
Sesampainya di lantai dua, Tora buru-buru membuka pintu dan masuk ke dalam kamar tempat Diandra disekap. Tora melihat sepupunya tengah meringkuk di ranjang ukir ukuran king size. Perlahan Tora menghampiri Diandra, jantungnya berdegup kencang. Tora menyukai Diandra sudah sejak Diandra berusia 5 tahun, dulu mereka sangat akrab, Tora sering mengajak Diandra bermain, karena menurutnya Diandra lebih cantik dan manis dibandingkan dengan Sinta. Dan juga Diandra sangat imut, dan suka sekali bermanja dengannya saat Tora masih sering main ke rumah omnya , Suryo. Hampir setiap hari Tora datang bahkan menginap, hanya agar bisa melihat dan memanjakan Diandra.
Hubungan Tora dengan Danu dan para sahabatnya pun sangat baik, dibandingkan dengan Sinta, Tora memang lebih dekat dengan kedua sepupunya.
Namun sejak dua tahun terakhir, orang tuanya melarang Tora berkunjung ke rumah omnya. Setelah kakeknya, Asdi Perwita meninggal, dan menurunkan warisan yang menurut ayahnya, Suwito, tak adil dalam pembagian harta warisan dan saham perusahaan, Suwito melarang Tora datang ke rumah Suryo, walau hanya sekedar mampir. Untuk melampiaskan rindunya pada adik sepupunya yang manis, Tora akan datang ke sekolah Danu dan Diandra dan melihat Diandra dari kejauhan sebagai pengobat rindu.
Lama-kelamaan rasa suka dan sayang Tora menyimpang, bukan sayang kepada sepupu, tetapi lebih ke ingi memiliki dan nafsu. Sering kali Tora membayangkan Diandra saat hasratnya memuncak.
Maka dari itu, saat Sinta meminta tolong dirinya untuk menyingkirkan Diandra, Tora langsung setuju, tetapi bukan untuk disingkirkan, tetapi untuk dia miliki sepenuhnya.
CRAZY!!!!
Tora mendekati Diandra, keningnya berkerut melihat penampilan Diandra, bajunya terkoyak, tangannya diikat dan di pipinya tampak bekas tangan yang memerah dan bengkak, ada noda darah di sudut bibirnya dan ada bekas air mata di wajahnya. Tora naik pitam.
"KENTAAA!!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA DIANDRA????!!!" teriakan Tora menggelegar memenuhi seluruh penjuru villa.
Tora menuruni tangga dengan cepat, nafasnya terengah-engah, matanya merah karena terlalu marah, bahkan urat-urat nadi di pelipis dan tangannya terlihat jelas.
"Ada apa ribut-ribut, Tora?" tanya Kenta yang masih duduk di ruang tamu.
"Apa yang kau lakukan pada Diandra? Aku bilang Diandra tak boleh luka atau tergores sedikitpun, kenapa kau mengabaikannya??" gertak Tora sambil mencengkeram kerah baju Kenta.
Alis Kenta terangkat sebelah. Lalu dia segera memerintahkan anak buahnya memanggil Jack.
"Panggil Jack kemari!" perintah Kenta dingin.
Dengan segera anak buahnya memanggil Jack untuk datang ke ruang tamu.
Tak lama, Jack datang memasuki ruang tamu yang luas bernuansa kayu.
"Ada apa bos?" tanya Jack bingung.
"Apa yang kau lakukan pada anak itu?" tanya Kenta sambil menatap lekat ke arah Jack.
"Aku taruh dia di kamar utama!" jawab Jack jujur.
"Aku sudah katakan, jangan menyentuhnya, dia milik Tora!" gertak Kenta.
"Aku hanya membaringkannya di ranjang, sama sekali tidak menyentuhnya walau sangat ingin." sahut Jack membela diri.
"Jangan bohong kau Jack!!! Rara adalah milikku, kenapa kau ikat dan kau pukul wajahnya sampai merah seperti itu???" bentak Tora sambil menyerang Jack.
__ADS_1
"Demi Tuhan, aku tak menyentuhnya setelah membaringkannya di ranjang, Bos sudah bilang kalau anak itu milikmu, mana berani aku menyentuhnya?!" Jack balas membentak Tora.
"Panggil semua kemari!!!" teriak Tora geram sambil mendorong tubuh Jack ke lantai.
Kenta mengisyaratkan anak buahnya yang tadi memanggil Jack untuk segera mengumpulkan seluruh anak buahnya yang lain. Kepalanya terasa berdenyut, bisa dipastikan Tora akan mengamuk dan bukan mustahil kalau Tora akan menyiksa anak buahnya yang sudah berani menyentuh bocah sepupu Tora. Kenta tau, walau berwajah tampan penuh kelembutan, namun Tora adalah seorang psychopath kejam.
Tak lama, seluruh anak buah Kenta yang berjumlah 11 orang berkumpul di ruang tamu luas namun kelam. Mereka bingung kenapa tiba-tiba Sang Bos memanggil mereka untuk berkumpul.
"Katakan padaku, siapa yang masuk ke dalam kamar utama di lantai dua?" tanya Kenta dingin sambil menghisap rokoknya.
Para anak buahnya diam, tak ada satupun yang menjawab, tapi ada seorang yang tampak gusar.
"Kuulangi sekali lagi siapa yang masuk ke kamar utama di lantai dua?" tanya Kenta lagi dengan suaranya yang datar penuh penekanan.
"Sa-saya, B-b-boss!" jawab seorang anak buah Kenta yang berperawakan tinggi dan berwajah lumayan tampan, tapi ketampanannya seolah menghilang karena ketakutannya menyebabkan wajahnya memucat.
