Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
LAMBEMU ( L. O. L )


__ADS_3

Bayu tercengang mendengar perkataan Haryo, lalu dia berbalik dan menepuk bahu Haryo.


"Don't be so worked out, aku cuma bicara sesuai realita saja," ucap Bayu menenangkan Haryo.


"You brat, I don't like those kind of joke," gerutu Haryo sambil mendorong bahu Bayu.


"Hahaha, you have no fun, why so serious?" gelak Bayu, dia sendiri heran kenapa dia berkata seperti itu.


"Nggak lucu, Bay!" geram Haryo.


"I know, sorry," sahut Bayu yang masih terkekeh.


"Aku ikut mobilmu," ucap Haryo yang masih kesal, dia langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah driver seat.


Bayu hanya menggelengkan kepalanya pasrah. Dia berjalan mendekati mobil Haryo yang sudah menyala lalu mengetuk pintu kemudi perlahan.


Kaca mobil bergerak turun dan menyembullah kepala Pak Waluyo, driver pribadi Haryo.


"Lho, Den Bayu?" Pak Waluyo ber seru kaget saat melihat siapa pengetuk kaca mobil mewah milik Tuan Mudanya.


"Siang Pak Waluyo, maaf pak, balik ke kantor sendiri ya, Haryo ikut mobil saya," ucap Bayu sopan.


"Oh, njih Den Bayu, kalau gitu saya jalan duluan Den," jawab Pak Waluyo santun. Lalu tak menunggu lama, dia segera melajukan mobil tuan mudanya perlahan meninggalkan tempat parkir cafe.


Bayu berjalan menghampiri mobilnya, kemudian segera masuk dan duduk di bangku kemudi, setelah menutup pintu dan memasang seatbelt, Bayu segera menyalakan dan melajukan Mini Cooper Frozen Brass miliknya meninggalkan cafe dan berjalan menuju perusahaan Haryo.


"Bay, apa kasus yang sudah 10 tahun ditutup bisa diajukan kembali?" tanya Haryo.

__ADS_1


"Kita harus menyelidiki kejahatan baru Suwito dan Bagyo lalu kita bisa menambahkan kasus pembunuhan Om Suryo dan Tante Rianti ke dalam laporan tindak kejahatan mereka," jawab Bayu, matanya fokus ke depan menatap jalan raya yang cukup lengang.


"Aku akan meminta Yudho menyelidikinya," sahut Haryo, dia membuka ponselnya lalu mengirim pesan kepada Yudho, orang yang selalu dipercaya keluarganya untuk melakukan investigasi atau penyelidikan lapangan.


"Hmmm, aku juga sudah memberi tugas itu pada Jim, mungkin tak lama kita akan segera dapat informasi," balas Bayu.


Haryo hanya mengangguk puas, lalu suasana menjadi hening kembali hingga mereka tiba di depan pintu lobby perusahaan.


Bayu dan Haryo keluar dari dalam mobil, lalu Bayu menyerahkan kunci kepada security untuk memarkirkan mobilnya di basement. Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang sangat dibenci Haryo.


"Mas Haryo, tunggu mas, aku ingin bicara," teriak Sinta yang datang entah dari mana. Wajah Haryo menggelap, dia mendengus kesal lalu melangkah lebar buru-buru memasuki lobby. Bayu hanya bisa menghela nafas panjang lalu bergegas menyusul Haryo, namun dia kalah cepat, Sinta meraih lengannya dan merengek minta diijinkan masuk.


"Bay, bilang pada Mas Haryo kalau aku ingin bicara," rengek Sinta sambil menarik-narik lengan Bayu seperti anak kecil.


"Let go of my hand!" hardik Bayu sambil menyentakkan tangan Sinta dengan kasar hingga Sinta terhuyun mundur ke belakang.


"Hah, kau kira aku takut? Aku bahkan menunggu hari di mana aku bisa berhenti dari perusahaan Haryo dan mengurus perusahaan keluargaku, kau kira aku hanya bisa hidup dengan bekerja di sini?" sahut Bayu dengan nada mengejek.


"Perusahaan keluargaku sama besarnya dengan perusahaan ini, jadi sekalipun dipecat aku tak akan kekurangan pekerjaan," tambah Bayu, membuat Sinta sedikit tercengang, Sinta lupa jika keluarga Senoaji merupakan pemilik dari PT. Mulia Persada yang sama besar dan berkembangnya dengan PT. Wicaksono World.


