Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Ijinkan Rara Tinggal Bersamaku


__ADS_3

Waktu berjalan hingga menunjuk pukul 19:15, Haryo terpaksa pamit meninggalkan rumah sakit karena harus menyelesaikan urusan keluarganya dengan keluarga Suwito. Dengan berat hati dia melajukan mobilnya untuk pulang ke apartmentnya untuk sekedar mandi dan berganti baju.


Sementara itu, Dimas keluar dari ruang operasi dan terlihat frustasi.


"Dim, gimana Rara?" tanya Danu khawatir.


"Nunggu sadar, operasi berjalan lancar," jawab Dimas, lalu Dimas menoleh ke arah Bayu dengan tatapan marah.


"Sebetulnya Rara disuruh ngapain aja sih di kantor? Kemarin cuma dislokasi, kenapa malah ligament lututnya robek tiga lapis? Tambah lagi meniskus ( bantalan lutut ) ikut rusak, pantas Rara nggak bisa menopang tubuhnya dan beberapa kali hampir jatuh," ucap Dimas emosi, walau mereka tidak ada ikatan darah, bagi Dimas yang notabene anak bungsu, Diandra sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri, jadi saat melihat Diandra pingsan dengan wajah pucat dan tubuh basah karena keringat dingin, Dimas merasakan kecemasan dan kekhawatiran seperti seorang kakak yang khawatir dengan kondisi adiknya, ditambah dengan kondisi lutut Diandra yang bengkak dan berbentuk aneh serta berwarna kebiruan.


"Maaf, aku dan Haryo bertengkar tadi dan Rara berdiri terlalu lama karena terhalang Haryo," jelas Bayu, "Maaf gara-gara aku, Rara jadi begini," ucap Bayu menyesal.


Danu menepuk bahu Bayu perlahan, tidak ada yang salah di sini.


"Bagaimana Rara sekarang?" tanya Danu cemas.


"Operasinya berjalan lancar, dia harus dirawat paling tidak 4 hari dan sementara dia tidak diperbolehkan terlalu banyak menggerakkan lututnya, jadi Rara harus memakai kursi roda selama paling tidak 1 bulan dan lakukan terapi rutin di klinik fisioterapi. Pemulihannya memakan waktu yang lumayan lama, antara enam bulan sampai satu tahun," jelas Dimas frustasi.


"Aku akan membawanya pulang setelah selesai perawatan di sini," ucap Danu mengejutkan Bayu.


"Dan... Please...." pinta Bayu memohon.

__ADS_1


"She asked me to picked her up from your house, what happen exactly? Do you break her up?" tanya Danu penuh selidik, baru kemarin Diandra dan Bayu begitu gembira karena mendapat restu darinya dan juga dari kakek dan nenek, tapi siang tadi Diandra memintanya untuk menjemputnya dari rumah Bayu karena dia ingin pulang.


"It's misunderstanding, she think she was the one who caused Haryo mad at me at work," jawab Bayu sambil menghela nafas lelah, "Rara nggak suka lihat Haryo marah-marah nggak jelas ke aku hanya gara-gara aku bantu Rara jalan ke toilet trus balik lagi ke ruangannya," tambah Bayu.


"Is that so..." gumam Danu dan Dimas bersamaan.


"Dan, kumohon.... Ijinkan Rara tinggal bersamaku," pinta Bayu memohon dengan sangat pada Danu.


"Tunggu Rara sadar dan biarkan dia yang memutuskan, jika Rara masih ingin tinggal bersamamu setelah perawatan di sini, maka dia aku serahkan kepadamu, tapi jika tidak... Maka Rara akan ku bawa pulang," jawab Danu yang diangguki Bayu.


Tak lama kemudian, Diandra didorong keluar dari ruang operasi oleh beberapa orang perawat, Danu meminta Diandra dibawa ke bangsal perawatan kelas 1 tapi Bayu memindahkannya ke bangsal perawatan VVIP, Danu yang tak ingin ribut hanya mengiyakan, lalu mereka berjalan beriringan mengikuti perawat yang mendorong Diandra untuk dipindah ke bangksal perawatan.


Sementara itu di restaurant Sixsense Kitchen, tampak Suwito bersama Mariana dan Sinta tengah duduk menunggu kedatangan keluarga Wicaksono untuk memenuhi undangan makan malam.


"Maunya apa mereka itu, minta kita datang untuk makan malam, tapi malah mereka sendiri belum menampakkan batang hidung mereka," omel Mariana tiada henti.