"Apa yang kau lakukan pada anak itu, Bram?" tanya Kenta yang menatapnya dengan tatapan mengerikan, wajah tampan blasteran Jepang-Indonesianya terlihat sangat menakutkan.
"Ma-ma-maaf Boss, ta-tadi sewaktu an-antar makanan, rok anak itu ter-tersingkap, a-aku menjamahnya sedikit, tapi dia terjaga dan memberontak, jadi a-aku..... a-aku.... a-aku..... AAAAAAAAAKHHH!!" belum lagi anak buah Kenta selesai menjelaskan, Tora dengan beringas melayangkan tendangan tepat di dada dan membuat Bram terpental beberapa meter. Tak cukup sampai di situ, Tora melangkahkan lebar kakinya, setelah mencapai jarak satu meter, Tora melompat maju dan mendaratkan lututnya tepat di perut Bram, dan tak terelak lagi Bram muntah darah dan langsung pingsan.
Saat Tora hendak menghajar Bram dengan pukulan di wajahnya, Kenta melangkah dan memegang bahu Tora, menenangkannya.
"Biar kuurus, kau obatilah luka sepupumu!" ucap Kenta yang seolah menyadarkan Tora kalau Diandra sekarang sedang terluka.
"Kita mana ada kotak obat, Boss?" tanya Jack dengan bodohnya.
Kenta menghela nafas panjang karena kesal.
"Pakai otakmu untuk memikirkan hal yang berguna, jangan hanya memikirkan ************ Sinta!" gertak Kenta.
"Aku sudah berpikir, makanya aku tanya, Boss." sahut Jack yang makin membuat Kenta geram.
"BELI!!!! BELI, JACK!!! BELI!!!! CEPAAAT!!!" bentak Kenta emosi diraihnya patung kayu ukiran garuda di nakas lalu dilemparkannya ke arah Jack yang sudah terlebih dahulu melesat pergi mencari apotek terdekat yang tidak dekat, karena lokasi villa yang terpencil.
"That stupid dummy thing!!!" gumam Kenta.
"Bawa Bram ke rumah Miko, suruh dia mengobati Bram!" perintah Kenta kepada anak buahnya, lalu dia berjalan ke arah sofa dan mengambil ponselnya, kemudian dia menghubungi seseorang bernama Miko.
"Hey, what's up?" tanya Miko, sesaat setelah telepon diangkat.
"Pasien korban Tora. Rawat dia sampai sembuh!" jawab Kenta.
__ADS_1
"Apa lagi kali ini?" dengus Miko kesal, karena tiap kali Tora buat ulah, selalu dia yang direpotkan untuk mengobati dan merawat korban kelakuan Tora.
"It might be broken ribs and some internal bleeding." jelas Kenta sambil memijat jembatan di antara alisnya.
"What the **** is he doing?" omel Miko frustasi.
"Bram sudah berani menyentuh sepupu Tora." sahut Kenta to the point.
"Diandra? Gimana bisa?" tanya Miko heran.
"Barusan kita culik dia. Siang tadi." jawab Kenta.
"WHAT??? Are you guys crazy???" pekik Miko.
"Tora was crazy, he's bond to make his cousin to be his own. You know what I mean. He is your best friend, you know him well, don't you?" sahut Kenta cuek.
"Dan kamu iya iya aja bantu dia buat culik gadis manis itu?" tanya Miko emosi.
"Bayarannya lumayan." jawab Kenta santai.
"Sejak kapan kau butuh uang? Perusahaanmu sendiri bisa menghasilkan milyaran dalam sehari, Ken!" omel Miko.
"Yah... Aku memang CEO, tapi aku juga harus menyalurkan hobbyku sesekali." sahut Kenta acuh tak acuh.
"Both of you are crazy. GOD.... Why should I have crazy friends like you and Tora!!!" pekik Miko frustasi.
"OK, I won't care what crimes you've done with Tora, just bring those injured guy come, I will treat his internal wounds." ucap Miko pasrah.
"Hmmmm.... Right on the way there, thanks bro!" Kenta memutus sambungan teleponnya.
Tora, Kenta dan Miko adalah sahabat dejak mereka duduk di bangku SMP, mereka bertiga sama-sama berasal dari keluarga berada, namun memiliki sifat yang bertentangan. Tora adalah psychopath yang masih kuliah semester akhir dan mempunyai beberapa cabang cafe, Kenta adalah mahasiswa semester akhir yang sudah menjabat sebagai CEO muda di perusahaan keluarganya, walau begitu dia juga seorang pemimpin underworld organisation yang kejam dan bengis. Sedangkan Miko adalah seorang ahli akupuntur ( warisan turun temurin keluarganya ) dan juga dokter muda spesialis orthopedic dan penyakit dalam ( dokter jenius yang meraih gelarnya dengan cara lompat kelas beberapa kali ).
Back to the story
Kenta menghempaskan tubuhnya di sofa. memijat keningnya yang sedari tadi berdenyut karena kekacauan yang disebabkan oleh Tora.
"Boss..." panggil salah seorang anak buah Kenta.
"Hm?" sahut Kenta pendek.
"Boss Tora meminta baju ganti buat anak itu." ucap anak buah Kenta.
__ADS_1
"Belikan!' sahut Kenta. "Minta uang ke dia, bayaran kemarin itu di luar kebutuhan dia selain makan!" gertak Kenta, otomatis anak buahnya segera lari menaiki tangga menuju kamar utama untuk meminta uang pada Tora.