Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Nama Baik Yang Hancur Dalam Satu Malam


__ADS_3

Bayu berpura-pura membantu Diandra membenarkan posisi duduknya, lalu berbisik di telinga Diandra, "Cutie, jangan menggoda kakak ya, awas kakak balas kalau kakek dan nenek pulang nanti."


Wajah Diandra langsung memanas dan memerah, bisa-bisanya Bayu berpikiran mesum saat ada kakek dan neneknya.


"Ngapain kalian?" tanya seseorang dengan suara yang tak asing di telinga Bayu dan Diandra.


"Kakak.... " seru Diandra saat melihat Danu masuk ke dalam ruangan Diandra.


"Betulin duduk Rara, emang kau pikir ngapain?" gerutu Bayu.


"Jangan mesum pagi-pagi!" omel Danu.


"Ck, pikiranmu iti yang mesum!" dengus Bayu, tapi dalam hati dia berkata, 'mesumnya sudah tadi sebelum kau datang, hahahahaha....' Bayu tersenyum aneh mengingat kejadian pagi tadi.


"Mukamu tuh kelihatan kalau lagi mikir kotor, Bay," goda Danu dan Bayu hanya melirik tajam pada Danu.


Danu mendekati kakek dan neneknya, lalu memeluk mereka bergantian.


Kakek Broto dan Nenek Sundari terkekeh geli melihat cucu lelaki dan calon cucu menantunya adu mulut.


Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka kembali dan masuklah Gina bersama James.


"Ibu.... Bapak...." seru Gina dengan suara bergetar saat melihat Kakek Broto dan Nenek Sundari yang duduk di sofa.


"Nduk..." Nenek Sundari bangkit dan malangkah ke arah Gina dengan mata berkaca-kaca.


Gina menghambur ke pelukan Nenek Sundari dan menangis meluapkan rindu. Ibu dari sahabatnya yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri, karena sejak ibunya meninggal, Gina selalu bermanja dan berkeluh kesah kepada Nenek Sundari, ibu dari sahabatnya, Rianti.


Nenek Sundari memeluk Gina dengan erat dan berulang kali menciumi pipinya.


"Ibu.... Gina kangen sama ibu," isak Gina seperti anak kecil, dia tidak peduli kalau putranya dan calon menantunya menatapnya sekarang ini.

__ADS_1


James menyalami Kakek Broto dengan hormat, karena Gina sangat menyayangi mereka berdua, James pun melakukan hal yang sama.


Diandra mengusap air matanya yang menetes perlahan.


Bayu mengambil tissue dan membantu membersihkan bekas air mata di pipi Diandra.


Mereka bertujuhpun mengobrol, karena ini weekend, Danu dan Bayu memutuskan mengambil cuti untuk bisa menemani Diandra seharian di rumah sakit.


●○●○●○●○●○


Sementara itu di Perwita Corporation, terjadi kekacauan karena semua yang Suwito perkirakan terjadi. Dewo menarik semua investasinya dan PT. Wicaksono World membatalkan semua kontrak kerja sama dan hanya membayar penalti pembatalan kontrak yang bahkan tidak bisa menutup biaya operasional perusahaan. Belum lagi tiba-tiba datang surat tagihan utang dari bank yang menyatakan kalau pinjaman yang dulu pernah dicover oleh Dewo sekarang kembali menjadi beban Suwito.


Para pemegang saham meminta diadakan rapat darurat untuk mengetahui bagaimana Suwito mengatasi permasalahan ini, karena harga saham Perwita Corporation sekarang ini merosot tajam.


Mereka menyalahkan Suwito karena tidak berkompeten memimpin perusahaan tidak seperti sang adik, Suryo yang selalu bijaksana dan penuh pertimbangan dalam mengambil tindakan. Bahkan di bawah kepemimpinan Suwito, dua pabrik besar Perwita Corporation terpaksa gulung tikar karena dikelola oleh orang-orang dari keluarga istri Suwito maupun Bagyo. Para pemegang saham mendesak Suwito untuk segera membawa Danu, putra Suryo, agar bisa menggantikan posisinya memegang kendali perusahaan.


Hal ini tentu saja membuat Suwito murka, dia tak akan melepas jabatannya sebagai CEO sampai kapanpun.


Setelah pertemuan darurat berakhir tanpa menghasilkan solusi, Suwito berusaha menghubungi Tora dan memintanya untuk kembali dan membantu menangani kekacauan perusahaan dengan menanamkan investasi. Suwito tahu betul kalau bisnis Tora berkembang pesat si dalam dan luar negeri, bahkan omsetnya pun sudah mengalahkan omset perusahaan yang dikelolanya, namun sedikitpun Tora tidak ada niatan membantu sang ayah.