"Tutup mulutmu dan jaga bicaramu, semua ini berawal dari mulutmu yang tak tahu aturan," bentak Suwito sambil menatap tajam ke arah Mariana.


"Betul kata Papa, Ma.... Kalau saja mama ada sedikit bagian otak Mama yang bisa dipakai, kita nggak perlu memohon-mohon seperti ini," sahut Sinta, dia kesal gara-gara mamanya dia hampir saja batal menikah dengan Haryo, tapi hari ini akhirnya semua impiannya akan jadi kenyataan, dia akan segera menjadi Nyonya Muda Wicaksono dengan segala privilege yang akan dimilikinya nanti. Saking gembiranya dia tadi merayakannya bersama Jack dan juga dua orang pria teman Jack yang baru saja masuk menjadi anggota Furaingudoragon. Keduanya sangat imut tapi juga kuat, sehingga mereka bertiga mampu memuaskan hasrat Sinta siang tadi, bahkan mereka masih berada di kamar Hotel Z yang menjadi tempat favorit Sinta untuk memuaskan hasratnya, karena Sinta akan kembali kesana setelah acara makan malam ini berakhir.


Tiba-tiba seorang pelayan datang ke arah meja mereka yang kebetulan berada tepat di tengah ruangan, karena itu adalah meja terbesar yang ada di restaurant ini yang sengaja disediakan sesuai dengan perintah Haryo. Di belakang pelayan tadi, tampak Keluarga Besar Wicaksono mengikuti dari belakang, Dewo, Rianti, Cokro dan juga Gina beserta suaminya, James.

__ADS_1


Ya, Gina Wicaksono, mama Bayu adalah adik dari Dewo Wicaksono, ayah Haryo. Gina menikah dengan James Senoaji seorang pria Tionghoa yang mempunyai nama asli James Ong, seorang pengusaha properti dan makanan beku. Dengan kata lain, selain bersahabat, Haryo dan Bayu adalah saudara sepupu.


Melihat kedatangan keluarga calon besannya, Suwito segera bangkit dari duduknya disusul Mariana dan Sinta, mereka menunduk memberi salam.


Sinta melirik kesana kemari mencari keberadaan Haryo, tapi dia sama sekali tak melihat bayangan Haryo. Sinta sedikit kecewa.


"Maaf kami terlambat, ada beberapa pekerjaan yang harus saya dan James bereskan sebelum kemaru," ucap Dewo basa basi.


"Tidak apa-apa, kami juga baru sampai," sahut Suwito yang juga basa basi, walau agak kesal karena harus menunggu lama, tapi dia masih waras untuk tidak meluapkan kekesalanannya sekarang ini.


"Mas Haryo tidak datang ya, Tante?" tanya Sinta dengan suara dibuat semerdu mungkin membuat orang yng mendengarnya bisa bergidik.


"Ada sesuatu di perusahaan, dia terlambat pulang," jawab Ratri ketus.


Mendengar jawaban Ratri yang ketus, Sinta menggeretakkan giginya, tangannya mengepal karena kesal, awas saja kalau dia sudah menikah dengan Haryo, hal pertama yang akan dia perbuat adalah menyingkirkan Cokro dan Ratri.


"Tak perlu menatapku dengan tatapan seperti itu, kalau kau memang benci padaku katakan saja," ucap Ratri tiba-tiba yang tentu saja membuat Sinta terkejut dan cepat-cepat menurunkan pandangannya.


"Maaf Tante, bukan seperti itu, Sinta hanya kecewa karena Mas Haryo belum datang," helah Sinta lirih.


"Huh, kau anggap aku ini orang bodoh?" tanya Ratri dengan nada sarkasnya, membuat Sinta semakin menunduk untuk mrnyembunyikan kebenciannya pada Ratri.

__ADS_1


"Tak perlu berpura-pura lagi untuk menjadi penjilat," tambah Ratri, Suwito menahan geram mendengar Ratri mencela Sinta, Mariana sudah hampir membuka mulut tapi dihalangi Suwito, dia tidak ingin mengacaukan makan malam ini, kelangsungan perjodohan Sinta dengan Haryo sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup perusahaannya, jika gagal, maka bisa dipastikan dia harus menanggung utang yang cukup besar dan juga kerugian yang mungkin bisa membuat perusahaannya bangkrut.


__ADS_2