Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Morning Kisses


__ADS_3

Akhirnya saat waktu menunjukkan pukul 23:00, Gina dan James pamit pulang, mereka juga mengajak Danu pulang bersama mereka karena Tora belum bisa datang menemui Danu.


Danu terpaksa ikut mereka setelah berpesan pada Bayu untuk tidak macam-macam kepada Diandra dan harus segera mengabarinya jika terjadi sesuatu pada Diandra. Setelah Bayu mengiyakan, barulah Danu mau beranjak meninggalkan ruang rawat inap Diandra bersama Gina dan James.


Bayu masih duduk di samping ranjang perawatan tempat Diandra berbaring, dia enggan beranjak dari sana. Bayu masih menggenggam erat tangan Diandra tanpa mau melepasnya walau dia merasa lelah. Tanpa Bayu sadari dia sudah terlelap dengan meletakkan kepalanya di ranjang, bahkan saat Dimas visit pun dia tidak tahu. Dimas berbaik hati meminjam selimut dan menyelimutkannya ke tubuh Bayu.


"Hmmm.... They are indeed lovebirds," gumam Dimas sambil melangkah meninggalkan ruang rawat inap Diandra, membiarkan Bayu dan Diandra beristirahat.


●○●○●○●○●○


Sementara itu, di kediaman Suwito, tampak Suwito sedang mengamuk, Sinta meringkuk di sofa setelah menerima beberapa pukulan dari ayahnya, Mariana memeluk Sinta dengan erat, mereka berdua menangis terisak dan ketakutan.


"Bodohnya kamu, bisa-bisanya melakukan perbuatan seperti itu? Lihat apa yang terjadi sekarang, Haryo membatalkan perjodohan kalian dan perusahaan kita terancam menanggung utang yang cukup besar!" suara Suwito menggelegar dan menggema di seluruh penjuru ruangan, belum lagi suara keras benda yang dilempar atau ditendang, membuat para pelayan keluarga Perwita bersembunyi dan ketakutan.


Suwito mengambil ponselnya dan menelepon anak lelakinya, Tora, yang sudah hampir 10 tahun tidak saling berhubungan atau bahkan menyempatkan diri pulang ke rumah, sejak kejadian penculikan Diandra yang menyebabkan Sinta masuk ke tempat rehabilitasi dan bimbingan untuk remaja bermasalah.


'Tora, papa tau kamu ada di Jogja, lekas pulang dan bereskan masalah perusahaan,' perintah Suwito tanpa basa-basi karena dia tahu kalau putranya sangat bisa diandalkan.


'Aku sedang tidak ada waktu,' jawab Tora tanpa pikir panjang.


'Kau harus pulang dan memvereskan masalah perusahaan, Kenta akan aku perintahkan mencari dua tikus kecil itu secepatnya,' desak Suwito.

__ADS_1


'Aku tak tertarik dengan perusahaan itu, bahkan itu bukan milik papa, dan dua tikus itu adalah sepupuku, mereka punya nama, papa bereskan sendiri masalah papa, karena aku juga punya masalahku sendiri yang menunggu untuk diselesaikan,' sahut Tora yang tanpa basa-basi langsung memutus sambungan telepon dengan ayahnya itu.


Suwito mengumpat habis-habisan karena perlakuan Tora padanya, lalu tanpa menunggu, dia segera menelepon Kentaro dan memintanya segera menemukan keberadaan kedua keponakannya itu.


Namun yang menjadi masalah kini adalah, Kentaro tidak mau bergerak sebelum Suwito membayar down payment yang dia janjikan dulu yang sampai saat ini belum dibayarkan oleh Suwito.


Hal ini jelas membuat Suwito pusing tujuh keliling, perusahaannya sedang bersiap menghadapi badai esok pagi, karena sudah bisa dipastikan kalau PT. Wicaksono World akan menarik semua investasinya dan membatalkan kerja sama mereka karena pembatalan perjodohan Sinta dengan Haryo.


Namun demi mendapatkan kunci brankas dan petunjuk dimana Suryo menyimpan brankas itu, mau tak mau Suwito memenuhi permintaan Kentaro, dia segera meminta asistennya untuk melakukan transaksi transfer dari rekening bank di Swiss miliknya ke rekening Bank Swiss milik Kentaro.


