
Tora mengurai pelukannya, kalau menuruti keinginan hati, dia tak ingin melepaskan pelukannya, tapi mengingat Diandra baru saja menjalani operasi, mau tak mau dia melepaskan pelukannya, karena tak ingin membuat Diandra terluka.
"Sudah, jangan menangis, jelek," gurau Tora sambil membersihkan sisa air mata di sudut mata dan pipi Diandra.
"Kakak jangan pergi," rengek Diandra.
"Enggak, kakak akan tetap di Jogja, nggak akan kemana-mana," jawab Tora meyakinkan Diandra.
Bayu mendekati keduanya dan menyapa Tora.
"Kak, lama tidak bertemu," sapa Bayu.
"Hmmm, apa kabar?" balas Tora.
"Puji Tuhan, kak," jawab Bayu sambil tersenyum.
"I need you to explain about the news," ucap Tora datar, dia meminta penjelasan tentang berita yang merusak nama baik keluarga Perwita, karena Tora tahu, Bayu masih cucu dari keluarga Wicaksono.
"Bayu nggak tau apa-apa kak, ini semua perbuatan Haryo, nanti Danu tanyakan ke dia," sela Danu.
"He better give us explanations," ucap Tora datar, namun dia memancarkan aura menyeramkan yang membuat Diandra takut.
"Kak?" panggil Diandra sambil tangannya gemetar menyentuh lengan Tora.
"Ah, maaf de, kakak jengkel saja sama orang yang membuat nama baik kita tercemar, walau itu salah Sinta, tapi seharusnya Keluarga Wicaksono juga memikirkan bagaimana dulu om dan tante menjaga nama baik keluarga kita," jelas Tora sambil membuang aura seramnya agar Diandra tidak ketakutan.
"Memangnya ada masalah apa?" tanya Diandra bingung, karena memang mereka tidak memberi tahu Diandra.
"Ade nggak usah mikir, biar ini jadi urusan kakak sama Danu, ade istirahat saja biar cepat pulih, oke?" bujuk Tora.
"Iya kak," Diandra kembali memeluk pinggang Tora dan Tora membelai rambut bergelombang Diandra.
Bayu hanya menghela nafas panjang, tempatnya digantikan oleh Tora.
"Bayu, apa kamu serius mencintai Rara?" tanya Tora tiba-tiba, Bayu terpaku karenanya.
"Serius kak," jawab Bayu tegas.
"Kapan kau akan menikahinya?" tanya Tora lagi.
"Secepatnya, setelah Danu berbicara pada kakek, aku akan segera melamarnya dan menikahinya," jawab Bayu.
"Kupercayakan Rara padamu, adik kesayanganku yang cantik," gumam Tora sambil menatap Diandra dengan pandangan yang sulit diartikan oleh Bayu, antara cinta dan juga luka.
"Terima kasih Kak Tora, aku akan menjaga, melindungi, dan mencintai Rara sepenuh hatiku," janji Bayu.
"Kupegang janjimu," Tora menjabat tangan Bayu dengan erat.
"Ade, Kak Tora mau ngobrol dulu dengan Danu dan Bayu ya, ade sendirian dulu nggakbapa-apa?" tanya Tora setengah membujuk Diandra.
"Lama?" sahut Diandra sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Tora.
__ADS_1
"Enggak, 30 menit?" jawab Tora.
"Iya deh," sahut Diandra pasrah, sepertinya mereka ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.
Tora mengecup kening Diandra dan dengan berat hati Diandra melepaskan pelukannya.
"Sebentar ya, de," pamit Danu yang juga mengecup kening Diandra sekilas.
"Ke ruanganku saja kita bicaranya," ajak Miko yang mendahuli mereka keluar dari ruang VVIP tempat Diandra dirawat.
Tora dan Danu segera mengikuti, sementara Bayu membantu Diandra untuk membuatnya nyaman saat mereka tinggal dan meletakkan semua keperluan di dekat Diandra.
Lalu setelah dirasa cukup, Bayu memeluk Diandra dengan erat.
"Cutie...." gumam Bayu.
"Ngg?" sahut Diandra.
"Kakak cemburu lihat Cutie dipeluk dan dicium Kak Tora seperti itu," gumam Bayu di sela leher Diandra, hembusan nafasnya membuat Diandra geli.
"Kak Tora kan sepupu Rara, Big Bun, kenapa cemburu?" tanya Diandra heran.
"Cembura nggak perlu alasan, Cutieee," erang Bayu.
"Kan Rara milik Kak Bayu," sahut Diandra lirih, Bayu melonggarkan pelukannya dan mulai mencium bibir Diandra dengan lembut.
Setelah beberapa saat, Bayu menghentikan ciumanny dan berkata, "You'll be completely mine soon, honey."
Bayu tersenyum, dan kembali memeluknya dengan erat untuk beberapa saat sebelum dengan berat hati, dia melepaskan pelukannya.
"Nanti Ari akan ke sini buat temani Rara, tapi ingat ya, jangan terlalu akrab sama Ari, kakak nggak suka," pesan Bayu, Diandra hanya memutar bola matanya jengah.
Dan setelah mengecup kening dan bibir Diandra, akhirnya Bayu beranjak pergi menuju ruangan Miko.
