Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat

Terpikat Lelaki Keturunan Ningrat
Rara Sayang Kak BayBay


__ADS_3

"Biru banget gini Ra, kita ke rumah sakit aja yuk!" bujuk Bayu saat tiba di klinik dan memeriksa lutut Diandra.


"Nggak ah kak, dikasih obat gosok juga nanti sembuh." jawab Diandra.


"Ari, siapin mobil, kita ke rumah sakit sekarang!" perintah Bayu kepada asistennya.


"Nggak usah kak, Rara nggak apa-apa kok!" bujuk Diandra.


"Kalau Danu tau Rara sampai kaya gini di sini, bisa Rara bayangin deh gimana dia nanti." sahut Bayu.


"Iya deh, maaf... Rara nggak hati-hati tadi, Rara nggak nyangka kalau fansnya Kak BayBay barbar gitu." gumam Diandra.


"Bocah ini, sudah kaya gini masih bercanda aja!" Bayu menarik pelan hidung Diandra.


"Ariiiii.... Kenapa bengong, siapin mobil!" omel Bayu.


"Oh, siap Pak Bayu.... Siap!!!!" Ari bergegas menuju parkiran mobil.


"Sini!!!" Bayu membungkuk di depan Diandra, menyuruh Diandra naik ke punggungnya.


"Ogah.... Rara jalan sendiri, malu dilihat karyawan lain!" tolak Diandra, wajahnya memerah karena malu.


"Ndak usah ngeyel, kita ndak tau ada masalah ndak di lututmu, jadi ndak usah banyak digerakkan dulu! Buruan naik!!!" perintah Bayu.


"Ck... Mulai mirip Kak Danu deh bawelnya!" Diandra bangkit dan memeluk leher Bayu dari belakang dan menyandarkan tubuhnya ke punggung Bayu.


DEG!!!!


Jantung Bayu serasa melompat keluar.... Kirain rata, ternyata ada... Batin Bayu begitu dada Diandra menempel di punggungnya. Wajah Bayu memerah seketika.


"Ehem.... Kakak jalan ya Ra?!" Bayu mengalihkan pikirannya yang bundet karena dada Diandra, dan mulai melangkah keluar.


Diandra memeluk erat leher Bayu, nafasnya membelai lembut leher dan pipi Bayu, yang membuat Bayu pusing dan gelisah.


Tak beda dengan Bayu, Diandra juga gugup, merasa aneh dengan getaran di dadanya, jantungnya berdetak seperti genderang yang bertalu-talu. Wajahnya memerah saat menatap wajah Bayu dari belakang. Terlihat sangat tampan.


"Kak... Rara berat ya?" tanya Diandra lirih di telinga Bayu yang membuat pikiran Bayu kacau dan menggila. Kalau tak ingat kalau Diandra adalah adik kesayangan Danu dan sekarang sedang terluka, Bayu akan segera membawa ke ruangannya dan mencumbunya di sana.


"Damn.... this is crazy!!! Aku nggak boleh suka sama Rara, she is Haryo's fiancee." gumam Bayu dalam hati.


"Nggak berat kok Ra!" jawab Bayu.


"Tapi wajah kakak merah gitu, kaya Rara ini berat banget." gumam Diandra.

__ADS_1


"Panas de... Hawanya kan panas!" jawab Bayu yang bersyukur saat keluar dari lobby perusahaan, mobilnya sudah menunggu di depan.


"Bukain Ri!" perintah Bayu pada Ari untuk mbukakan pintu penumpang.


Perlahan Bayu menurunkan Diandra dari punggungnya, lalu membantu Diandra masuk ke dalam mobil.


Setelah memastikan Diandra duduk dengan nyaman, Bayu langsung melompat masuk ke dalam mobil dan memerintahkan Ari untuk segera melajukan mobilnya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Ari segera menuju ruang praktik dokter spesialis orthopedic dan mendaftarkan nama Diandra di sana, sementara Bayu sekali lagi memggendong Diandra menuju raung praktik dokter spesialis orthopedic.


"Nona Diandra Ayu" panggil seorang perawat.


"Ya!" sahut Bayu yang dengan sigap membawa Diandra masuk ke ruang praktik.


"Silakan duduk.... Lho, Bayu!" seru seorang pria berjas putih yang kaget melihat Bayu.


"Hahaha... Dim... Maaf ganggu sebentar!" Bayu menyapa pria itu.


"Kukira karyawanmu cidera, soalnya Ari yang daftar, nggak taunya pacarmu to?" tanya sang dokter yang tersenyum ke arah Diandra.


Diandra langsung tersipu mendengar godaan dari dokter itu.


"Ngawur, bisa digorok Danu aku kalau jadiin Rara pacarku!" sahut Bayu yang wajahnya juga tersipu.


