Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Stalker Yang Terkecoh


__ADS_3

"Jim, semua datamu sudah kuhapus dan kuganti, tapi tetap berhati-hatilah, karena hari ini kau akan mengantar barang yang diminta Boss kan," ucap Juan, teman Jim yang sama-sama berasal dari training camp milik Senoaji.


"Thanks, bro," sahut Jim, "Aku akan kirim barang pesanan Boss saat aku sampai di kampus nanti," sambung Jim.


"Sangaji sudah sampai di sana, dia menunggumu di perpustakaan kampus, dia antusias banget pengen lihat Lady Boss," ucap Juan sambil terkekeh mengingat temannya, Sangaji, yang sudah swjak pukul 06:00 bersiap hendak menemui Bayu untuk mengambil barang yang dipesan Boss dan mengantarkannya kepada Bayu san juga dia ingin sekali bertemu dengan calon Lady Boss mereka.


"Hahaha, bilang pada Sangaji, jangan sekali-sekali menatap Lady Boss lebih dari tiga detik kalau masih ingin hidup," pesan Jim sambil terbahak.


"Ah, kenapa?" tanya Juan penasaran.


"Tiga detik itu batas maksimal yang Boss Bayu kasih buat kita melihat Lady Boss, kalau lebih, siap aja kena amukan dari Boss Bayu," gelak Jim.


"Oh, hahahaha.... Boss Bayu bisa juga cemburu ya," Juan pun ikut tergelak saat sia membayangkan bagaimana Bayu saat cemburu.


"Cukup tertawanya, aku berangkat dulu, walaupun ini hari minggu, kampus tetap ramai, jadi akan mudah buatku mengoper pesanan Boss Bayu pada Sangaji," ucap Jim sambil bersiap, diambilnya ransel dan segera menyandangnya, lalu dia bergegas keluar rumah dan berpamitan pada Kakek Broto dan Nenek Sundari, tak lupa dia berpwsan pada Juan yang berada di ruang penyimpanan, untuk selalu memantau keadaan sekitar rumah, karena Jim mendapati ada 2-3 black SUV yang sejak kemarin nerada di sekitar lingkungan rumah.


Setelah mengingatkan Kakek Broto dan Nenek Sundari agar tidak bepergian tanpa dirinya, Jim segera melajukan motor Honda CBR 600R miliknya menuju kampus.


Sesaat setelah motor Jim pergi meninggalkan kediaman Sasmita, sebuah motor Yamaha XSR 155, mengikutinya dari belakang.


Jim yang mengetahui kalau dirinya diikuti, segera menekan tombol di helmnya.


"Stalker, XSR 155 Black, S424AB," gumam Jim.


"Rodger that, diversion team, ready," sahut Juan melalui sambungan telepon.


Jim melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata, karena tak ingin penguntitnya tahu kalau dia sudah ketahuan menguntit Jim.


Saat memasuki perbatasan antara Bantul dan Kulon Progo, jalanan sudah mulai padat, Jim dengan santai meliukkan motornya menerobos kepadatan lalu lintas sampai di berada tepat di belakang container truck yang pintunya setengah terbuka. Container truck tersebut perlahan menurunkan semacam papan besi dan Jim segera menjalankan motornya untuk menaiki papan besi tersebut, dan setelah Jim berada di atasnya, perlahan secara otomatis motor Jim terangkat naik dan masuk ke dalam container truck itu.

__ADS_1


"Well done," seru Jim saat pintu container mulai tertutup dan dia memberikan high five kepada temannya.


"Merepotkan saja para pengintai itu," gerutu Ghani, teman Jim.


"Mau gimana lagi, mereka menginginkan Lady Boss," jawab Jim.


"Kenapa? Apa Boss sedang berseteru dengan seseorang?" tanya Ghani.


"Bukan, ini karena masalah keluarga Lady Boss," jawab Jim sambil membuka ponselnya dan mengirim pesan pada Bayu.


"Hah, belum jadi Lady Boss secara resmi saja sudah nyusahin kita, apalagi nanti kalau sudah beneran jadi Lady Boss," gerutu Ghani kesal.


"Hey, jaga ucapanmu, kau belum mengenal gimana calon Lady Boss kita, jangan asal bicara," seru Jim tak suka.


"Aiya, dimana-mana, perempuan yang mendekati Boss Bayu pasti perempuan yang rela membuka kakinya di hadapan Boss Bayu, walau Boss Bayu tak minat pada mereka, mungkin saja Lady Boss urgh...." ucapan Ghani terputus karena Jim mencekal lehernya.


