Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Peta


__ADS_3

Di dalam kamar, Tora tidak tidur, dia sengaja mengatakan kalau dia mengantuk hanya untuk melaksanakan rencananya. Kamar yang dia gunakan sekarang adalah kamar Kentaro, Tora berencana memasang beberapa alat penyadap dan micro camera.


Tora sudah memasang penyadap di ruang tamu villa Kentaro, tepatnya di bawah kolong sofa, saat Kentaro mengambilkan minuman untuknya.


Setelah memasang sebuah penyadap dan 2 buah micro camera, Tora segera mengeluarkan iPod dan memasangnya di telinga, bersiap mendengar pembicaraan antara Kentaro dan sang papa, Suwito, yang katanya akan segera datang.


Benar saja, tak berapa lama, Suwito sudah tiba di villa ini, Tora mengintip dari jendela kamar Kentaro saat dia mendengar suara mobil dan decitan rem yang dipijak.


Ternyata Suwito tidak datang sendiri, dia datang bersama Sinta yang langsung keluar dari mobil dan berlari menuju sebuah bangunan rumah kecil yang berada di belakang villa, dan Tora tahu kalau bangunan itu dipakai oleh beberapa anggota Furainoduragon untuk bersenang-senang, di antaranya minum-minum, judi dan ***.


Tora mendengus dan merasa jijik dengan kelakuan adik perempuannya. Wanita yang tidak bisa menjaga harga dirinya.


Suwito melangkah memasuki villa dan langsung menyapa Kentaro yang sudah menunggunya di atas sofa.


"Hey, bisa kau panggilkan beberapa wanita untukku? Aku perlu melepas stress dan penat," ucap Suwito sambil mendudukkan tubuhnya yang bulky ke atas sofa kulit milik Kentaro.


"Hah, apakah kau tidak sibuk memikirkan nasib perusahaanmu sampai kau punya waktu untuk melepaskan benihmu?" sarkas Kentaro.


"*** membuatku melepaskan stress dan membantuku berpikir, akhir-akhir ini sekretarisku tidak bisa lagi memuaskanku. Dia hanya sanggup membantuku mengeluarkan benih, tapi tidak memberiku kepuasan sama sekali," sahut Suwito acuh tak acuh, Tora yang mendengar perkataan Suwito mengernyit jijik, dalam hati dia kecewa kepada Tuhan, mengapa dia merupakan anak dari Suwito, bukan dari Suryo.


"Heh.... Anak dan bapak sama saja ya, yang anak mulut bawahnya selalu kelaparan dan minta makan, sedangkan kau selalu memberikan makanan kepada mulut wanita yang kelaparan," ejek Kentaro, sesungguhnya dia heran, kenapa Tora tidak sedikitpun memiliki sifat dari Suwito.


"Hahahahaha.... Memberi makan itu kenikmatan tersendiri, sedangkan mulut yang di rumah tidak berselera lagi, dan aku pun enggan memberinya makan," gelak Suwito keras memenuhi ruangan.

__ADS_1


Tora muak mendengarkan percakapan mereka berdua di lantai 1, mengapa mereka tidak segera membicarakan pokok permasalahannya saja.


"Apa kau kesini hanya untuk mengantar Sinta mencari makan dan untuk kau memberi makan?" tanya Kentaro sembari menyalakn rokoknya, seakan tahu isi kepala Tora yang bertanya-tanya dalam hati kenapa bukannya membahas masalah tugas yang akan diberikan kepada Kentaro, tetapi malah membicarakan masalah his lower part body?


"Tentu tidak," jawab Suwito seraya meletakkan sebuah foto sepasang anak kunci berbentuk aneh dengan ukuran yang lebih kecil dari kunci gembok ataupun kunci brankas.


Bentuknya yang unik menandakan kalau sepasang kunci tersebut adalah custom made.


"Ini adalah barang yang harus kalian ambil dari kedua keponakan sialku itu, dan juga tanyakan keberadaan peta dimana letak brankas berisi wasiat itu, setelah itu habisi keduanya bersama sepasang tua bangka itu," ucap Suwito dingin, seringai aneh terlukis di bibirnya yang menghitam karena terlalu banyak menghisap rokok dan cerutu.


