Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
She's Our Precious


__ADS_3

Suara cecapan bibir Bayu dan Diandra menggema memenuhi ruang tengah rumah Bayu. ******* lirih kadang keluar dari mulut mereka. Setelah merasa Diandra kehabisan nafas, Bayu menghentikan ciumannya dan memeluk Diandra dengan erat.


"Kita berhenti di sini, kalau berlanjut, kakak takut nggak bisa nahan diri," bisiknya di telinga Diandra.


"Ra-Rara nggak apa-apa kok kak, walau masih sering kebayang kejadian waktu itu kalau Rara sedang kak Bayu cium," balas Diandra yang membuat Bayu terdiam.


"Mereka juga menciummu?" tanya Bayu geram.


"Enggak kak, cium pipi Rara dengan cara yang menjijikkan, jujur kalau kak Bayu cium pipi Rara, Rara agak takut," jawab Diandra dengan suata bergetar.


Bayu menggeretakkan giginya menahan geram, tangannya mengepal erat.


"Dimana kedua orang itu?" tanya Bayu dingin.


"Rara nggak tau, Rara nggak mau tau juga, Rara takut ketemu mereka lagi, Rara jijik sama tubuh Rara karena sudah mereka sentuh seenaknya, jijik.... Kotor... " racau Diandra, tubuhnya gemetar dan air matanya mengalir deras.


"Sayang...." Bayu merengkuh tubuh Diandra dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya.


"Rara tidak kotor, merekalah yang kotor dan menjijikkan, Rara masih suci dan polos, kesayangan Kak Bayu, kesayangan Kak Danu, Kak Haryo dan juga Kak Dimas, jangan takut, jangan sedih, kakak akan selalu menjaga Rara, sampai kapanpun," bisik Bayu sambil membelai punggung Diandra berusaha menenangkannya.


"Apa Kak Bayu tidak merasa jijik pada Rara? Rara sudah pernah disentuh paksa oleh lelaki lain, di sini dan di sini," ucap Diandra gemetar sambil menunjuk dada dan perutnya.


"Hentikan!!! Suatu saat nanti aku akan menghapus semua jejak mereka sampai Rara tak bisa lagi mengingatnya," geram Bayu, kembali dia memagut bibir Diandra, membuainya dengan gerakan lidahnya yang liar. Tangannya membelai punggung Diandra dengan gerakan perlahan dan halus.


"I love you Cutie Pie, no matter what kind of past you'd experienced, you'll always my Cutie Little Pie that I love the most," bisik Bayu di telinga Diandra. Lalu Bayu bangkit dari duduknya dan dengan satu gerakan ringan, Bayu mengangkat Diandra ke dalam gendongannya, kemudian dengan tenang dan hati-hati, Bayu melangkahkan kakinya menuju kamar yang dipersiapkan untuk Diandra tidur malam ini.


"Big Bun.... I love you so much," bisik Diandra, dia melingkarkan tangannya di leher Bayu dan mencium dagu Bayu yang licin dan halus.


"Honey...." desah Bayu mati-matian menahan hasratnya yang sudah diujung tanduk.


Sesampinya di kamar, Bayu membaringkan Diandra di atas ranjang berukuran queen size dan menyelimutinya, tak lupa dia menyalakan AC di kamar itu. Bayu duduk di tepian ranjang dan mengusap kepala Diandra dengan lembut.


"Tidurlah, honey.... Aku temani sampai kamu tertidur," ucap Bayu setelah mengecup kening Diandra.


"Kakak nggak tidur di sini saja? Rara percaya kakak kok," ucap Diandra tulus.


"Tapi kalau kakak tidur disini, kakak melanggar janji kakak pada kakakmu," tolak Bayu secara halus.

__ADS_1


"Ah iya, Rara lupa," sahut Diandra sedikit kecewa.


Tiba-tiba ponsel Diandra yang diletakkan di atas nakas berdering nyaring. Bayu meraih ponsel Diandra dan mengumpat dalam hati, 'Speak of the devil, baru mingkem ngomongin eh malah nelpon,' Bayu mendengus kesal dan langsung menerima panggilan suara dari Danu.


"Yo bro, what's up?" sapa Bayu.


'Hey, where's my lil sister?' tanya Danu emosi saat tau yang menerima panggilan bukan Diandra melainkan Bayu.


'Ada ini, mau tidur,' jawab Bayu sambil menyerahkan ponsel Diandra kepada si empunya.


'Ya kak?' tanya Diandra.


'Kamu tidur sama Bayu?' tanya Danu cemas.


'Enggak kak, ini Kak Bayu cuma temani Rara aja kok, kalau Rara udah tidur Kak Bayu keluar, kakak jangan khawatir,' jelas Diandra, tak ingin sang kakak marah pada Bayu.


'Jangan mau diapa-apain ya de, Bayu belum minta ade dari kakak dan kakek nenek, jadi sebelum Bayu meminta ade secara resmi, jangan mau diapa-apain,' perintah Danu.


'Diapa-apain gimana sih kak maksudnya, Rara nggak paham, Kak Bayu baik, mana mungkin jahat sama ade?' protes Diandra polos.


