
"Danu!!" seru kedua orang yang baru saja masuk itu.
"Tante... Om.... Apa kabar?" sapa Danu, tak mampu lagi menahan air matanya, Bayu menatap ketiganya dan tersenyum haru.
Gina dan James yang melihat Danu, putra dari sahabat baik mereka sedang berdiri tegak dihadapan mereka berdua, tak dapat menahan diri dan menghambur memeluk Danu, tangis ketiganyapun pecah.
"Puji Tuhan.... Akhirnya kami bisa bertemu kalian lagi, Puji Tuhan," James memeluk erat tubuh Danu yang tegap dan kokoh.
"Tante sudah bertemu adikmu kemarin, tante sangat bahagia, sekarang bisa bertemu denganmu, perasaan tante bisa semakin lega," isak Gina.
Bayu yang sudah duduk kembali di samping ranjang Diandra menatap ketiganya dengan tatapan haru, memang selama 10 tahun ini, kedua orang tuanya juga tak berhenti menvari keberadaan Danu dan Diandra, bahkan sang mama pernah dilarikan ke rumah sakit karena pingsan akibat terlalu banyak memikirkan keadaan putra putri sahabatnya.
Setelah puas memeluk Danu untuk melepas rindu, James mengajak istrinya dan Danu untuk duduk di sofa, tapi Gina menolak duduk dan malah menghampiri Diandra yang tengah tertidur.
"Menantu mama kenapa ini Bay? Katanya kemarin hanya dislokasi, tapi ini tau-tau malah dioperasi," tanya Gina cemas.
"Salah Bayu ma, nggak jaga Rara dengan baik," jawab Bayu sambil tertunduk, tangannya menggenggam erat telapak tangan Diandra dan menciuminya.
"Kok menantu tante?" tanya Danu yang tak sengaja mendengar perkataan Gina.
"Iya lah, kan mereka sepasang kekasih, katanya sudah dapat ijinmu sama kakek nenek, tante juga sudah kasih ijin kok, om juga, kan mas?" jawab Gina seraya melirik James yang tersenyum melihat tingkah kocak istrinya.
"Iya, kalau bisa secepatnya mereka menikah, kasihan Bayu itu jomblo dari lahir," sahut James yang mendapat pelototan dari Bayu.
Gina tergelak mendengar jawaban suaminya, Danu hanya geleng-geleng kepala, kedua orang tua Bayu memang tidak berubah, senang bercanda dan menggoda Bayu sampai Bayu jengah.
"Danu juga jomblo dari lahir lho om," seloroh Danu.
"Lho, bukannya dulu kamu dekat dengan anak gadisnya Rujito?" tanya James.
"Iya tuh, siapa namanya? Anaknya manis, ayu, khasnya wong Jogja," timpal Gina sambil mengingat-ingat nama gadis itu.
__ADS_1
"Fiby, ma," jawab Bayu sambil mengusap perlahan kening Diandra yang berkerut, mungkin merasa terganggu.
"Nah ho.oh, Fiby, gimana kabarnya sekarang?" pekik Gina happy.
"Bisa nggak ngobrolnya pelan dikit? Mama baiknya duduk sana deh, kasihan Rara keganggu dengar suara melengking mama yang nggak sedep itu," gerutu Bayu saat melihat Diandra mulai gelisah. Gina memelototi Bayu karena mengatai suaranya nggak sedep didengar. Namun demi melihat calon mantunya yang mulai gelisah, Gina mengalah dan memilih duduk di sofa di samping James yang terkekeh geli.
"Hilang kontak tan, lagian memang sengaja, takut keseret bahaya, soalnya sampai sekarangpun kami masih bergerak sembunyi-sembunyi," jawab Danu getir.
"Emang keterlaluan pakde-pakdemu itu, tadi tante ketemu pakdemu Suwito sama anak istrinya, bheuh.... Empet lihatnya," gerutu Gina mengomel tak karuan, Danu yang melihat mimik wajah Gina yang lucu karena mengomel jadi tertawa lirih.
"Kami sudah biasa kok tante, pindah sana pindah sini, yang penting Rara, kakek dan nenek bisa aman, dan peristiwa penculikan terhadap Rara tidak terulang lagi," sahut Danu sambil tersenyum, nadanya pasrah tapi terselip kebencian dan kemarahan di suaranya.
"Kamu tenang saja, ada kami, Mas Dewo juga pasti akan membantu," ucap James menenangkan.
"Eh, tapi ngomong-ngomong, ma.... Kalau Rara jadi mantu kita, Haryo gimana?" tanya James sedikit cemas, karena walau perjodohan Haryo dengan Sinta dibatalkan bukan berarti perjodohan Haryo dengan Diandra juga dibatalkan.