"Diandra bukan perempuan seperti itu, jaga bicaramu, kalau Boss medengarnya, aku jamin, lidahmu akan menghilang dari tempatnya sekarang," ancam Jim, sia melwpaskan cengkeramannya di leher Ghani setelah dia selesai mengucapkan ancamannya.


'Hah, perempuan sepertibapa yang sangat dipuja oleh Boss Bayu? Kalau bukan karena kemampuannya membuka kakinya lebar-lebar, pastilah Boss Bayu tak akan memujanya,' gumam Ghani dalam hati.


Sementara itu si penguntit tetap mengejar sebuah motor CBR 600R warna hitam yang melaju dengan kecepatan rata-rata sampai motor itu berhenti di sebuah mini market. Penguntit yang merupakan anak buah Kentaro yang berama Shinichi, juga menghentikan motornya di seberang mini market itu.


Namun saat si pengendara CBR 600R itu membuka helmnya, Shinichi mengumpat dengan berang, karena dia bukan mengikuti target yang diperintahkan oleh organisasinya, melainkan malah mengikuti seorang gadis belia.


"Sialan!!! Berengsek!!!" umpat Shinichi yang segera menghidupkan motornya dan melesat meninggalkan mini market tersebut.


Si gadis pengendara CBR 600R segera menyalakan alat komunikasinya.


"Mission accomplished," lapornya.

__ADS_1


"Good job, Bian," sahut Juan saat menerima laporan dari pengalih perhatian, Bian, juniornya di Senoaji Training Camp.


"Thanks, Senior," ucap Bian yang langsung memutus sambungan komunikasi dengan Juan, lalu dia bergegas mengenakan kembali helmnya dan segera melajukan motornya kembali ke markas Senoaji's Guard.


●○●○●○●○●○●○


Sementara itu di rumah Miko, terlihat Tora yang baru selesai mandi dan Miko yang tengah menata meja makan dengan makanan yang dia pesan tadi.


"Sarapan dulu, kita terlambat ke rumah sakit untuk membuat salinan peta dari punggung Danu dan Rara," ucap Miko seraya menuangkan kopi ke dalam dua cangkir berwarna putih.


"Sore saja, kemungkina Kentaro akan merepotkanmu dengan prostitute tadi," sahut Tora seraya duduk di salah satu kursi makan.


"You are indeed a troublesome," ( Kamu memang pembuat masalah ), gerutu Miko sambil menyuapkan bubur biji teratai ke dalam mulutnya.


"I hope she's death, instead giving you trouble," ( Aku sih inginnya dia mati, daripada ngerepotin kamu ), gumam Tora.


"Hey bro, sadar ga kamu sudah menghilangkan berapa puluh nyawa dalam 15 tahun terakhir ini?" tanya Miko kesal.


"Haish, apa pedulimu? Lagian yang aku habisi itu orang-orang Furainoduragon, mereka kriminal, pembunuh bayaran yang mencoba menyakiti kedua sepupuku dan juga om dan tanteku," jawab Tora acuh tak acuh sambil mengunyah hargao udang.


"Who will marry a murder like you then?" ( Siapa yang akan menikahi pembunuh sepertimu? ), gumam Miko prihatin.


"Hahahaha..... Kamu ngomong seolah aku ingin menikah dan punya istri," gelak Tora, "kau tahu kan, hati dan perasaanku semua sudah kuberikan pada Rara, walau tak berbalas, asalkan dia bisa bahagia, aku tak merasa rugi mencintainya," sambung Tora getir.


"Wake up bro, she's your cousin!" ( Sadar bro, dia adalah sepupumu! ), seru Miko mengingatkan Tora tentang statusnya dan Diandra.


"Aku tahu, maka dari itu aku merelakannya untuk bersama dengan Bayu," sahut Tora lirih.


Miko merasakan kepedihan sahabatnya, dia tahu kalau Tora menahan perasaannya pada Diandra, belum lagi rasa cemburu yang dia miliki saat melihat betapa sayangnya Diandra pada Bayu.

__ADS_1


"Someday, you'll find your destiny and live happily, just let your feeling toward Rara go," ( Suatu hari nanti, kau akan bertemu dengan takdirmu, lepaskan perasaanmu terhadap Rara dan biarkan rasa itu pergi ), ucap Miko.


"Tidak semudah itu, Mik..." jawab Tora, matanya menerawang dan kosong.


__ADS_2