Setibanya di ruang Miko, Bayu langsung masuk setelah mengetuk pintu.
"Lama sekali," gerutu Danu.
"Benerin posisi Rara sama nyiapin semua keperluan di dekatnya, aku juga panggil Ari buat temani Rara, kasihan sendirian di kamar," sahut Bayu datar, lalu dia duduk di sofa tepat di hadapan Tora.
"Kak, aku mau kakak lihat video dari black box yang ditemukan di mobil papa, aku ingin kakak mengenali seseorang yang kemungkinan besar kakak mengenalnya," ucap Danu seraya mendorong laptopnya ke arah Tora.
Tora menatap monitor laptop itu dengan seksama dan memperhatikan setiap adegan yang muncul di sana.
Namun semakin lama wajahnya semakin menegang, hingga tiba saat ada seorang lelaki bersenjata api keluar dari mobil SUV dan menembakkan senjatanya ke arah Suryo dan Rianti, rahang Tora mengeras, auranya berubah menjadi kelam, sorot matanya sangat mengerikan.
"KENTARO!!!" desis Tora.
Miko tertegun, dugaannya ternyata benar, dan sekarang dia merasa cemas, kedua sahabatnya bisa dipastikan akan bertikai dan jika itu terjadi, kemungkinan besar ada nyawa yang melayang. Membayangkan itu, Miko hanya bisa berdoa dan berharap jika Tuhan bisa melindungi Tora.
"Kakak kenal?" tanya Danu, sementara Bayu terlihat gusar saat melihat tatapan Tora pada monitor.
__ADS_1
"Kentaro, that bastard, he killed them, even he knows that they are my beloved uncle and aunt.... He is courting his death!!!" gumam Tora, Danu menatapnya dan gumaman Tora merupakan jawaban jelas dari pertanyaannya.
"Rara tahu kalau om dan tante...." pertanyaan Tora terputus karena tak sanggup mengucap kata 'tewas terbunuh karena luka tembak'.
"Aku tak bisa mengatakannya, jika Rara tau pasti dia akan sangat terpukul," jawab Danu.
"Aku harus pergi sekarang," Tora bangkit dari duduknya dan berniat pergi, namun Miko menahannya.
"Stop, jangan bertindak gegabah, biarkan poloso menangani kasus ini, jika terjadi sesuatu padamu..... Pikirkan bagaimana perasaan sepupumu," cegah Miko.
"Benar kak, jangan gegabah, lagi pula lebih baik kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian," ucap Danu, "Tapi maaf kak Tora, jika nanti pakde...." sambung Danu mengambang.
"Aku tak peduli, lelaki tua itu bahkan lebih pantas mati," geram Tora, tangannya mengepal kuat.
Tiba-tiba ponsel Tora berbunyi, Tora mengambilnya dari dalam kantong jaket kulitnya dan melihat ID pemanggil.
"This bastard...." gumam Tora yang menerima panggilan suara itu dan meloudspeakernya.
'Hey, kudengar kau kembali ke Jogja?' tanya si penelepon.
'Ya, kenapa?' tanya Tora datar.
'Let's have a drink, bring Miko with you,' ajak si penelepon yang tak lain adalah Kentaro.
'He's a doctor who often perform surgery, I don't think he will come,' jawab Tora.
'*Ck, why'd he need to be so strict? Just aks him to come,'
'Ok, to your place*?' tanya Tora, dia mati-matian menahan diri untuk tidak mengamuk, saat ini bayangan Kentaro menembak mati om dan tantenya tengah menari-nari di pelupuk matanya.
'Yeah, I will call some ladies to serve us,' ucap Kentaro.
'I will pass that part, Miko too, he'll be married soon,' tolak Tora.
'Ck... Both of you really don't have desire, are you still obsessed with your little sister?' Do you still love her?' tanya Kentaro yang membuat Bayu menatap Tora dwngan pandangan yang sulit diartikan.
'I will always love hee, why would I'm not?' jawab Tora yang tak menutupi bagaimana perasaannya pada Diandra, Danu yang memang sudah tahupun tidak mempermasalahkannya, karena Tora tahu batas dan selalu menghargai Diandra.
'Hahaha.... I got it, she's indeed a beautiful girl, do you know how hot she become when she was in senior high school?' tanya Kentaro dengan nada yang dipenuhi nafsu, wajah Bayu, Danu dan Tora berubah seketika.
'Do not even have a wild fantasies of her in your mind, I dare you Kenta!' ancam Tora.
'Too late, I'd done it several times,' jawab Kentar yang spontan membuat Tora, Bayu dan Danu meradang.
'I won't let this slide easily," ancam Tora.
'Underground battle center of my group, let's sparring,' tantang Kentaro.
'I'm going to kill you!' ancam Tora yang bersungguh-sungguh ingin membunuh Kentaro atas apa yang dilakukannya pada om dan tantenya dan kekuranganjarannya dalam membayangkan Diandra dalam fantasi liarnya.
'Ck, your father asked me to find that two little cousins of yours, and I already have a clue, are you sure that you going to kill me before you can meet that little girl?' tanya Kentaro, kembali Bayu dan Danu tegang.
__ADS_1
What's clue he's talking about?