Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Ketahuan ( Lagi )


__ADS_3

Dini hari tiba, Kentaro sudah berada di seberang jalan di depan rumah Kakek Broto. Dia akan mengawasi rumah itu, berharap menemukan petunjuk keberadaan Diandra, gadis yang selalu membayangi pikirannya.


"Boss, kedua orang yang kita cari takbpernah terlihat berada di dalam rumah itu," ucap Jack.


"Aku tahu, kita tunggu dan amati pergerakan mereka, taruh anggota di beberapa titik yang mengarah keluar zona aman pasangan orang tua itu dan juga pemuda yang menemaninya, aku yakin pemuda itu bukan pemuda biasa," ucap Kentaro.


"Dia seperti orang yang menerima pelatihan khusus," sahut Jack sambil menyerahkan foto Jim kepada Kentaro.


"Dia..." kening Kentaro berkerut saat melihat foto Jim, dia seperti pernah melihatnya, tapi entah di mana. Wajah Asia-Jawa yang khas, walau berkulit coklat tapi terlihat manis karena dia berwajah Chinese.


"Apa dia kerabat pasangan itu?" tanya Kentaro.


"Sepertinya bukan," jawab Jack ragu.


Kentaro melotot ke arahnya, dan mendengus kesal.


"Ma-maaf Boss, nanti saya akan selidiki lebih lanjut," tambah Jack menyadari kesalahannya yang tidak menyelidiki secara tuntas orang-orang yang berada di sekitar pasangan Sasmita ( Kakek Broto dan Nenek Sundari ).


"Sudah berapa lama kau mengikutiku? Apa di pikiranmu hanya ada selangkang Sinta, hingga kau tak bisa memikirkan pekerjaan yang kuberikan padamu?" tanya Kentaro tajam.


"Ma-maaf Boss," Jack tertunduk menghindari tatapan Kentaro.


"Kau juga Tio, jangan hanya bisa memuaskan nafsu perempuan ****** itu, kau banyak mengabaikan tugasmu kalau Sinta datang atau menghubungimu," tegur Kentaro sembari menatap Tio melalui rear view.


"Ba-baik Boss," jawab Tio lirih.


Kentaro hanya menghela nafas panjang, lalu dia kembali mengarahkan pandangannya ke sebuah rumah bercat putih dengan pagar merah dan emas yang terlihat tenang dan sepi namun asri karena di halaman ditumbuhi beberapa tanaman pelindung panas dan juga bunga serta sayuran.

__ADS_1


Tiba-tiba, pintu terbuka dan tampak seorang pemuda keluar membawa setumpuk buku dan laptop, lalu pemuda itu duduk di kursi panjang yang berada di teras rumah. Pemuda itu adalah Jim, dia berpura-pura mengerjakan tugas kuliahnya saat dia melihat ada sebuah SUV berhenti dan diparkir di seberang jalan di depan rumah Kakek Broto, walau SUV itu terparkir bersama deretan mobil lain ( termasuk mobil tua kakek Broto ) tetap saja ketahuan oleh seorang Jim.


"Diam masih sekolah?" tanya Kentaro.


"Iya Boss, S2 Hukum, kelihatannya siswa berprestasi," jawab Jack.


"Hmmmm.... Siapa dia sebenarnya," mata Kentaro menatap nanar ke arah Jim yang sedang asyik mengetik sesuatu di laptopnya.


Setelah 1,5 jam tidak ada pergerakan mencurigakan, Jim berpura-pura menguap lalu membereskan buku-buku yang berserakan dan membawanya masuk ke dalam rumah lalu menguncinya.


'Black SUV Fiat 500X, front gate, keep your eyes on it,' ( SUV hitam Fiat 500X , di depan pagar rumah, awasi terus ), ucap Jim pada earpiece yang melekat di telinganya, dia menginformasikan kepada beberapa rekannya yang berjaga di sekitar rumah dan beberapa titik tertentu.


Kemudian Jim juga mengirim pesan kepada Bayu yang berisi tentang adanya pengintai yang datang mengawasi rumah pasangan Sasmita.


Jim melangkah memasuki kamar tamu yang disediakan kakek Broto untuk dirinya, lalu dia memasukkan sebuah kotak music kecil ke dalam ranselnya. Besok hari Minggu, dia harus mengantar kotak musik itu ke rumah sakit, tapi karena dia sekarang diawasi, mau tak mau dia bekerja sama dengan rekannya agar bisa mengantar kotak musik itu ke rumah sakit tanpa ketahuan pihak Kentaro.