Bayu segera melangkah menuju pintu masuk perusahaan, tapi saat di sudah berada tepat di depan pintu, dia berhenti dan berbalik menghadap ke arah Sinta.


"Pulang dan bersiaplah, malam ini akan ada pertemuan antara keluarga Perwita dan keluarga Wicaksono, Haryo menyiapkan kejutan untukmu," ucap Bayu, kemudian dia langsung berbalik dan melangkah masuk ke dalam perusahaan.


Mata Sinta berbinar, Haryo menyiapkan kejutan untuknya? Apakah ini artinya pertunangannya tak jadi dibatalkan? Mungkinkah kejutan itu adalah lamaran Haryo kepadanya?


Sinta tersenyum senang dan penuh kemenangan, akhirnya impian untuk menikah dan menjadi istri Haryo menjadi kenyataan.

__ADS_1


Tanpa banyak membuang waktu, Sinta bergegas menuju mobil Ferrari merah miliknya lalu dengan cepat dia melajukan mobilnya ke arah mall terbesar di Jogja, dia harus membeli gaun yang anggun untuk pertemuan malam ini, dan dia juga menghubungi Jack, karena setelah membeli gaun dia ingin melepas hasratnya yang sudah dia tahan dari kemarin.


Sementara itu di ruang CEO, Haryo menatap rekaman CCTV, dia heran kenapa Sinta terlihat begitu bahagia setelah bicara dengan Bayu, dia tidak bisa membaca gerak bibir mereka karena posisi Bayu dan Sinta membelakangi kamera.


Rasa penasarannya segera hilang saat dia menerima pesan dari Bayu yang mengatakan kalau dia bilang pada Sinta, malam ini akan ada pertemuan dua keluarga dan Haryo sudah menyiapkan kejutan untuk Sinta dan keluarganya, Bayu juga bilang kalau mungkin Sinta mengira kejutan itu adalah lamaran Haryo pada Sinta, kemudian Bayu mengakhiri pesannya dengan emoji tertawa terbahak-bahak.


Haryo mengumpat kesal, cih siapa pula yang mau melamar perempuan yang sudah jadi piala bergilir dan tak ragu untuk aborsi dan steril hanya karena tak ingin kebobolan punya anak dari hubungan bebas dengan para pria tak jelas?


Setelah mengirim balasan kepada Bayu yang hanya berisi satu kata 'LAMBEMU' ( mulutmu, Jawa ) Haryo mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Sementara itu, Bayu yang berada di ruangannya sedang tertawa geli setelah membaca balasan Haryo.


"Heh, sudah lama dia nggak mengumpati ku dengan kata lambemu, hahaha," gelaknya ringan. Kata itu mengingatkannya pada masa-masa mereka masih duduk di bangku SMP sampai SMU, jika mereka berempat, Bayu, Haryo, Danu dan Dimas beradu mulut dan salah satu dari mereka kalah, maka yang kalah itu akan mengumpati ketiga temannya dengan kata 'lambemu' dan setelah itu mereka berempat akan tertawa terbahak-bahak.


"Hah, aku merindukan masa itu, masa di saat kami hanya perlu belajar dan memikirkan Rara," desah Bayu.


TOK TOK TOK!!!


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Bayu, dia menegakkan tubuhnya dan segera meminta orang yang mengetuk pintu segera masuk.


"Masuk!" perintahnya, dan pintu segera terbuka lalu Ari, si pengetuk pintu segera melangkah masuk.


"Pak Bayu, perwakilan dari Matsushita Company sudah datang dan sekarang sedang menunggu di meeting room 2," ucap Ari memberikan informasi.


"Ah, kenapa lebih awal 30 menit dari jadwal? Mereka juga tidak memberi tahu," sahut Bayu heran, biasanya jika jadwal pertemuan dimajukan atau diundur mereka selalu diberi informasi atau memberikan informasi, tidak pernah dadakan seperti ini.


"Saya tadi bertanya, katanya kebetulan mereka baru selesai meeting dengan PT. Buana Raya, jadi sekalian kesini, mereka juga tidak keberatan menunggu," jawab Ari.

__ADS_1


"Baiklah, kita temui mereka sekarang, siapkan berkas kontraknya dan ikut aku ke meeting room 2," perintah Bayu, kemudian dia berjalan keluar ruangannya diikuti Ari yang berjalan di belakangnya sambil membawa berkas kontrak untuk perpanjangan kontrak kerja sama dengan Matsushita Company.


__ADS_2