Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Kill On Site


__ADS_3

"Hey," sapa Tora yang baru saja tiba di sebuah villa kuno di kawasan Kaliurang, kepada Kentaro yang sedang menghisap rokoknya.


"Mana Miko?" tanya Kentaro.


"Ada operasi, nanti dia menyusul," jawab Tora yang langsung merebahkan tubuhnya di sofa kulit milik Kentaro.


"Wanna have a drink?" ( Mau minum sesuatu? ) Kentaro beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah mini bar yang ada di sudut ruangan.


"Give me a can of beer," ( Beri aku sekaleng bir ) jawab Tora sambil setengah menguap, dia sangat mengantuk karena semalam dia tidak tidur karena harus menyelesaikan permasalahan yang terjadi di salah satu cafenya.


"Just beer?" ( Hanya bir? ) ejek Kentaro.


"It's too early to get drunk," ( Terlalu awal untuk mabuk ) jawab Tora dengan mata terpejam.


"Hey.... Ngapain kau kesini kalau hanya mau tidur?" gertak Kentaro.


"I'm so sleepy, you idiot, last night I have some problem to settle, I was dead tired now, so be quite!" ( Aku sangat mengantuk, idiot, semalam aku harus menyelesaikan beberapa masalah, sekarang aku sangat lelah, jadi diam sajalah ) sahut Tora kesal.


"You pig, ada kamar di lantai 2, tidur di sana, sebentar lagi Suwito akan kemari, apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Kentaro.

__ADS_1


"Mau apa dia kesini?" tanya Tora yang langsung bangkit.


"Aku minta tambahan uang muka dan juga meminta foto dari barang yang dia cari. Hah, your father was so ruthless, he asked me whether I find your cousin brother and sister to kill them on site, hahahaha.... I would like to kill your cousin brother, as for the girl, I will keep her and she will be mine forever," ( Ayahmu kejam sekali, dia memintaku untuk langsung membunuh mereka, aku akan segera membunuh sepupu lelakimu, tapi untuk sepupu perempuanmu, aku akan membiarkannya hidup dan menjadikannya milikku ) jawab Kentaro panjang lebar, Tora membeliakkan matanya saat mendengar Kentaro akan menjadikan Diandra sebagai miliknya.


"Don't you dare touch Diandra, I'm going to kill you if you dare lay your finger on her!" ( Jangan kau berani menyentuhnya, aku akan membunuhmu jika kau berani menyentuhnya ) ancam Tora.


"Hahahahahaha.... Kau kira aku takut padamu? Jika dia jatuh ke tanganku, maka dia adalah milikku, jika kau tak ingin aku memilikinya, maka temukan dia dan sembunyikanlah," ucap Kentaro menantang Tora.


"You don't need to ask me what's I need to do," ( Tidak usah memerintahku )sahut Tora sambil melangkah ke arah tangga menuju lantai 2.


"If you need women to satisfy you, you can go to the third room, there was plenty women inside, you can choose or play with all of them," ( Kalau kau ingin perempuan untuk pemuas nafsu, kamu bisa masuk kr kamar ketiga, ada banyak wanita di dalam sana, kamu bisa pilih satu atau bermain dengan mereka semua ) seru Kentaro, Tora tidak menanggapinya, dia hanya mengacungkan jari tengahnya ke atas tanpa menoleh. Kentaro tertawa melihatnya.


"Just shut your mouth and be quite," ( Tutup mulutmu dan diamlah ) sahut Tora yang sudah berada di depan pintu kamar pertama di lantai 2, dia langsung masuk dan menutup pintu dengan kasar.


"That jerk, this is my house, you idiot!!! Be more careful, the door was older than your age, stupid!!!" ( Berengsek, ini rumahku, dasar idiot, pintu itu jauh lebih tua dibandingkan umurmu )umpat Kentaro saat mendengar suara debuman pintu yang tertutup secara kasar.


Tora menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, dia mengeluarkan ponsel dari sakunya dan segera jari-jarinya lincah bergerak untuk mengetik pesan di grup WhatsApp. Saat berkumpul tadi Tora mengusulkan untuk membuat grup WhatsApp agar memudahkan mereka berdiskusi.


'Dan, be more cautions, papa asked Furainoduragon to execute both of you on the site,' Tora segera menyentuh tombol 'send'.

__ADS_1


'Danu dan Rara' Bayu cepat membalasnya.


'Ya, especially Danu, Kentaro has a desire to keep Rara as his woman,' balas Tora.


'That won't happen,' Bayu menegang saat membaca pesan Tora.


'We will protect them,' Dimas menimpali.


'Count me on,' balas Haryo dan Bayu bersamaan.


Danu yang masih dalam perjalanan ke rumah sakit menggunakan taksi, membaca pesan di grup mereka dan mendadak merasa cemas.


'Apa ada cara untuk menyembunyikan Rara? Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya,' tulis Danu, kecemasan terlihat jelas di dalam kalimatnya.


'She will be save with me, I'll put more guard around her and you, don't worry,' balas Bayu mencoba menenangkan Danu.


'Rara akan lebih aman jika tinggal di rumah kakek,' timpal Haryo.


'You need to ask about her opinion,' sahut Danu yang bersamaan dengan balasan Tora, Bayu dan Dimas yang menggunakan kalimat yang sama, membuat Haryo speechless dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2