Tak berapa lama, asisten Suwito mengirimkan bukti transaksi transfer melalui aplikasi pesan WhatsApp. Melihat bukti transaksi itu, hati Suwito terasa terluka tapi tak berdarah. Uang lima ratus juta melayang dari tangannya. Mendadak emosinya tersulut lagi, lalu tanpa ba bi bu, Suwito kembali memukuli Sinta dan Mariana, karena menurutnya gara-gara keduanyalah lah dia kehilangan uang ratusan juta, kalau saja Sinta dan Mariana tidak berulah, tentu dia tidak harus kegilangan uang ataupun menderita kerugian.


Jeritan kesakitan dan tangisan kembali terdengar menggema di seluruh penjuru rumah dan tak ada satupun yang berani menghentikan amukan Suwito.


●○●○●○●○●○


Diandra membelai kepala Bayu, hatinya bergetar, sak sedetikpun Bayu pergi meninggalkannya, padahal kemarin dia sudah berusaha mendorongnya untuk menjauh, karena Diandra tidak ingin hubungan Bayu dan Haryo memburuk karena dirinya. Diandra tak mengerti mengapa Haryo berubah menjadi orang yang kasar dan suka bicara pedas. Diandra juga tidak mengerti mengapa Haryo selalu memarahi Bayu jika Bayu sedang bersama dengannya.


"Kak Bayu.... Entah dulu Rara punya jasa apa pada dunia, sampai diperbolehkan Tuhan menjadi kekasih Kak Bayu," gumam Diandra lirih, "Seandainya Kak Bayu melamar Rara sekarang juga, Rara pasti langsung bilang iya, sayangnya kondisi kaki Rara seperti ini, kalaupun Rara menikah dengan kak Bayu, pasti akan merepotkan kakak," sambung Diandra masih setengah berbisik, tangannya memainkan rambut Bayu yang begitu halus dan terasa nyaman saat disentuh.


"Kakak nggak pernah merasa repot karenamu, honey," sahut Bayu tiba-tiba dan membuat Diandra terkejut.

__ADS_1


"Ka-kakak, kapan bangun?" tanya Diandra gugup dan menunduk malu.


"Saat Cutie bergerak bangun tadi," jawab Bayu sambil meluruskan tubuhnya, lehernya terasa pegal akibat tidur dengan posisi kepala dan bahu menelungkup.


"Jadi kakak dengar semuanya?" tanya Diandra semakin menunduk.


"Dengar, biar kakak jawab ya?" sahut Bayu sambil membelai pipi Diandra dengan punggung tangannya.


"Kakak bersyukur Rara dilahirkan Mama Rianti dan diasuh dengan baik oleh Mama Rianti dan Papa Suryo, karena Rara adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan kepada kakak, saat Rara lahir dan kakak melihat wajah imut dan menggemaskan Rara, kakak langsung berikrar di dalam hati, suatu hari nanti, Rara akan kakak jadikan istri," ucap Bayu sambil mencium jari jemari Diandra.


"Kakak nggak akan melamar Rara di sini, kakak ingin mewujudkan keinginan Rara yang ingin dilamar secara romantis oleh orang yang Cutie cintai kan? Kakak akan mewujudkan hal itu, sabar ya, Cutie selesai perawaran dulu, baru deh impian Cutie kakak wujudkan," sambung Bayu sambil tersenyum manis pada Diandra.


"Rara sedang seperti ini kak, Kak Dimas juga bilang kalau pemulihan bisa memakan waktu setahun bahkan lebih, nanti Kak Bayu kerepotan," gumam Diandra lesu.


"Apapun kalau itu menyangkut Cutie Pie, tidak akan repot, tidak akan menyusahkan, malah kakak bahagia, kita bisa menghabiskan waktu bersama mengganti waktu 10 tahun yang pernah hilang," sahut Bayu, dieratkannya genggaman tangan mereka, lalu perlahan Bayu mendekati wajah Diandra.


"Kakak mau apa?" tanya Diandra gugup.


"Morning kisses, honey...." jawab Bayu setengah berbisik.


"Idih, Rara belum gosok gigi," gumam Diandra, dia memalingkan wajahnya menghindari bibir Bayu yang semakin mendekat.

__ADS_1


"It doesn't matter, honey.... I love you," bisik Bayu, diraihnya tengkuk Diandra dan menariknya mendekat, lalu dengan lembut, Bayu mendaratkan bibirnya di bibir Diandra, kemudian memagutnya mesra.


__ADS_2