"Aku akan membunuh keponakan lelakimu dan kakek neneknya, tapi aku akan membiarkan keponakan perempuanmu itu hidup dan menjadi wanitaku," sahut Kentaro datar, Tora yang mendengar semua percakapan Kentaro dan Suwito mengepalkan tangannya dengan erat. Matanya memerah menahan amarah, rasanya dia ingin menghancurkan villa ini dan membunuh Kentaro sekarang juga.


"Diandra? Kau ingin menjadikannya wanitamu?" tanya Suwito tak percaya.


"No.... No.... I'm not dare enough to oppose you," ( Tidak.... Tidak.... Aku tidak berani menentang keputusanmu ), jawab Suwito gelagapan karena takut kepada Kentaro.


"Good," gumam Kentaro sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.


"Kau tadi bilang aku harus menanyakan masalah peta? Peta tertulis? Atau hanya sekedar petunjuk?" tanya Kentaro sambil memainkan asap rokoknya.


"Tak ada seorangpun yang tahu," jawab Suwito.


"Heh," dengus Kentaro kesal, "Kau memintaku untuk mencari barang yang kau sendiri tak tahu bagaimana wujudnya? Idiot, seandainya aku memberimu peta lain pun kau tak akan tahu," ejek Kentaro, dibuangnya sisa rokok yang dihisapnya dalam asbak di atas meja.

__ADS_1


"Jangan kau berani mempermainkan aku kalau tak ingin ku...." Suwito yang tengah melontarkan ancaman terdiam mendadak saat menyadari Kentaro mengeluarkan aura menyeramkan dan menatapnya dengan tatapan setajam bilah pedang.


"Lakukan!!! Kita lihat sebarapa beraninya kau melaksanakan ancamanmu. Ingat kau bukan Tora, you are just a coward, that only depend on my power," ( kau hanya pengecut yang meminjam kekuatanku ), ucap Kentaro penuh penekanan dan mengintimidasi, nyali Suwito mengkerut seketika, karena apa yang Kentaro katakan adalah benar, tanpa Kentaro, Suwito tak akan berada di posisinya sekarang sebagai CEO Perwita Corporation. Karena Kentaro lah yang membantu mengeksekusi adik dan adik iparnya yang saat itu memegang jabatan sebagai CEO Perwita Corporation, dan Kentarolah yang membantunya jika da masalah yang tidak bisa dia tangani, seperti pengajuan tender project besar dengan perusahaan besar lokal ataupun asing selain support dari PT. Wicaksono World saat perjodohan Sinta dan Haryo masih berjalan mulus.


"Berani kau mengancamku sekali lagi, kita lihat apa besok pagi kepalamu masih melekat di lehermu," seringai Kentaro menakutkan.


Suwito bersusah payah menelan ludahnya sendiri, keringat dingin mulai mengalir membasahi dahi dan badannya.


"See.... You're just a coward," ( Lihatlah, kau hanya seorang pengecut ), Kentaro tersenyum sinis melihat Suwito yang mulai gugup dan ketakutan.


"Ma-maaf, tak akan kulakukan lagi," ucap Suwito terbata-bata.


"Good," sahut Kentaro sambil tersenyum tipis.


Tora yang berada di kamar Kentaro mendengar jelas semua percakapan Suwito dan Kentaro melalui alat penyadapnya.


'Jadi dia tidak tahu bentuk peta itu? Aku harus cepat melihat tato di punggung Danu dan Rara, lalu membuat copynya dan segera mencari brankas yang tua bangka itu maksud,' gumam Tora dalam hati.


Dia lalu mengirimkan chat pribadi pada Miko untuk membantunya memunculkan tato di punggung Danu dan Diandra besok pagi, dengan catatan harus memakai cara yang aman dan tidak membahayakan kedua sepupu kesayangannya.


Karena Miko masih dalam ruang operasi, pesan Tora belum terbaca dan Tora tak mempermasalahkannya karena saat Miko selesai dengan pekerjaannya pasti dia akan membacanya.


Tora tampak merenung memikirkan sesuatu, lalu jari jemarinya dengan lincah menari di atas keyboard touch screen ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2