Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
ABG Kasmaran


__ADS_3

Selesai bersiap, Bayu segera membawa Diandra keluar untuk menuruti keinginan Diandra makan bubur ayam di Pasar Telo.


Dengan menggunakan kursi roda, Diandra didorong Bayu menuju lobby rumah sakit dan segera menaiki mobil yang dikemudikan Ari.


"Pagi Kak Ari, apa kabar," sapa Diandra ramah.


Ari melirik sekilas ke arah Bayu, lalu dia membalas sapaan Diandra, "Pagi Di, kabar baik, gimana kondisimu sekarang?"


"Puji Tuhan sudah membaik kak, maaf ya pagi-pagi ngerepotin Kak Ari buat antar ke Pasar Telo, padahal ini hari libur Kak Ari," ucap Diandra merasa sungkan tak enak hati.


"Santai aja Di, hitungannya lembur kok, dan lagi nggak seharian juga nanti," jawab Ari dengan sesekali melirik ke arah Bayu melalui rear view mirror.


"Tetap aja kak, ganggu waktu libur Kak Ari," sahut Diandra.


"Apa perlu Ari mas suruh pulang, mas saja yang bawa mobilnya?" tanya Bayu kesal.


"Dih ngamuk, udah terlanjur juga Kak Ari lembur, tapi besok lagi kalau nggak urgent jangan minta Kak Ari lembur, kasihan kan mas," jawab Diandra sambil terkekeh geli melihat Bayu yang bermuka masam.


'What the heck? MAS?????? Bwaaahahahahaha....' teriak Ari dalam hati, dia mati-matian menahan tawa.


Baru kali ini Bayu mau dipanggil dengan sebutan 'MAS' oleh seorang wanita, biasanya setiap mendapat sebutan itu dari wanita, Bayu akan memperlihatkan wajah jijik dan marahnya, tapi kenapa tidak dengan Diandra???


'Cih, dasar bucin akut.... Gak bucin nyusahin, eh lah bucin tambah nyusahin.... Nasib jadi asisten pribadi cowok bucin emang ngenes,' pekik Ari dalam hati yang protes meronta-ronta menginginkan waktu bebas agar bisa berkencan dan menikah.


"Tiga minggu lagi, ambillah cuti selama 2 minggu, berliburlah, karena aku juga akan berlibur," ucap Bayu tiba-tiba yang mengejutkan Ari, tumbenan bossnya memberinya cuti, 2 minggu pula, biasanya di cuti tahunan dia selalu diminta lembur dan lembur.


"Se-serius Pak?" tanya Ari tak percaya.


"Hm.... Setelah rencana itu terlaksana cutilah," jawab Bayu datar, tangannya meremas tangan Diandra dengan lembut.


"Baik pak, terima kasih," ucap Ari riang.


"Persiapkan dengan benar, kalau aku puas dengan hasilnya, bonus 6 bulan gaji," sambung Bayu dengan nada datar seperti biasa.


Ari ternganga dan spontan menginjak rem menghentikan laju mobil mendadak, membuat Diandra hampir terbentur passenger seat, beruntung Bayu sigap menahan tubuh Diandra.


"ARI!!!" bentak Bayu menggelegar.

__ADS_1


"Ma-maaf Pak Bayu, saya kaget, reflek nginjak rem," ucap Ari ketakutan, wajahnya pucat, siap menerima amukan sang boss.


"Kalau Rara sampai kenapa-kenapa hilang kepalamu, tahu!" gertak Bayu.


"Mas, sudah... Aku nggak apa-apa kok, kasihan Ari, jangan jahat sama pegawaimu, nggak baik," ucap Diandra berusaha menenangkan Bayu.


"Ma-maaf ya Di," ucap Ari gugup.


"Nggak apa-apa kok, jalan lagi aja Kak Ari," pinta Diandra dengan suara lembut.


"Ba-baik," perlahan Ari kembali melajukan mobil Toyota Fortuner dark grey.


Diandra membuka sebot air mineral yang tersedia di mobil, lalu meminumnya sedikit, setelah itu diberikannya pada Bayu.


"Minum dulu mas, jangan marah-marah, Rara nggak sula kalau Mas Bayu sering marahin anak buah Mas Bayu, kalau salah dibilangi baik-baik saja, nggak usah pakai emosi, ya?" bujuk Diandra.


