Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Gemoy Apaan, Sih?


__ADS_3

Danu mengangkat tubuh Diandra dan menggendongnya menuju ranjang, lalu merebahkannya di sana. Diandra ingin protes, tapi melihat wajah masam sang kakak, akhirnya Diandra memilih diam saja.


"Mau makan?" tanya Danu tiba-tiba membuka suara.


"Barengan aja kak," jawab Diandra.


"Tunggu Bayu, lalu kita makan sama-sama," sahut Danu yang tak menerima bantahan, Diandra hanya mengangguk mengiyakan.


"Kakak marah sama Rara?" tanya Diandra setelah diam beberapa saat.


"Enggak," jawab Danu singkat.


"Kalau kakak nggak marah sama Rara, kenapa mukanya kaya gitu?" tanya Diandra cemberut.


"Haaah.... Maaf, kakak lagi kesal dengan Kakek Cokro, nanti kakak pinjam Bayu dulu sebentar ya, Rara sendiri dulu, kakak ada perlu sebentar," jawab Danu sambil meminta ijin pada Diandra.


"Iya kak, lagian Rara nggak mau ngontrol Kak Bayu," sahut Diandra sambil tersenyum manis, membuat Danu gemas dan segera mencubit pelan pipi Diandra.


"Kalau mau bicara sama Bayu pakai ruanganku saja, nanti aku temani Rara, kebetulan istriku mau kesini, bezuk sekalian kenalan sama Rara," ucap Dimas yang sedari tadi diam dan memperhatikan kedua kakak beradik di depannya itu mengobrol.


"Kak Dimas beneran sudah menikah?" tanya Diandra tak percaya, karena selama ini dia mengira perkataan Bayu tentang Dimas yang sudah berkeluarga hanya Diandra anggap candaan.


"Sudah lah, sudah ada buntutnya sepasang, kembar," jawab Dimas dengan bangga.


"Waaaaah.... Nanti diajak kesini?" tanya Diandra girang, dia memang suka anak kecil.


"Jangan dibawa kesini, habis ntar Rara gigitin pipi mereka karena gemas," gurau Danu yang terasa aneh karena dia mengucapkan dengan nada dan ekspresi datar, membuat Dimas dan juga Diandra tidak bisa tersenyum bahkan tertawa, bibir mereka hanya berkedut aneh.


"Cih, Kak Danu nggak asyik," decih Diandra sambil cemberut.


Bayu keluar dari toilet dan mendapati Diandra dengan wajah merungut, Danu dengan ekspresi datarnya dan Dimas dengan hidung kembang kempisnya yang aneh.


"Kalian ngapain? Kombinasi aneh kalian ngak selucu kombinasi dari Andre, Sule dan Aziz Gagap," ejek Bayu sambil terkekeh geli.

__ADS_1


Diandra melotot kesal ke arah Bayu, lalu melayanglah bantal leher tepat ke arah Bayu yang sedang terkekeh geli.


"Eh, Cutie belum nikah udah KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tangga ) aja," gurau Bayu saat menangkap bantal leher yang dilempar Diandra.


"Nggak lucu, garing," gerutu Diandra, Bayu semakin terkekeh dibuatnya.


"Buruan makan, Rara nungguin kamu baru mau makan," ucap Dimas sambil menyeruput kopi yang dibeli Bayu tadi.


"Kenapa harus nunggu kakak? Mau minta kakak suapi?" goda Bayu.


"Idih, nggak lah, pengen makan bareng-baren aja sih," sahut Diandra sambil mengerutkan bibirnya, Bayu gemas bukan main, kalau Danu dan Dimas tak ada, sudah pasti dia sudah menerkam Diandra.


"Genit," dengus Danu yang jengah melihat kelakuan lovey dovey Bayu dan Diandra.


"Sudah.... Sudah, buruan makan, kalau mau bicara cepetan bicara, ntar aku tungguin Rara di sini sekalian nunggu Tiana datang," lerai Dimas saat melihat ada tanda-tanda perang mulut antar saudara.


"Tiana?" tanya Diandra.


"Istri Dimas," jawab Bayu disambut O panjang oleh Diandra.


"Iya, anak-anak sama mama, nggak baik ngajak anak seumuran mereka ke rumah sakit," jawab Dimas.


"Umur berapa?" tanya Danu sambil menyuapkan nasi dan bebek peking ke dalam mulutnya.


