
Diandra menunduk malu, dia ingin egois menguasai Bayu untuk dirinya sendiri, tapi dia tahu kalau Bayu, Danu, Tora, Dimas, Haryo dan Miko perlu membahas sesuatu yang penting.
"Kakak nyusul sana deh, nggak apa-apa," gumam Diandra yang terdengar berat di telinga Bayu.
"Jangan memaksakan diri seolah nggak apa-apa ditinggal," sahut Bayu, dikecupnya kening Diandra dan membaringkannya di ranjang.
"Nanti kakak ketinggalan pembahasan penting?" tanya Diandra.
"Tadi kan sudah, ini cuma ulangan tadi saja, sama mungkin Haryo akan minta Danu menemui kakek hari ini," jawab Bayu.
"Kenapa?" tanya Diandra.
"Lupa ya? Kan mau membatalkan perjodohan Rara sama Haryo," jawab Bayu sambil mengusap kepala Diandra.
"Atau mungkin Rara masih mau dijodohkan dengan Haryo?" tanya Bayu kemudian.
Diandra hanya merengut marah lalu membenamkan kepalanya ke dalam selimut.
"Eh, Cutie kenapa?" Bayu yang maksud hati hanya menggoda, malah kaget melihat reaksi Diandra.
"Pergi sana ke kafetaria, Rara mau tidur," ucap Diandra dengan ketus dari dalam selimut.
"Honey, kok ngambek?" Bayu berusaha membujuk. Diandra diam saja, pura-pura tak mendengar.
"Cutie...." panggil Bayu manja, tapi Diandra tetap diam tak bergeming.
"Cutie, kakak bercanda doang sayang, lagian kalau perjodohannua diterusin, kakak gimana dong?" bujuk Bayu dengan sedikit manja, tapi tetap tak berhasil. Diandra tak bergerak sedikitpun ataupun bersuara.
"Honey bear...." panggil Bayu lagi.
Diandra masih diam, dia bukannya marah dengan perkataan Bayu, tapi dia kecewa, Diandra merasa Bayu seperti berusaha mendorongnya kepada Haryo. Dan Diandra tidak suka.
"....." Bayu akhirnya diam tak membujuk, namun tiba-tiba, dia menyingkap sedikit selimut yang menutupi kepala Diandra lalu diapun ikut memasukkan kepalanya ke dalam selimut.
Wajah mereka pun berhadapan dan mereka beradu pandang.
"Honey, maaf.... Kakak cuma bercanda, Cutie," bisik Bayu.
"Sepertinya kakak suka mendorongku untuk memilih Pak Haryo, kenapa? Apa Kak Bayu tidak benar-benar mencintaiku?" tanya Diandra, matanya berkaca-kaca.
"Kalau kakak tidak benar-benar mencintaimu, buat apa kakak meminta ijin kepada kakek, nenek dan juga Danu untuk bisa menikahimu?" Bayu balik bertanya.
__ADS_1
"Mana Rara tahu," jawab Diamdra ketus.
"Cutie, kakak mencintaimu sejak Cutie masih bayi, waktu pertama kali kakak melihat Cutie, kakak sudah berjanji kalau kakak hanya akan menikahi Diandra Ayu Perwita, dan perasaan itu tidak berubah sampai sekarang," sahut Bayu, dikecupnya hidung Diandra, kepala mereka masih tersembunyi di dalam selimut.
"Bohong, kakak bahkan nggak mau main bersamaku," protes Diandra.
"Karena Haryo lebih suka bermain bersamamu walau dia selalu menggerutu," sahut Bayu sambil memainkan rambut Diandra.
"Hmp...." Diandra mendengus kesal, tak percaya ucapan Bayu.
"Besok siang kakak nggak bisa temani Cutie di sini, tapi kakak akan kembali kesini setelah urusan kakak selesai, nggak apa-apa kan?" tanya Bayu dengan suara baritonnya yang merdu.
"Bukannya besok hari Minggu?" tanya Diandra, tiba-tiba dia ingat kalau Bayu dan Danu akan membawanya ke makam kedua orang tuanya hari Minggu ini, tapi nampaknya harus ditunda sampai Diandra keluat dari rumah sakit.
"Kakak ada perlu sama Danu dan ada masalah yang harus kakak bereskan sendiri," jawab Bayu sambil menegakkan tubuhnya, lalu dibukanya selimut yang menutupi kepala Diandra.
Diandra mendengus kesal karena Bayu membuka selimutnya.
"Sumpek sayang, nggak bisa nafas nanti," kekeh Bayu.
