
"STUPID.... IDIOT.... How can you lose track when you are following him???" ( Bodoh.... Idiot... Bagaimana kau kehilangan jejaknya saat kau mengikutinya??? ), bentak Kentaro pada Shinichi, anak buahnya yang dia tugaskan mengikuti Jim.
"Sorry Boss, mereka menggunakan pengalih perhatian," ucap Shinichi membela diri.
"Excuses, apa kau tak melihat nomor polisi motor yang dipakai anak itu?" bentak Kentaro murka.
"Sorry, Boss" sahut Shinichi lirih.
"You dumb!" gertak Kentaro seraya memukul kepala Shinichi menggunakan telapak tangannya.
"Laporkan keadaan di rumah pasangan tua itu," seru Kentaro sambil menunjuk ke arah Jack.
"Mereka tidak kemana-mana, si kakek hanya pergi ke toko sembakonya sedangkan si nenek hanya keluar ke teras untuk belanja sayur dari tukang sayur keliling," jawab Jack.
"Apa kedua cucu mereka tak datang berkunjung?" tanya Kentaro kesal.
"Tidak, Boss," jawab Jack lagi, siap-siap menerima pukulan dari Kentaro, namun belum lagi Kentaro mengangkat tangannya, ponsel Kentaro berbunyi nyaring.
"Moshi moshi, Yoshiko," ( Halo dalam bahasa Jepang ), sapa Kentaro saat mengangkat panggilan telepon dari sepupunya.
'Bro, where are you?' tanya Yoshiko.
'Villa,' jawab Kentaro singkat.
__ADS_1
'Can you come to my place?' tanya Yoshiko lagi.
'Busy,' Kentaro lagi-lagi hanya menjawab dengan sepatah kata.
'Oh come on.... I met your pretty angel, but it's ok if you don't want to know her whereabouts,' sahut Yoshiko kesal dan bersiap memutus sambungan telepon mereka.
'Alive Fusion Dinning,' cepat Kentaro menyebutkan nama sebuah cafe sebagai tempat mereka bertemu, lalu tanpa menunggu jawaban dari Yoshiko, Kentaro sudah mematikan sambungan telepon mereka dan bergegas pergi keluar villa.
'Darn it, this brother of mine really such a jerk,' gerutu Yoshiko dalam hati. Dan karena kesal dia bersantai dulu sampai Kentaro menunggunya beberapa lama.
Ketaro tiba di Alive terlebih dahulu dan segera mencari bangku kosong untuk menunggu Yoshiko.
Sepuluh menit menunggu tak ada tanda kedatangan Yoshiko sama sekali membuat Kentaro kesal. Diraihnya benda pipih bernama ponsel dan segera dia mencari nomor Yoshiko lalu menekan tombol telepon hijau untuk melakukan panggilan pada Yoshiko.
'Hoahm.... Yo bro,' sapa Yoshiko saat mengangkat telepon dari Kentaro, tentunya setelah Kentaro melakukan panggilan sebanyak 3 kali.
'Ah, sorry.... I was going to say that we meet at Alive after 12pm because I was lack of sleep lately,' jawab Yoshiko acuh tak acuh.
'You bratt, come right now, no more excuses, or I will cut your pocket money and also your salary,' ancam Kentarro tetapi malah disambut kekehan Yoshiko.
'Do it, then I will not spill any informations of your pretty angel,' sahut Yoshiko dan balik mengancam Kentaro.
'Darn you little devil, I'll give you 15 minutes, quickly drive here!!!' perintah Kentaro dan Yoshiko hanya tertawa setelah itu dia hanya bilang ok pada Kentaro.
__ADS_1
Dengan malas Yoshiko turun dari ranjangnya lalu mengambil kunci dan segera mengendarai Volkswagen Beetle F8 putih miliknya menuju tempat Kentaro menunggu.
Sesampainya di Alive Fusion Dinning, Yoshiko segera mencari keberadaan Kentaro dengan santai, dia sengaja ingin menyulut emosi sepupu tertuanya itu. Namun sayang, rencananya gagal, karena Kentaro langsung melihat kedatangan Yoshiko dan menantapnya tajam, sehingga tak mungkin Yoshiko mengelak dan pura-pura tak melihat.
Dengan senyuman lebar, Yoshiko melangkah menghampiri meja Kentaro, lalu duduk di hadapannya. Seorang waitress memdatanginya dan menanyakan apa yang ingin dipesan oleh Yoshiko.
"Norwegian Salmon, Hawaiian Salad dan Iced Lychee Tea," Yoshiko memesan tiga menu sementara Kentaro tengah menunggu pesanan hot potnya.
Setelah sang waitress pergi, Kentaro manatap tajam mata Yoshiko.
"Spill it out," perintah Kentaro.
"Let me eat first, I'm hungry," elak Yoshiko mengulur waktu.
"Sepupu sialan!!!" umpat Kentaro.
"Hahahahaha..... Jangan marah oniichan, tanpa kau marahpun, wajahmu sudah cukup menyeramkan," gelak Yoshiko.
"....." Kentaro hanya bisa memelototi adik sepupunya yang memiliki kepribadian berbanding terbalik dengan dirinya.
Pesanan mereka berdua datang bersamaan, dan mereka segera menyantap pesanan masing-masing dengan diselingi gurauan garing yang dilontarkan Yoshiko, sementara Kentaro sama sekali tak menanggapinya, dia hanya melotot dan mendengus saati Yoshiko melontarkan lelucon dan tertawa sendiri karena leluconnya itu.
"Are you dumb? Your joke not even funny, why'd you laugh so loud? Stupid!" ( Kau dungu? Leluconmu bahkan tidak lucu, mengapa kau tertawa keras? Dasar bodoh! ) ejek Kentaro.
__ADS_1
"Your sense of humor was so terribly bad, I didn't expected you to laugh though, you're just a boring guy," ( Selera humormu memang benar-benar buruk, aku nggak mengharap kamu ketawa kok, kamu hanya pria membosankan ), Yoshiko balas mengejek Kentaro, "I wonder, will that pretty angel fall for this stiff face guy like you?" ( Aku penasaran, apakah malaikat cantik itu akan jatuh cinta pada pria berwajah kaku sepertimu? ), sambung Yoshiko yang sontak membuat wajah Kentaro menjadi masam.
"So.... Apa masih ingin informasi tentang your pretty angel, oniichan?" tanya Yoshiko sambil menyeringai lebar.