"Baru 8 bulan," jawab Dimas yang juga menyuapkan nasi dan rebusan choi sam ke dalam mulutnya. ( *choi sam \= sejenis sawi biasa disebut kailan )


"Ih pasti gemoy ya kak?" pekik Diandra menahan gemas.


"Gemoy apaan sih de?" tanya Dimas, Danu dan Bayu bersamaan.


"Lah, nggak ngerti gemoy?" tanya Diandra heran, Bayu, Dimas dan Danu hanya menggelengkan kepala.


"Duh, ganteng-ganteng tapi kudet," kekeh Diandra dengan nada menyindir, "gemoy itu gemes, lucu, imut.... Intinya cuteness overload gitu," jelas Diandra yang disambut O panjang oleh ketiga pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Jadi Cutie gemoy juga dong?" goda Bayu sambil mengedupkan sebelah matanya.


"Gusti.... Jijiknya lihat kelakuanmu Bay," ucap Danu sambil nyebut dan mengelus dada. ( Dadanya sendiri lho ya, bukan dada janda sebelah, hahahahaha )


Dimas tertawa keras sedangkan Diandra hanya terkekeh geli.


"Rara udah bukan bayi atau anak-anak lagi, mana bisa gemoy, kak? Ada-ada saja deh," kekeh Diandra.


"Ehem.... Kan gemoy menurutku," sahut Bayu kikuk.


"Sudah.... Sudah.... Eneg tau lihat kalian umbar PDA ( public display affection / kegiatan mesra-mesraan )," protes Danu kesal. Tanpa sadar dia sudah menghabiskan setengah badan bebek peking yang dibeli Bayu.


"Blergh...." Danu bersendawa dengan keras.


"Busyet dah ni orang, sendawamu udah kaya habis makan orang, padahal yang kau makan cuma bebek," ucap Dimas sambil menatap Danu dengan tatapan keheranan.


"Kesel sama kelakuan Bayu, belum lagi tadi kakeknya berulah, ga kerasa makanku sudah melebihi porsi normalku," sahut Danu yang melihat setumpuk tulang bebek sisa dia makan tadi.


"Memangnya Kakek Cokro ngapain sih kak?" tanya Diandra penasaran, karena sejak balik dari rumah keluarga Wicaksono, Danu sangat sangat bad mood.


"Ck.... Dia nggak menyetujui pembatalan perjodohan," jawab Danu dengan wajah kesal, namun seketika ekspresinya berubah saat melihat wajah Diandra memucat.


"Ra-Rara nggak mau sama lelaki itu," gumam Diandra dengan suara bergetar.


"Ade.... Ra.... Tenang dulu, ok?!" Danu mendekati dan memeluk Diandra sambil menepuk-nepuk punggungnya.


"Rara nggak mau sama Pak Haryo...." gumam Diandra lagi, suaranya makin bergetar.


"Kakak tidak akan membiarkan perjodohan itu tetap berjalan, lagi pula Haryo juga sudah menyetujui pembatan perjodohan itu, apapun resikonya, kakak tidak akan mempertaruhkan kebahagiaanmu," janji Danu pada Diandra dan berhasil membuat Diandra sedikit tenang.


"Ade di sini sama Kak Dimas dulu ya, Kakak mau ajak Bayu ngobrol dulu," ucap Danu sambil mengecup kening Diandra dan segera melangkah keluar ruang rawat inap diikuti Bayu.


Dimas mendekati ranjang Diandra dan mengusap kepalanya dengan penuh rasa sayang.

__ADS_1


"Don't worry, we will never let you suffer from those marriage arrangement, you will surely together with Bayu, calm down ok?!" ( Jangan khawatir, kami tidak akan pernah membiarkanmu menderita karena perhodogan itu, kamu pasti akan bersama dengan Bayu, tenanglah ok?! ), ucap Dimas yang hanya diangguki Diandra.


Dimas tahu kalau Kakek Cokro adalah tipikal orang tua yang keras kepala dan suka memaksakan kehendaknya kepada siapapun tak pandang bulu, bahkan dia akan dengan mudah melontarkan kata-kata ancaman dan bukan hal yang mustahil jika dia melaksanakan ancamannya dengan bantuan orang-orang kepercayaannya yang terkenal bertangan dingin dan berhati kejam, tak jarang orang-orang yang menentangnya berakhir mengenaskan di penjara, di jalanan atau bahkan di liang kubur.


__ADS_2