan sesuatu darinya berkaitan hubungan Bayu dengan Diandra.


Tapi Haryo tak ingin menerka-nerka, dia membuang pikiran itu dan segera bergegas melangkah menuju kafetaria di lantai 1.


"Big Bun...." panggil Diandra manja.


"Hm? Ada apa Cutie?" tanya Bayu sambil membersihkan bekas makan Diandra.


"Jangan lama-lama ya, takut kangen," jawab Diandra malu-malu.


"Hehehe, sudah pintar gombalin kakak ya?" Bayu mencium pipi Diandra dengan gemas.


"Nggak gombal kok, beneran kangen kalau nggak ada Big Bun di sini," rajuk Diandra.


"Ya udah, kakak di sini aja, nggak jadi nyusul mereka, kakak temani Cutie aja," sahut Bayu sambil membuang bekas makanan ke dalam tempat sampah. Lalu dia mengambil handuk basah untuk membersihkan bibir Diandra.


"Memangnya pada mau bicarakan apa sih kak, kenapa nggak disini aja?" tanya Diandra penasaran, karena dia merasa semua orang seperti menyimpan rahasia darinya.


"Nanti kakak cerita pelan-pelan, sekarang Rara fokus buat sembuh dulu ya sayang," bujuk Bayu sambil mengecup kening Diandra, dan Diandra hanya mengangguk pasrah.


"Kak, apa kakak benar mau menikahi Rara?" tanya Diandra ragu-ragu.


"Iya dong, kenapa?" jawab Bayu yang balik bertanya.


"Rara kaya gini, dan kata Kak Dimas proses pemulihannya 1 tahun, kakak mau nunggu 1 tahun?" jawab Diandra.


"Kenapa harus 1 tahun? Kalau Rara sudah keluar dari rumah sakit, kita tunggu sampai jahitannya mengering, paling cuma 2 minggu, habis itu kita menikah," jawab Bayu sambil tersenyum cerah.


"Tapi kalau Rara kaya gini, gimana malam pertama kita kak?" tanya Diandra bingung, tapi setelah beberapa saat dia tersipu malu apa lagi melihay Bayu mengangkat sebelah alisnya da tersenyum nakal padanya.


"Malam pertama? Bisa diatur sayang, yang jelas Cutie nggak akan merasakan sakit," jawab Bayu sambil menaikturunkan kedua alisnya.


"Kak Bayu ngeres," gerutu Diandra sambil menunduk malu.


"Lha kok kakak, bukannya Rara yang tanya? Kakak kan cuma jawab. Pokoknya jangan khawatir, pasti Rara akan merasa ketagihan," Bayu tersenyum nakal menggoda Diandra yang semakin tersipu malu.

__ADS_1


"Kakak nggak nyusul ke kafetaria?" tanya Diandra mengalihkan pembicaraan.


"Rara tidur saja dulu, kalau Rara ijinkan ya kakak nyusul kalau enggak, kakak disini temani Rara juga nggak apa-apa, malah bahagia bisa berduaan sama kekasih kecil kakak yang imut dan gemesin ini," jawab Bayu sambil menggoda Diandra, tak lupa Bayu mengecup mesra bibir Diandra yang sedari tadi menggodanya.


__ADS_2