"Itu biar Danu yang bicara dengan Kakek Cokro, om. Ini menyangkut perasaan Rara, dan karena Rara pernah mengalami trauma psikologis, Danu harus benar-benar menjaga perasaan Rara agar stabil dan tidak memicu trauma baru," jawab Danu menenangkan James.
"Memang Rara pernah mengalami kejadian apa?" tanya Gina penasaran.
"Kak Bayu...." panggil Diandra lirih, dan dengan sigap Bayu bangkit dari duduknya dan membungkukkan tubuhnya.
"Ya Cutie, ada apa?" tanya Bayu sambil membelai kepala Diandra, James dan Gina yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum bahagia.
"Haus kak...." ucap Diandra lirih.
"Oh, sebentar," Bayu segera menuangkan air mineral ke dalam gelas dan segera membantu Diandra minum, dengan sedikit menopang kepala dan bahu Diandra agar memudahkannya minum.
"Terima kasih, kak," ucap Diandra setelah selesai minum.
"Sama-sama, honey," sahut Bayu, diletakkannya gelas di atas nakas di samping ranjang, lalu dia membantu Diandra kembali berbaring dan mengecup keningnya.
__ADS_1
"Sayang, apa da yang dirasa sakit?" tanya Gina seraya berjalan menghampiri Diandra.
"Mama Gina.... Kapan datang?" tanya Diandra sedikit terkejut saat tahu kalau ternyata ada Gina.
"Saat kamu masih tidur tadi, tuh Papa James ingin ketemu kamu, tapi pas sampai kamunya tidur," jawab Gina sambil menunjuk James yang sedang berjalan mendekati ranjang tempat Diandra berbaring.
"Papa James, apa kabar?" sapa Diandra lirih, dia masih merasa setengah sadar karena efek obat biusnya belum benar-benar hilang.
"Puji Tuhan baik, maaf ya, Papa baru bisa ketemu Rara sekaranga, di rumah sakit lagi," jawab James sedikit menyesal, lalu dia mengecup kening Diandra.
"Papa apaan sih?!" omel Bayu yang langsung bangkit dan menghapus bekas kecupan James di kening Diandra.
"Ya ampun, Bayu!" gelak James dan Gina melihat kelakuan cemburu putra mereka hanya karena Diandra dicium keningnya oleh papanya.
"Ade, apa yang dirasain? Masih nyeri? Perlu kakak panggilakn Dimas?" tanya Danu beruntun.
"Ade ngantuk aja sih kak, udah nggak terlalu nyeri, ade mau tidur lagi aja kalau boleh," ucap Diandra lirih, dia benar-benar masih mengantuk, jika bukan karena tenggorokannya kering, dia malas membuka matanya.
"Ya sudah, ade tidur lagi aja, nanti kakak pulang ya, besok pagi sebelum kerja kakak kesini dulu," sahut Danu, diusapnya kening Diandra lalu mengecupnya, Bayu hanya bisa menahan diri, nggak mungkin kan dia ngomelin calon kakak iparnya?
Diandra tersenyum lalu perlahan mulai memejamkan matanya kembali.
"Kok kamu nggak ngomelin Danu, kan Danu cium Rara tuh?" tanya Gina dengan senyuman aneh.
"Sama kakak ipar nggak boleh marah-marah, takut ijinnya dicabut," gumam Bayu yang sukses membuat James, Gina dan Danu terkekeh geli.
"Cih, dasar bucin," decih Danu sambil melangkah kembali ke sofa.
"Nanti setelah ketemu Kak Tora, aku titip Rara ya Bay, aku harus pulang, kasihan kakek dan nenek," ucap Danu.
"Pulang ke rumahku atau ke rumah papa aja, Dan, sudah tengah malam ini, lafian aku sudah kirim Jim dan dua orang temannya buat berjaga di sana, kamu tenang saja," sahut Bayu sambil merapikan selimut Dindra dan anak rambut yang terurai berantakan di pipinya, lalu Bayu mencuri cium di bibir Diandra sebagai ucapan selamat malam kepada kekasih kecilnya.
__ADS_1
"Kalau gitu aku mending di sini aja deh, takut Rara kamu apa-apain," dengus Danu kesal saat melihat Bayu mencuri cium di bibir adik kesayangannya.
"Iya Bay, ada kami aja kamu curi-curi cium, gimana kalau kami nggak ada?" goda Gina tang sukses membuat wajah Bayu memerah, dia tak mengira kalau mereka memperhatikan perbuatannya pada Diandra. Malunya setengah modar, hahahahahaha.