Pukul 04:00 Diandra sudah bangun, dia melihat ke arah addition bed yang dipakai Bayu tidur, nampak Bayu masih tertidur pulas. Diandra menatapnya dengan perasaan bersalah.


Karenanya Bayu harus menjaga dan mengurusnya, dia pasti lelah. Perlahan air mata Diandra menitik, dia merasa bahagia memiliki Bayu yang begitu menyayanginya, selain keluarganya.


Bayu menggeliat dan perlahan membuka matanya, mengerjap perlahan, lalu menoleh ke arah Diandra. Saat melihat Diandra sudah bangun dan duduk tegak, Bayu perlahan bangun.


"Cutie, kenapa nggak bangunin mas?" tanya Bayu yang langsung bangkit dan berjalan menghampiri Diandra.


Diandra hanya bisa menatap takjub wajah Bayu yang terlihat tampan dan sexy saat bangun tidur, ditambah suara serak dan beratnya yang merdu terdengar keluar dari mulut Bayu.


"Rara juga baru bangun kok, mas," jawab Diandra, matanya masih menatap lekat pada Bayu.

__ADS_1


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Bayu heran.


"A-aku menginginkan mas Bayu...." gumam Diandra yang sukses membuat Bayu speechless dan wajahnya memerah menahan gairahnya saat mendengar kata-kata yang Diandra ucapkan.


"Cutie, don't say such a thing, that is dangerous," ( Cutie, jangan mengatakan hal seperti itu, itu berbahaya ), gumam Bayu sambil menempelkan dahinya di dahi Diandra.


"Kenapa? Rara cuma bicara jujur sama mas, kalau Rara menginginkan Mas Bayu," sahut Diandra polos.


"Oh God, Cutie.... Kamu nggak tahu apa artinya?" tanya Bayu frustasi.


"Enggak, emang apa artinya, mas? Bukannya artinya sama dengan aku mencintai mas Bayu dan ingin menjadi milik mas Bayu untuk selamanya?" sahut Diandra dengan tatapan polos dan menggemaskan, membuat Bayu geregetan.


"Cutie, arti dari 'aku menginginkanmu' itu adalah 'aku ingin melakukan hubungan badan atau *** denganmu', paham sayang?" jelas Bayu dengan nafas berat, sementara wajah Diandra memerah karena malu.


"Ma-maaf, Rara nggak tahu mas," Diandra menutup wajahnya dengan telapak tanggannya, malunya minta ampun.


"Hmmm.... Kalau Rara benar-benar ingin, mas sih nggak apa-apa, karena keinginan Rara adalah prioritas utama mas, sekarang ini," goda Bayu sambil mengecupi hidung mancung Diandra.


"M-mas Ba-Bayu apa-a-apaan sih," sahut Diandra gugup, membuat Bayu semakin ingin menggodanya.


"Gimana Cutie? Masih menginginkan mas? Mas juga menginginkan Cutie," bisik Bayu di telinga Diandra sambil meniupkan nafasnya di telinga Diandra dan sukses membuat bulu kuduk Diandra meremang, lalu dengan nakal, Bayu menjilati telinga dan leher jenjang Diandra dengan perlahan, hingga tanpa sadar ******* lirih berhasil keluar dari mulut Diandra.


Bayu yang mendengarnya langsung kalap, diraihnya tengkuk Diandra dan bibirnya mulai memagut bibir peach Diandra dan perlahan memainkan lidahnya dengan gerakan lincah dan menuntut.


Mendapat serangan mendadak, Diandra mulai terhanyut, lengannya melingkar di leher Bayu dan tangannya meremas rambut Bayu untuk menahan sesuatu yang bergejolak karena tangan Bayu mulai membelai punggungnya yang hanya berbalut piyama satin tipis yang lembut.


Bayu melepaskan sejenak ciumannya untuk mengambil nafas dalam-dalam, lalu setelah asupan oksigen keduannya terpenuhi, Bayu kembali mencium Diandra, namun kali ini tak menuntut dan tanpa nafsu yang mengiringi, hanya rasa manis cinta dan kasih membalut kecupan demi kecupan yang Bayu berikan kepada Diandra.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada seorang perawat yang masuk dan terpaku di depan pintu saat melihat kegiatan mereka, namu setelah terpaku beberapa detik, perawat yang bertugas mengukur suhu dan tekanan darah pasien itu, perlahan mundur keluar dan menutup pintu tanpa suara, memberikan waktu agar mereka berdua bisa menyelesaikan hajatnya tanpa rasa malu karena ketahuan. Hehehehehe....


__ADS_2