"Ya ampuun Diiii.... kemana aja kamu sama kakakmu.... Ya ampun sudah sebesar ini.... cantik pula..." ucap sang dokter seraya menangkupkan tangannya di pipi Diandra.


Diandra yang tiba-tiba mendapat perlakuan seperti itu dari lelaki asing, langsung menatap horor. Tangannya menggapai tangan Bayu dan meremasnya.


Bayu yang juga kaget melihat Diandra tiba-tiba 'diserang' langsung meradang.


"Dimas!! Sopan dikit, Rara ketakutan!" bentak Bayu, tiba-tiba teringat cerita Diandra yang hampir mengalami pelecehan saat dia kecil dulu, langsung memeluk bahu Diandra dan menenangkannya.


"Whoops... Maaf... Diandra lupa ya sama mas Dimas?" tanya sang dokter yang ternyata bernama Dimas.


"Mas Dimas?" tanya Diandra bingung.


"Iya, aku Dimas, teman sekelas Danu waktu SMP, yang dulu sering main ke rumah buat ngerjain tugas!" cerita Dimas bersemangat.


"Ooooh.... Mas Dimas yang sering ngepangin rambut Rara ya?" tanya Diandra.


"Naaaah iya....!!!" Dimas terlihat gembira karena Diandra mengingatnya.


"Ceritanya nanti, periksa dulu lutut Rara, tadi dia jatuh, aku takut lututnya kenapa-kenapa soalnya biru banget!" sela Bayu.

__ADS_1


"Oh iya, coba lihat lututnya, Di!" Dimas memperhatikan lutut Diandra dan mulai memeriksanya.


"Gimana Dim?" tanya Bayu cemas.


"Ngga apa-apa ini, ngga ada kerusakan di kneecap nya, hanya trauma saja, mungkin 2 hari kedepan agak sakit saat ditekuk, tapi nanti akan membaik, mas kasih pelindung sama ointment ya Di." jawab Dimas menjelaskan dan memberi resep.


Bayu menyerahkan resepnya pada Ari untuk ditebus, Ari secepat kilat menuju kasir dan apotek.


"Kamu free nggak malam ini?" tanya Bayu.


"Aku double shift Yu, siang sama malam." jawab Dimas.


"Kalau ada yang ganti, nyusul aja ke Raminten. Kita ketemu Danu dan dengar cerita kenapa menghilang dan juga cari cara buat bantu dia ungkap kematian om Suryo dan Tante Rianti." ajak Bayu.


"Aku usahain nanti." jawab Dimas


"Cabut dulu deh, thanks ya Dim, ketemu nanti!" Bayu pamit sambil mengangkat Diandra dari duduknya.


"Ok, hati-hati! Di, ingat ya... Jangan banyak gerak dulu 2 hari ini!" Dimas kembali mengingatkan Diandra.


"Iya mas, makasih banyak ya Mas Dim!" Diandra melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah Dimas.


Bayu perlahan menuntunnya keluar ruang praktik.


Mobil melaju perlahan meninggalkan rumah sakit menuju Rumah Makan Raminten, yang terkenal di Yogyakarta. Tampak Diandra telelap dan bersandar di bahu Bayu.


"Hah.... Anak ini deh, benar-benar pertahanan dirinya nol besar. Iya sih aku sahabat Danu, tapi aku kan pria dewasa normal, dia juga gadis dewasa.... Apa segitu percayanya sama aku sampai nggak takut kuserang" batin Bayu sambil memandangi wajah cantik Diandra. Disingkirkannya rambut yang menutupi mata Diandra, lalu dengan lembut dibelainya pipi halus Diandra.


"Kak BayBay...." gumam Diandra di sela tidurnya. Diandra bergerak perlahan dan tiba-tiba melingkarkan tangannya di lengan kokoh Bayu.


Bayu yang kaget dengan gerakan Diandra yang tiba-tiba memeluk lengannya, langsung memerah malu.


"Rara... Ra... Bobo yang nyaman, ini ada bantal leher!" bisik Bayu mencoba mengubah posisi Diandra, tetapi Diandra tak bergeming dan malah semakin erat memeluk lengannya.


"Rara sayang Kak BayBay...." gumam Diandra lagi, dan kali ini sukses membuat Bayu membeku.


"Rara... sayang.... aku?" Bayu bergumam, degup jantungnya kacau, kepalanya pusing dan perasaan bahagia meluap kemana-mana.


But.... Wait... Diandra adalah perempuan yang dijodohkan dengan Haryo, dan Haryo sangat mengharapkan perjodohan ini menjadi kenyataan. Jadi, Bayu tidak boleh merusaknya.


Tersenyum getir, Bayu mengecup kening Diandra....


"Rara.... Kakak juga sayang Rara, sayang sekali, tapi maaf, Rara tidak ditakdirkan bersama kakak... I love you!" bisik Bayu menahan perih di hati. Ya, demi persahabatan, dia rela melepaskan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2