Dan akhirnya mereka berdua mengobrol santai, Bayu hanya memberi tahu Dany kalau dia tidak menyusul, Diandra ingin ditemani.
"Bayu nggak kesini?" tanya Dimas.
"Nope, tahulah kau, gimana tuh Bayu kalau disuruh manjain ade," jawab Danu sambil meletalkan ponselnya di atas meja kafetaria.
"Hubungan mereka...." kata-kata Haryo mengambang, semua tahu apa yang ada di pikiran Haryo, tapi karena Haryo tidak melanjutkan kalimatnya mereka memilih diam.
"So, Kak Tora dan aku butuh penjelasan, Yo," ucap Danu sambil menatap Haryo.
"Maaf, bukan maksudku menghancurkan nama baik keluarga Perwita, aku hanya ingin membatalkan perjodoganku dengan Sinta dan membongkar keburukan Sinta, tapi tidak menyangka akan begini," jelas Haryo, suaranya penuh penyesalan, namun wajahnya tetap datar.
"I won't make it big, setelah kita bisa mengungkap kejahatan papa, kita akan memperbaikinya," sahut Tora menengahi.
"Tapi kak, kalau seperti itu, pakde...." Danu menatap Tora dengan bimbang.
"No worries, it won't effected me," sahut Tora sambil menepuk bahu Danu.
"Ah, aku ingat Bayu menanyakan tentang Kentaro Matsushita, apakah orang yang sama dengan Taro Hayami dan Kentaro dari Furainudoragon?" tanya Danu.
Tora dan Miko mengernyit.
__ADS_1
"Why'd he asked about that?" Tora balik bertanya.
"Apa ini berkaitan dengan perwakilan dari Matsushita Company?" tanya Haryo yang mengetahui siapa CEO dari Matsushita Company, walau baru 2 kali bertemu dalam business dinner, karena CEO Matsushita Company adalah orang yang jarang tampil, dia selalu diwakilkan oleh sepupunya Yoshiko Matsushita.
"Benar, Bayu bilang siang ini perwakilan Matsushita Company datang ke perusahaanmu untuk sign contract, dan dia sempat bertemu Rara dan Bayu di lorong," jawab Danu.
"Panggil Bayu kemari," seru Tora tiba-tiba, semua terkejut menatapnya yang terlihat sekali seperti sedang menghadapi teror.
"Ke-kenapa kak?" tanya Danu bingung.
"Just call him to come!" jawab Tora, rahangnya mengeras dan nafasnya memburu, Miko menyadari sesuatu.
"Is that possible if he...." pertanyaan Miko belum selesai terucap tapi jawaban sudah dia dapat saat melihat Tora sangat gelisah dan tegang.
"Kak?" tanya Danu.
"Jangan biarkan Rara pergi ke perusahaan Wicaksono lagi," jawab Tora datar, menahan kegelisahan.
"Bayu akan segera kemari," ucap Dimas yang baru saja menelepon Bayu.
Tak berapa lama Bayu tiba di kafetaria, setelah diperbolehkan Diandra menyusul karena perintah Tora.
"Ada apa Kak Tora?" Bayu duduk di samping Haryo sambil menatap Tora yang nampak gelisah dan tegang.
"Yoshiko.... Apa dia bilang kalau Rara seperti gadis yang disukai sepupunya?" tanya Tora denga suara sedikit bergetar.
"Iya, jadi aku minta anak buahku buat menyelidiki, makanya aku minta Danu bertanya pada Kak Tora apakah Kentaro Matsushita itu orang yang sama dengan Taro Hayami dan Kentaro dari Furainudoragon?" tanya Bayu.
"That was exactly what you think of it, mereka orang yang sama," jawab Tora, seketika semua orang terdiam dan tegang.
"Jangan biarkan Rara datang ke sana lagi!" perintah Tora tegas.
"Don't worry, bro... She will stay at home at least 1-2 months for recovery after surgery," ucap Dimas menenangkan Tora, dan Miko mengiyakan, hal itu sedikit membuat Tora lega.
"Dan jangan kembali ke rumah kakek dan nenek, kau pun Danu, aku akan meminta orang mencarikan tempat tinggal untukmu yang aman," perintah Tora.
"Tenang kak, Danu dan Rara akan tinggal bersamaku, kakak jangan khawatir," sahut Bayu, Tora menatapnya dan memberikan persetujuan.
"Atau bisa juga tinggal bersamaku," sambung Haryo.
"That is settle then, kita harus waspada karena Kentaro sudah bergerak dan mengetahui rumah kakek dan nenek, aku juga akan segera mencarikan tempat tinggal baru untuk mereka agar lebih aman," ucap Tora yang diangguki semua orang
__ADS_1