Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Kuatkan Hatimu


__ADS_3

Setelah 20 menit menunggu, akhirnya Bayu datang dengan membawa tas jinjingnya, setelah memesan secamgkir greentea latte panas dia menuju tempat para sahabatnya menunggu.


"Maaf ya, tadi temani Rara makan siang dulu," ucap Bayu jujur, karena dia memang menemani Diandra makan siang terlebih dahulu.


"Santai bro, Rara makan cukup hari ini?" tanya Danu.


"Lebih dari cukup Dan," jawab Bayu serius.


"Maaf ya, Rara porsi makannya memang banyak kalau buat ukuran cewek," ucap Danu, dia merasa sungkan karena Diandra memang suka makan


"Santai aja, dari dulu kan memang Rara punya huge appetite, tapi heran kenapa nggak bisa gemuk gitu ya?" sahut Bayu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ck, makanannya semua lari ke tempat yang nggak penting," gerutu Danu, membuat ketiga sahabatnya bingung, namun Danu tak berniat menjelaskan karena ketiga sahabatnya adalah pria dewasa, takutnya malah mereka membayangkan yang tidak-tidak.


"Aku sudah kasih Rara uang untuk dia makan dan biaya terapi jadi kamu nggak usah mikirin tentang kebutuhan makan Rara," ucap Danu kemudian, membuat Bayu mengerutkan keningnya.


"Dan, kalau cuma buat makan dan biaya terapi biar aku saja, kamu nggak usah mikir ini itu, kamu jaga kakek nenek di rumah aja, selama di rumahku, Rara tanggung jawabku," omel Bayu kesal.


"That won't do, she's my sister, jadi dia tetap tanggung jawabku, kau suka atau tidak, dan aku masih mampu buat membiayai Rara dan kakek nenek walau aku cuma seorang manager dan bukan pemilik perusahaan," sahut Danu tak mau kalah.

__ADS_1


"That's not what I mean..." sanggah Bayu.


"Aku tau, jadi selama Rara belum jadi istri orang, dia masih tetap menjadi tanggung jawabku," sahut Danu.


Haryo dan Dimas hanya diam dan terhanyut dalam pikiran masing-masing.


Hening sejenak, sampai ada seorang waitress mengantarkan pesanan Bayu. Setelah menerima pesanannya, Bayu mengeluarkan beberapa bundle copy berkas hasil penyidikan pihak tim penyidik, sebuah laptop dan juga flash disk.


"Dan, ini semua adalah copy dari berkas hasil penyidikan asli yang dibuat oleh salah satu anggota dari tim penyidik yang tidak mau menerima suap dari pakdemu, file yang asli aku simpan di brankas kantor. Lalu ini adalah video rekaman black box mobil Om Suryo yang berhasil ditemukan," ucap Bayu sambil menyerahkan berkas-berkas dan juga flash disk yang dibawanya.


"Ada rekaman black box?" tanya Danu kaget, Dimas pun menatap tak percaya.


Danu menatap Bayu, dia merasa ada yang tidak beres dengan kasus kecelakaan yang menewaskan kesua orang tuanya, tapi dia berpikir ketidakberesan itu adalah karena kerusakan pada rem yang sengaja dirusak oleh seseorang.


"Sebetulnya apa isi rekaman ini?" tanya Danu, tangannya gemetar saat mengambil flash disk hitam dari meja.


"Iya Bay, kenapa tak kau katakan saja?" Dimas menimpali.


"Aku tak sanggup mengatakannya, aku juga tak ingin Danu atau Rara melihatnya, tapi setidaknya Danu harus melihat dan mengetahui sendiri apa yang menimpa Om Suryo dan Tante Rianti," jawab Bayu menahan air mata, suaranya bergetar, Haryo hanya diam karena sudah mengetahui garis besar penyebab kematian kedua orang tua Danu dan Diandra, tapi dia juga ingin melihatnya, dia ingin mengetahui siapa lelaki pelaku penembaka terhadap kedua orang tua sahabatnya itu.

__ADS_1


Bayu menyalakan laptopnya, kemudian diletakkannya di hadapan Danu, lalu Danu memasang fash disk itu di port USB, setah beberapa saat, muncullah drive USB di monitor, lalu Danu mengklik folder black_box_04072008_2235 dengan tangan gemetar, di dalam folder itu ada 2 file video, Danu mengklik video pertama, isinya tentang rekaman sebelum kecelakaan terjadi, tepatnya saat kedua orang tuanya berangkat menuju Karanganyar pada pagi hari.


