
Bayu menempelkan keningnya di kening Diandra dan mereka sama-sama mengatur nafas setelah sesi ciuman mereka.
"Cutie, lap badannya nunggu kak Miko atau sekarang aja?" tanya Bayu setelah nafasnya kembali normal.
"Terserah mas aja, lap sekarang dulu juga nggak apa-apa, kan mau jalan ke Pasar Telo," jawab Diandra malu-malu.
"Beneran mau ke Pasar Telo?" tanya Bayu sambil sibuk menyiapkan pakaian ganti untuk Diandra dan juga skin care yang biasa Diandra gunakan, karena beberapa hari ini Diandra sama sekali tidak mengoleskan apapun di wajahnya, Bayu khawatir kalau wajah Diandra menjadi kering karena ruangan tempat Diandra dirawat adalah ruangan berAC.
"Rara ingin makan bubur ayam di Pasar Telo," jawab Diandra.
"Iya deh, nanti jam 05:30 kita jalan, mas mintakan air panas dulu ya," ucap Bayu seraya melangkahkan kaki keluar ruang rawat Diandra untuk menuju ruang jaga.
Tak berapa lama Bayu kembali bersama seorang perawat yang membawa basin berisi air untuk melap tubuh Diandra. Setelah meletakkan basin di atas meja, perawat tersebut menghampiri Diandra dan mengukur suhu tubuhnya, lalu segera keluar dan menutup pintu saat dia sudah menyelesaikan tugasnya.
Bayu mengunci pintu lalu dia mengambil handuk kecil dari dalam toilet.
"Mas, Rara mau buang air kecil dulu sekalian basuh 'itu' dan gosok gigi," gumam Diandra malu-malu.
Bayu yang mendengar ucapan Diandra mendadak tersedak.
"Uhuk uhuk uhuk...." Bayu terbatuk-batuk karena tersedak ludahnya sendiri.
"Mas?" tanya Diandra kaget.
"I-iya, mas bantu ke toilet, berarti bawahan sama 'itu'nya dibawa ke toilet sekalian aja," jawab Bayu sambil meraih flare skirt selutut dan ****** ***** milik Diandra dan membawanya ke toilet lalu diletakkannya di atas meja wastafel. Kemudian dia kembali menghampiri Diandra lalu dengan sekali gerakan yang pasti, Bayu mengangkat tubuh Diandra dan menggendongnya menuju toilet.
Seperti biasa, Bayu membantu melepas celana piyama dan juga ****** ***** Diandra dengan mata tertutup dan membantunya duduk di atas closet, lalu segera keluar dan menunggu di dekat pintu toilet.
"Mas..." panggil Diandra setelah beberapa saat berada di dalam toilet.
"Sudah sayang?" Bayu membuka pintu dan mulai menutup matanya saat sudah berada di dalam toilet.
__ADS_1
"Rara sudah pakai celana kok mas, nggak usah merem-merem gitu," kekeh Diandra.
"Mas sudah bilang kan, biar mas yang bantu, kamu berdiri-berdiri sendiri itu bikin lututmu menumpu beban berat, mbok jangan ngeyel," omel Bayu saat tahu Diandra melakukan semuanya sendiri.
"Mas, Rara cuma nggak boleg terlalu banyak menggunakan lutut saja, bukannya lumpuh total, kalau mas mau semua mas bantu, lebih baik setelah kita menikah saja," sahut Diandra sambil tersenyum manis.
"Kita akan segera mengucap janji suci, tapi sebelim itu terjadi, ijinkan aku memanjakanmu sebagai ganti 10 tahun kita yang pernah hilang dulu," ucap Bayu tulus, direngkuhnya pinggang Diandra dan menopangnya untuk berdiri di depan wastafel saat menggosok gigi.
"Mas... Apa mas Bayu tahu kenapa aku begitu mencintaimu?" tanya Diandra manja.
"Karena aku tampan kan?!" canda Bayu sambil tersenyum.
"Ya Tuhan, pedenya....." gelak Diandra keras.
"Lho, kalau nggak tampan apa mungkin Rara suka sama mas?" goda Bayu.
"Tampan itu ada di urutan kesekian dari deretan pesona Mas Bayu," ungkap Diandra jujur.
"Rara mencintai Mas Bayu karena pandangan Mas Bayu hanya tertuju pada Rara, hati mas Bayu hanya untuk Rara dan perhatian Mas Bayu tercurah hanya untuk Rara, gimana Rara nggak makin cinta sama Mas Bayu?" ucap Diandra jujur walau terkesan menggombal tapi Diandra tulus mengucapkannya, sehingga membuat Bayu tertegun dan jantungnya berdebar kencang.
