Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Trauma Itu Datang Kembali


__ADS_3

Bayu, Haryo dan Dimas saling berpandangan, haruskan mereka mengatakan secara jujur penyebabnya kepada Diandra ataukah lebih baik menutupinya?


Bayu menghela nafas panjang dan mengusap kasar wajahnya. Dia tak ingin menutupi apapun dari Diandra, namun dia juga tak ingin Diandra merasa khawatir dan ketakutan.


"Ra, ingat nggak dengan utusan dari Matsushita Company?" tanya Bayu hati-hati.


"Oh, yang bilang kalau kekasih sepupunya mirip aku ya kak?" sahut Diandra yang malah balik bertanya.


"Hmmmm..." jawab Bayu setengah hati.


"Ingat, kak.... Memang kenapa?" tanya Diandra penasaran.


"Ehem.... Jadi sepupu dari Yoshiko Matsushita adalah Kentaro Matsushita, pemimpin dari organisasi Furainoduragon yang dulu pernah menculik Rara," jawab Bayu lirih sambil meremas tangan Diandra yang mendadak gemetar mendengar jawaban Bayu.

__ADS_1


"Ke-ketahuan ya, kak? Me-mereka mau menangkap Rara dan Kak Danu ya, kak? Ah... Kakek dan nenek...." gumam Diandra dengan suara bergetar diiringi isakan, air matanya meluruh dan tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan, sementara wajahnya memucat seputih kertas.


"Cutie...." Bayu beranjak dari duduknya dan merengkuh tubuh mungil Diandra yang semakin gemetar ketakutan. Bayu memeluk erat tubuh Diandra dan mengusap punggungnya, berusaha menenangkannya, "kami semua akan melindungi kalian, jangan khawatir, ya..... Ada kami sekarang, kakak juga akan selalu ada bersamamu, jangan takut," gumam Bayu.


Haryo memalingkan wajahnya saat dia melihat Bayu menenangkan Diandra, hatinya perih, namun apalah mau dikata, Diandra mencintai Bayu, dia hanya ingin melihat Diandra bahagia. Hrlaan nafas panjang terdengar lolos dari mulut Haryo. Dimas menepuk bahunya perlahan, untuk menguatkan hati sahabatnya.


"Ra.... Rara.... Honey.... Cutie Pie...." pekik Bayu panik saat melihat Diandra yang tiba-tiba terkulai lemas di pelukannya.


Dimas dan Haryo segera bangkit dari duduk dan menghampiri Bayu, membantunya mengangkat tubuh Diandra dan membawanya ke dalam kamarnya.


"Gimana, Dim?" tanya Bayu dan Haryo bersamaan, kecemasan terlukis jelas di wajah mereka berdua.


"Rara hanya shock dan ketakutan, masih ada trauma tentang kejadian dulu, biarkan dia istirahat, aku akan pulang dulu sebentar, mau jemput istri dan si kembar buat antar ke rumah mertua," terang Dimas sambil mengemas barangnya lalu melangkah keluar kamar.

__ADS_1


"Aku akan kembali ke kantor dulu, pulang kerja aku akan kemari lagi, jika terjadi sesuatu lekas hubungi kami," Haryo juga beranjak, kakinya terasa berat meninggalkan kamar Diandra.


Bayu mengikuti kedua temannya keluar, setelah menutupi tubuh Diandra menggunakan selimut.


Dimas dan Haryo sudah bersiap pergi, mereka menunggu Bayu keluar kamar Diandra untuk berpamitan sekali lagi.


"Jaga Dira ya, Bay," ucap Haryo sendu, kalau menuruti hati, ingin sekali dia menjaga Diandra, bukannya memasrahkan pada Bayu, tapi apa mau dikata, sekarang Diandra adalah kekasih Bayu.


"Kalau ada apa-apa segera hubungi kami, walau aku tak bisa segera datang, akan aku pastikan agar Seno atau Tata bisa datang kemari," ucap Dimas sambil menepuk bahu Bayu.


"Aku tahu, terima kasih.... Kuantar kalian ke basement," sahut Bayu tulus, dia melangkahkan kakinya ingun mengantar kedua sahabatnya menuju ruang rahasia tempat pertemuan mereka.


"Kami tahu jalan dan kodenya, kami bisa sendiri, tetaplah di sini, temani Dira, takutnya sewaktu-waktu dia sadar, jangan biarkan dia sendiri," cegah Haryo, ditahannya bahu Bayu agar berhenti melangkah dan tetap berada di tempatnya.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih," sahut Bayu sambil tersenyum.


Haryo dan Dimas, bergegas meninggalkan Bayu, ditatapnya punggung kedua sahabat karibnya sampai menghilang di sebalik pintu ruang kerjanya, lalu dia kembali melangkah masuk ke dalam kamar Diandra untuk menemani kekasih hatinya yang masih belum sadarkan diri.


__ADS_2