
"Ha.... Jadi kau yakin kalau dia adalah gadis yang kucari?" tanya Kentaro memastikan ketika Yoshiko selesai memberikan informasi tentang pretty angelnya yang tak lain adalah Diandra.
"Tidak yakin sih, tapi karena mirip sekali jadi kemungkinan besar iya," jawab Yoshiko sambil menghirup lychee tea miliknya.
"Cih, kau ini, kenapa tidak mencoba mencari informasi lebih dalam lagi?" gerutu Kentaro kesal.
"Hahahahaha.... Kau lupa bagaimana Wicaksono World? Data karyawan tidak bisa diakses dengan mudah oleh hacker kita," sahut Yoshiko sambil tertawa mengejek.
"Sewalah hacker lain," usul Kentaro.
"Hah.... Repot, kalau kau ingin tahu, kau bisa ikut datang di saat meeting penandatanganan kontrak baru yang sempat tertunda," sahut Yoshiko tanpa sadar telah membeberkan kegagalannya dalam hal penandatanganan kontrak baru dengan PT. Wicaksono World tempo hari. Saat sadar, tentu saja sudah terlambat, karena Kentaro menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Kenapa bisa gagal?" hardik Kentaro sambil memukul meja, sehingga mereka menjadi pusat perhatian pengunjung cafe.
"Ahahahaha.... Ya karena kelakuan asisten bodoh yang kau pekerjakan," gerutu Yoshiko sambil terkekeh garing.
"Winda? What's she doing?" tanya Kentaro.
"Haih, that stupid woman just know how to flirt, she was flirting to Bayu, but she's rejected on the spot and being humiliated," ( Perempuan bodoh itu hanya tahu menggoda lelaki, dia menggoda Bayu, tapi dia langsung ditolak saat itu juga dengan memalukan ), sahut Yoshiko.
"Is Bayu don't have any interest to woman?" ( Apa Bayu tidak tertarik denfan wanita? ), tanya Kentaro penasaran.
"That's not because he's not interest to woman, but someone has captured his heart already," ( Bukannya dia tak tertarik pada wanita, tapi hatinya sudah terikat pada seseorang ), jawab Yoshiko.
__ADS_1
"Oh, really? To whom?" ( Sungguh? Siapa? ), tanya Kentaro lagi, semakin penasaran, pasalnya dia mendapat kabar kalau Bayu tidak mempunyai pasangan ataupun kekasih sama sekali.
"Your Pretty Angel," jawab Yoshiko santai.
PRAK!!!
Kentaro meremas gelas minumannya sampai pecah berantakan di tangannya. Darah mengalir dari tangannya tapi dia tak peduli, sama halnya dengan Yoshiko yang hanya menyeringai lalu melemparkan scraft miliknya pada Kentaro.
"Ck.... Control your anger, brother.... Haiyo.... Now we need to pay the compensation for that glass, what a waste," ( Ck..... Kendalikan amarahmu, kak.... Haiyo... Sekarang kita harus membayar ganti rugi untuk gelas itu, benar-benar merugikan ), gerutu Yoshiko kesal.
"When will you go to there?" ( Kapannkau akan ke sana? ), tanya Kentaro acuh tak acug dambil membalutkan scraft milik Yoshiko pada telapak tangannya yang terluka.
""Tuesday, will you come with me?" ( Selasa, kau akan datang bersamaku? ), jawab Yoshiko lalu balik bertanya.
●○●○●○●○●○
Hatsyi.... Hatsyi.....
Terdengar suara bersin beberapa kali dari mulut Diandra yang sudah berada di dalam ruang rawatnya karena sudah selesai fisioterapi.
Danu menghampiri sang adik, "Dingin de?" tanya Danu.
"Enggak kak, tiba-tiba saja merinding," jawab Diandra sambil mengamati lengannya yang meremang.
__ADS_1
"Kakak ambilin jaket ya," ucap Danu seraya melangkah ke arah lemari kecil di samping ranjang.
"Rara gerah kak, pakai selimut aja ini," sahut Diandra sambil menarik selimutnya.
Di ruangan hanya ada Danu, Haryo sedang kembali ke rumahnya karena dipanggil sang kakek, sementara Bayu sedang membelikan makan siang untuk mereka bertiga, sedangkan Dimas sedang ada operasi.
"Kak, perasaan Rara kok nggak enak gini ya, rasanya takut dan cemas," ucap Diandra, suaranya terdengar gugup dan cemas.
"Ada apa? Tenang saja, ade aman sama Bayu dan kakak," sahut Danu menenangkan.
"Tapi kak...." ucapan Diandra terhenti karena ponsel Danu berbunyi, dan Danu segera menerima panggilan suara itu.
'Dan, kamu masih ada di rumah sakit?" tanya si penelepon yang ternyata Dimas.
'Iya, gimana?' balas Danu.
'Segera kembali ke apartment Kak Tora, aku yang akan menjaga Rara dan mengurus administrasi kepulangannya, cepatlah,' seru Dimas tergesa, dia baru saja selesai melakukan operasi pemasangan plat saat Bayu meneleponnya dengan panik dan memintanya segera mengurus administrasi kepulangan Diandra.
'Why? What's the matter?' Danu semakin bingung mencerna perkataan Dimas.
'I'm at outside the door, come out!' seru Dimas yang segera memutus percakapan mereka. Danu kebingungan tapi segera melangkahkan kakinya keluar ruangan Diandra.
Diandra yang letih karena fisioterapi, sudah terlelap saat Danu menerima panggilan dari dimas tadi.
__ADS_1