'Ish.... Iya deh iya, ade ini ah, udah hampir 23 tahun masih nggak mudeng masalah begituan, ngeselin. Kasih ponselnya ke Bayu, ade cepat tidur, besok pas rotgen kakak akan ke rumah sakit juga,' perintah Danu kesal dengan kepolosan Diandra. Di satu sisi kepolosannya itu imut tapi di sisi lain kepolosannya mencemaskan karena bisa saja dimanfaatkan oleh orang-orang nggak baik.


'Piye Dan?' tanya Bayu dengan Bahasa Jawa medoknya.


'Ingat ya Bay, Rara masih polos banget jangan kamu ajari aneh-aneh dan hal-hal yang mesum,' seru Danu yang sukses membuat Bayu kesal.


'Kau kira aku cowok yang suka main perempuan? Rara itu wanita pertamaku, jelas aku akan jaga dia baik-baik, tenang saja sebelum dapat ijinmu, aku nggak akan melewati batas,' janji Bayu membuat Danu yakin dan puas.


'Keep your promise Bay, she's my only precious,' pinta Danu setengah memohon.


'I know, she's our precious one,' sahut Bayu sembari tersenyum manis saat melihat Dee menatapnya sayu karena sudah mengantuk.


'I'm hanging up, take care of Rara, see you at hospital tomorrow,' ucap Danu mengakhiri percakapan mereka.


'Hmmm, see ya tomorrow, night bro,' balas Bayu yang lalu mematikan sambunga telepon mereka.


Bayu menatap Diandra yang perlahan menutup matanya karena sudah tak kuat menahan rasa kantuknya.

__ADS_1


"Goodnight my Cutie Pie," ucap Bayu sambil membelai wajah Diandra.


Setelah Diandra benar-benar terlelap, Bayu beranjak dari ranjang dan melangkah keluar kamar setelah memberikan kecupan selamat malam di kening Diandra.


"Sleep tight, honey," gumam Bayu sebelum menutup pintu.


Bayu melangkah menuju kamarnya, lalu menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang empuk miliknya.


"Betapa menderitanya Raraku saat mendapatkan perilaku bejat dari orang-orang itu, kenapa aku tak berada bersamanya saat itu," sesal Bayu merutuki dirinya yang tak bisa berada di sisi Diandra di saat-saat tersulitnya.


Bayu mengambil ponselnya dan memeriksa aplikasi pesan WhatsApp, ada chat dari Haryo yang memintanya memberi tahu Danu jika sebaiknya menemui kakek Cokro saat Haryo sudah kembali dari business trip nya. Bayu membalasnya dengan oke.


Dimas juga mengirim pesan kalau Miko akan menyerahkan rekam medis Sinta besok lusa dan mengingatkan Bayu akan jadwal rotgen Diandra besok pagi pukul 10:00. Bayu membalasnya dengan ucapan terima kasih dan berjanji akan mengabulkan apapun keinginan Dimas.


Saat Bayu akan meletakkan ponselnya ke atas nakas, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tampak nama sang mama muncul di sana, Bayu mengerutkan keningnya heran, kenapa mamanya meneleponnya selarut ini.


"Ya ma?" sapa Bayu sesaat setelah menerima panggilan suara sang mama.


'Bay, kamu punya pacar?' tanya sang mama, Gina, penuh semangat.


'Mama apa-apaan sih?' gerutu Bayu tanpa menjawab pertanyaan mamanya.


'Jawab aja, kamu punya pacar?' tanya Gina lagi.


'Apaan sih ma, kepo!' jawab Bayu agak gugup.


'Jujur sama mama, siapa gadis itu? Kenapa harus banget kamu belikan perlengkapan bahkan underwear juga, sudah sejauh mana hubungan kalian?' cecar Gina non stop.


'Besok pagi Bayu bawa dia ke bakery, mama kenal sama dia kok, kenal banget malah,' sahut Bayu.


'Siapa? Setau mama kamu nggak ada teman cewek seorangpun, kamu kan anti cewek, satu-satunya gadis yang kamu sukai sampai kamu sebesar ini cuma Rara, mama nggak tau kamu ada teman cewek selain si imut Rara?' Gina mulai lagi memborbardir Bayu dengan pertanyaan nggak penting.


'Dia sudah tidur sekarang, besok Bayu bawa ke bakery mama, besok mama pasti tau,' jawab Bayu, 'Sudah ya ma, Bayu cape mau tidur, sampai ketemu di bakery mama besok pagi,' tambah Bayu buru-buru memutuskan panggilan suara mamanya kemudian tanpa pikir panjang dia mematikan ponselnya.


Bayu menghela nafas panjang, punya mama kepoan memang bikin capek.


Bayu menatap foto seorang gadis kecil dengan rambut bergelombang dengan senyuman manis dan lesung pipit yang imut. Akhirnya gadis itu sekarang berada bersamanya, akhirnya perasaan mereka bertaut, tapi entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal, ketakutan yang tak jelas dan kekhawatiran berlebih, jika suatu hari nanti dia membuat Diandra bersedih.

__ADS_1


Tuhan.... Ijinkan aku menjaganya sampai ajal menjemputku, ijinkan aku membahagiakannya sampai kau memanggilku, ijinkan aku menjadi kenangan terindah untuknya jika suatu saat aku tak Kau ijinkan lagi bersamanya... Tuhan, kabulkanlah permohonanku.


Setelah mengucap doa dalam hati, Bayu pun memejamkan matanya dan tertidur.


__ADS_2