"Ra...." bisik Bayu di telinga Diandra, "I love you," bisiknya lirih, hembusan nafas Bayu mengantar geleyar aneh di tubuh Diandra.
"Mas...." gumam Diandra lirih, lalu dikecupnya pipi Bayu sebelum dia mengambil sikat gigi dan pasta gigi lalu mulai menggosok gigi dengan wajah yang memerah dan tersipu malu.
"Hahaha.... Kekasihku ini sudah pandai menggoda ya," Bayu tertawa lepas, lalu diapun mengambil sikat giginya dan juga pasta gigi kemudian berdampingan dengan Diandra, Bayupun menggosok giginya dengan tangan kirinya tetap menopang tubuh Diandra.
Selesai gosok gigi dan membasuh muka, Bayu menggendong Diandra dan membawanya kembali ke ranjang, lalu Bayu meminta Diandra menanggalkan pakaiannya dan mulai mengelap tubuh Diandra.
"Depan dilap sendiri ya sayang," ucap Bayu yang untuk kedua kalinya terpesona dengan punggung Diandra, berulang kali dia menelan ludah dengan kasar karena menahan hasratnya.
Namun sekarang Bayu lebih bisa menahan diri dibanding kemarin, walau keinginannya untuk mencumbui dan menjelajahi punggung halus Diandra menggebu-gebu, tapi dia berusaha semaksimal mungkin agar tidak melewati batas seperti kemarin.
__ADS_1
"Sudah, sayang... Sekarang bagian depannya lap sendiri ya, ini sudah kubilas handuknya," ucap Bayu sambil mengulurkan handuk kecil yang sudah dia bilas kepada Diandra.
"Terima kasih mas," sahut Diandra sambil menerima handuk dari tangan Bayu.
"Bajunya mas taruh di sini ya, mas mandi dulu sebentar," Bayu meletakkan blouse warna senada dengan flare skirt bunga-bunga yang dipakai Diandra, tepat di samping Diandra.
"Mas... Branya mana? Masa mau jalan keluar nggak pakai bra?" tanya Diandra malu-malu saat Bayu hanya menyiapkan blouse tanpa bra.
"Hah? Oh.... Maaf, habis biasanya Cutie nggak mau pakai," jawab Bayu yang segera membuka lemari nakas dan mengambilkan bra warna nude dengan tangan gemetar, lalu diletakkannya di atas blouse yang sudah disiapkannya tadi.
"Terima kasih, mas," ucap Diandra malu-malu.
"Ehem.... Sama-sama... Mas mandi dulu ya, sayang," Bayu mengecup kening Diandra, lalu dia bergegas masuk ke toilet untuk segera mandi.
Setelah 10 menit, Bayu keluar dari toilet dengan keadaan segar dan rambut yang sedikit basah, sementara Diandra juga sudah lengkap berpakaian dan mengoles tipis wajahnya dengan skincare yang disiapkan Bayu, tak lupa dia juga memoles tipis bibirnya dengan lip cream matte warna peach, warna favoritnya yang juga disiapkan Bayu tadi.
"Sudah siap? Mas telepon Dimas dulu ya, minta ijin," ucap Bayu sambil meraih ponselnya yang tergeletak di atas additional bed, kemudian dia menekan tombol dial pada nomor Dimas.
'Hey Bay, ngapain pagi buta gini telepon, ganggu orang tidur aja,' protes Dimas, kentara sekalai kalau dia baru bangun dan bangunnya juga karena terpaksa.
'Rara minta keluar jalan-jalan, dia ingin makan bubur ayam yang ada di Pasar Telo,' sahut Bayi acuh tak acuh, dia mana peduli dengan kekesalan Dimas, yang penting sekarang dia ingin menyenangkan dan menghibur hati calon istrinya.
'Apa? Bawa kursi roda, sementara jangan pakai kruk dulu,' Dimas memberi arahan.
'Okay, jadi boleh ya? Hanya makan terus kembali lagi kok,' sahut Bayu.
'Boleh, asal jangan terlalu banyak pergerakan, dan nanti pukul 08:30 Rara harus fisioterapi, jadi sebelum pukul 08:00 sudah harus kembali ke rumah sakit,' perintah Dimas.
'Ok, thanks Dim, lanjutkan lagi tidurmu,' Bayu menutup panggilannya tanpa menunggu balasan Dimas, dan jelas saja dimas mengumpat karenanya.
*♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
Mohon maaf sebelumnya karena selama 2 hari kemarin tidak update*.