Danu hanya sanggup menontonnya selama 5 menit bersama Haryo dan juga Dimas, ketiganya langsung meneteskan air mata saat mendengar suara Suryo dan Rianti, Danu berulang kali mengusap layar monitor laptop Bayu yang menampilkan wajah ceria kedua orang tuanya saat berbincang dan bersenda gurau. Lehernya tercekat dan tanpa sadar dia terisak. Betapa rindunya Danu kepada kedua orang tuanya. Haryo dan Dimas menutupi mata mereka untuk menahan jatuhnya air mata yang semakin banyak di pelupuk mata.


Setelah menenangkan diri, Danu memutar video kedua, di video itu nampak seseorang tengak membuka kap mobil papanya lalu menghilang lalu muncul lagi di hadapan kamera black box yang terakit di bagian mobil. Danu terkesiap melihat siapa orang itu, Baskoro, keponakan Bagyo dari pihak istrinya, jadi diakah yang merusak rem mobil papanya?


Danu masih melihat video rekaman itu bersama Haryo dan Dimas, sampai pada detik papa dan mamanya merasa diikuti dan berusaha melarikan diri dari penguntit mereka, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah SUV yang melaju kencang ke arah mobil papanya, Danu kaget dan berteriak seolah dia berada di sana saat itu dan memperingatkan papanya, seperti yang mamanya lakukan saat itu, namun karena mobil melaju kencang di jalanan licin karena hujan ditambah rem yang tidak berfungsi, mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya kehilangan keseimbangan dan berguling beberapa kali sampai akhirnya berhenti menabrak pagar pembatas jalan dalam posisi terbalik.


Tubuh Danu bergetar hebat, papa dan mamanya tewas begitu saja dalam kecelakaan yang disengaja? Siapakah orang yang mengejar dan menghadang mobil papanya?


Namun belum sempat Danu berpikir, dia melihat seorang pria melangkah keluar dari mobil SUV hitam yang menghadang mobil orang tuanya tadi, terlihat dia membawa senapan lengkap dengan silencer, dia berdiri tepat di hadapan mobil papanya yang terbalik, lalu membidikkan senjatanya dam melepaskan lima tembakan berturut-turut, terdengar jeritan dan pekikan dari mulut kedua orang tuanya dan seketika darah mengalir deras dari dalam mobil papanya.


Danu memekik keras saat menyaksikan pria misterius itu melepaskan tembakan, para pengunjung cafe memperhatikannya, tapi tak berapa lama, mereka kembali cuek saat melihat tatapan mengintimidasi dari Bayu.


Danu meraung memanggil kedua orang tuanya sambil menutupi wajahnya, Bayu segera memeluk dan menenangkannya, sementara Haryo dan Dimas terisak tampa suara.


Bagi ketiga sahabat Danu, Suryo dan Rianti sudah seperti orang tua kedua mereka bertiga. Jadi saat Suryo dan Rianti meninggal, mereka sama kehilangannya seperti yang dirasakan Danu dan Diandra.


Danu belum bisa tenang, dia masih memanggil papa dan mamanya berulang kali. Siapapun yang mendengar ratapan Danu pasti merasa pilu, Bayu hanya bisa memeluk dan menepuk punggung sahabatnya itu, karena tak akan ada kata-kata yang bisa menenangkan ataupun menghiburnya saat ini, setelah melihat kenyataan bahwa kedua orang tuanya tidak meninggal seketika, tapi mereka kehilangan nyawa karena ditembak oleh seorang pria misterius yang memang mengincar kedua orang tuanya.

__ADS_1


Suara jeritan pilu masih menggema di telinga Danu, dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan dan rasa sakit yang diderita mama dan papanya. Hatinya terasa teriris, Danu teringat Diandra, kalau sampai adiknya melihat rekaman ini, dia yakin Diandra tidak bisa menerimanya, mungkin dia akan mengalami trauma psikologis lagi. Ya Tuhan.... Kenapa Kau timpakan semua ini kepada kami? Danu meratap dalam hati, tubuhnya bergetar menahan kemarahan dan juga kesedihan, dadanya bergemuruh, dia ingin segera menghancurkan kedua kakak kandung sang papa. Karena merekalah Danu dan Diandra kehilangan kedua orang tuanya dan menjadi yatim piatu, karena merekalah Danu dan Diandra harus berpindah tempat beberapa kali seperti buronan, karena merekalah Diandra mengalami pelecehan sexual, dan karena merekalah Danu dan Diandra kehilangan kebahagiaan.


__ADS_2