Suwito duduk di kursi kebesarannya dengan perasaan tak menentu. Lalu sekretarisnya yang bernama Lilis masuk membawa beberapa dokumen untuk ditandatangani.


"Lilis, kemari," perintah Suwito, dia butuh relaksasi untuk melepaskan stressnya.


"Ya, Pak?" tanya Lilis dengan suara menggoda.


"Kunci pintu dan puaskan aku," perintah Suwito yang segera dituruti oleh sekretarisnya.


Setelah mengunci pintu, Lilis melucuti pakaiannya satu persatu dan hanya menyisakan pakaian dalamnya, lalu dia melangkah sexy mendekati Suwito, yang walau bertubuh bulky dengan perut besar katena seringnya mengkonsumsi alkohol dan berusia lebih dari 50 tahun, tapi wajahnya masih terlihat tampan.


Dengan gerakan gemulai, Lilis mulai mebuka satu persatu kancing baju Suwito dan juga membuka celananya.

__ADS_1


Tak berapa lama, suara erangan dan ******* Suwito menggema memenuhi ruangan kerjanya, menyusul kemudian suara-suara ambigu mulai terdengar setelah mereka berdua berhasil menyatukan diri di atas meja kerja Suwito.


Tanpa mereka sadari perbuatan mereka akan segera menjadi headline news suatu saat nanti.


●○●○●○●○●○


Disaster coming after the storm.


Pemberitaan tentang pembatalan perjodohan Sinta dan Haryo menjadi berita utama di mana-mana, belum lagi video X-Rate antara Sinta dan pria-pria keturunan Jepang beredar dimana-mana.


Aib yang mencoreng nama baik keluarga Perwita.


Danu yang membaca berita di ponselnya setelah kakek dan neneknya pulang bersama Jim, terlihat sangat marah.


Nama baik keluarga yang papa dan mamanya jaga selama bertahun-tahun sepanjang hidup mereka berdua, has been destroyed overnight.


"Kenapa Dan?" tanya Bayu sambil membenarkan selimut Diandra dan memberikan kecupan dikeningnya karena Diandra sudah tertidur setelah makan gado-gado yang Jim bawakan, lalu dia menghampiri Danu yang terlihat emosi.


"Haruskah Haryo menghancurkan nama baik keluargaku hanya demi membatalkan pertunangannya dengan Sinta? Tidak bisakah dia membatalkan tanpa merusak nama baik keluarga yang sudah papa dan mama jaga baik-baik semasa hidup mereka?" geram Danu, dia tak habis pikir, mengapa Haryo bisa berbuat seperti itu.


"Ada apa memangnya?" tanya Bayu sambil membuka ponselnya, jujur dia tidak tahu menahu bagaimana rencana Haryo dalam membatalkan perjodohannya itu, dia hanya diminta menyediakan bukti, dan kedua orang tuanyapun tak menceritakan bagaimana kejadian semalam saat pembatalan perjodohan itu.


Bayu membelalakkan matanya saat membaca headline news tentang Sinta, yang secara langsung menyeret nama keluarga Perwita dan membawa-bawa nama almarhum kedua orang tua Danu dan Diandra. Bayu berpikir Haryo mengadakan makan malam keluarga di rumah atau private room hotel atau restaurant, tapi ternyata dia melakukannya di area terbuka restaurant yang banyak didatangi orang-orang pebisnis dan juga berkelas.


"Maaf, Dan... Aku sungguh tak tahu tentang masalah ini, aku hanya diminta menyediakan bukti, aku tidak mengira akan dijadikan konsumsi publik oleh Haryo," sesal Bayu.


"It's not your fault, kamu hanya memenuhi permintaannya," sahut Danu, dia merasa sangat kecewa dengan Haryo.


"Aku akan menemui kakek Cokro sore ini," sambung Danu.


"Dan, sebaiknya...." ucapan Bayu terpotong oleh Danu.

__ADS_1


"Lebih cepat lebih baik, segeralah menikah dengan Rara, lindungi dia, aku merasa pakde sudah mulai bergerak lagi mencari kami," ucap Danu setengah memohon pada Bayu.


Rahang Bayu mengetat, jika Suwito mulai bergerak, maka dia tak bisa tinggal diam, dia harus segera menggerakkan special guard nya untuk menjaga Danu, kakek dan neneknya serta kekasih tercintanya, Diandra.


__ADS_2