Bayu meneguk setengah botol air mineral sekali tegak.


"Gimana nggak marah, sayang... Kamu hampir saja cidera, lutut juga belum sembuh, kalau kebentur lagi gimana jadinya?" geram Bayu, dadanya naik turun, dia menahan emosi dan khawatir bersamaan.


"Ck..." decih Bayu, lalu direngkuhnya tubuh Diandra ke dalam pelukannya.


"Mas..." bisik Diandra.


"Biarkan mas memelukmu sebentar, mas mau menenangkan diri," gumam Bayu sambil mengeratkan pelukannya, Diandra membalas pelukannya lalu menepuk-nepuk lembut punggung Bayu.


Ari menarik nafas lega, Bayu tidak murka, beruntung sekali Diandra bisa menenangkannya, memang harus hati-hati kalau menyangkut Lady Boss nya ini.


Setelah menempuh 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Bayu membantu Diandra turun, dan karena Bayu tidak mau repot menggunakan kursi roda, Bayu menggendong Diandra ke bangku pembeli dan mendudukkannya di sana.


Ari yang ingin mencari meja lain, ditahan oleh Diandra dan terpaksa dia menjadi obat nyamuk di antar Boss dan Lady Boss nya.


Bayu segera memesan 3 porsi bubur ayam dan tak lama pesanan mereka datang.


Mata Ari bersinar saat matanya menangkap sesuatu yang berharga, diambilnya ponselnya dan segera mengabadikan moment itu, lalu mengunggahnya di sosial medianya dengan caption 'Pagi-pagi dapat berkah, dipanggil lembur buat temani Boss dan Future Lady Boss sarapan bubur di Pasar Telo'.


Tak sampai 2 menit, ponselnya berdenting tanpa henti. Ari terkekeh membaca komentar dari para bawahan Bayu yang semuanya berasal dari training center milik keluarga Senoaji.

__ADS_1


'*Eih bro, beneran nih sudah ada calon Lady Boss?'


'Tangannya mungil gitu, pasti Lady Boss orangnya cantik.'


'Banget*,' sebuah jawaban muncul dari Jim.


'*Serius, Jim? Kamu pernah ketemu?'


'Yup, super serius, ketemu beberapa kali, Lady Boss baik banget, dah gitu cantik dan pandai masak, masakannya juara*,' balasan Jim membuat heboh media sosial Ari.


'*Cih, curang.'


'Bro Ari, ambilin foto Lady Boss dong, masa cuma tangannya doang,'


'Iya bro, kita juga pengen lihat.'


'Minta sama Boss @BayuSenoaji aja, aku takut kalau ambil foto Lady Boss, ntar kena marah sama Boss Bayu*,' Ari membalas kementar salah satu temannya, tak lupa dia menandai Bayu sehingga Bayu tahu kalau anak buahnya ingin berkenalan dengan calon Lady Boss mereka.


Bayu merasa ponselnya berdenting, dia melirik sebentar, lalu membuka notifikasi yang memberitahukan kalau Bayu menyebutnya dalam sebuah komentar.


"....." Bayu melihat foto yang diunggah Ari, disana nampak tiga mangkuk bubur ayam, tangan Ari yang mengacungkan ibu jadi dan sepasang tangan miliknya dan Diandra yang jarinya saling bertaut. Bayu tersenyum melihatnya.


Lalu dia membaca komentar-komentar yang dituliskan oleh anak buahnya yang penasaran.


Dengan lincah tangannya mengetik sesuatu dan segera menekan tombol kirim.


Ari yang melihat dan membaca komentar Bayu, merasakan mual dan mendadak bergidik ngeri.


'Saat pemberkatan pernikahan kami, akan kuperkenalkan dia pada kalian, tapi jangan pernah berani membayangkan atau berangan apapun tentang istriku,' begitu balasan Bayu.


Seketika kolom komentar menjadi heboh lagi saat ada kabar yang keluar dari Bayu kalau Bayu akan segera menikah.


"Apa sih mas, kok bunyi terus ponselnya?" tanya Diandra yang masih asyik makan bubur ayam porsi keduanya.


"Nggak apa-apa, balasin komentar anak-anak aja," jawab Bayu yang kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Ari terkekeh melihat Bayu yang senyam senyum nggak jelas, bisa juga nih si Boss bertingkah kaya ABG kasmaran.

__ADS_1


__ADS_2