Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Operasi


__ADS_3

Willy dan Toni segera membawa anak- anak mereka ke rumah sakit.Setelah sampai,mereka disambut oleh dua perawat yang dengan sigap membantu keduanya.


Dokter Arya selaku pemilik rumah sakit itu pun ikut menangani keduanya.Mereka langsung membawa Alika dan Dehan ke ruang ICU.


Willy duduk di depan ruangan dengan tatapan kosong sedangkan Toni mondar-mandir karena cemas.Ia tahu benar bahwa keadaan keduanya begitu kritis.


Hening,tak ada percakapan.Mereka larut dalam ketegangan menunggu dokter keluar.


Suara derap langkah yang mendekat membuat Toni dan Willy menoleh.Terlihatlah Sara,Linna dan Dehan mendekati mereka dengan air mata menggenang.


Willy segera beranjak untuk memeluk Linna.Ia tahu istrinya itu sangat terpukul.


''Gimana Denan dan Lili,Ayah?'' tanya Linna dengan suara parau, memeluk erat tubuh sang suami.


''Doain mereka ya.Ayah juga nggak tau.Dokter belum keluar,'' jawab Willy mengelus rambut Linna agar lebih tenang.


Sara duduk di dekat sang suami.


''Lili selamat kan Pah?Kalo sampai anak kita__'' belum sempat Sara mengucapkan kalimatnya,Toni dengan cepat membawa Sara ke dalam pelukannya.

__ADS_1


''Maafin Papa,Mah.Papa yang salah.Jangan bilang gitu ya.Papa akan berusaha buat anak kita sembuh.Apapun itu,Papa nggak akan pernah maafin diri Papa sendiri kalau Lili kenapa-kenapa," Toni mengeratkan pelukannya.


Pintu ruangan terbuka.Dokter Arya tergesa-gesa keluar dari ruangan itu diikuti perawat-perawat yang mendorong brankar milik Denan disusul brankar milik Alika.Mereka sama-sama berbalut berbagai macam alat rumah sakit.


Dehan bisa melihat dengan jelas begitu menakutkannya berada di brankar itu.Apalagi Denan merasakan itu semua.Perasaan bersalah terus saja menghantuinya.


Semua orang yang ada di sana berdiri kemudian mendekati dokter Arya, "Mau kemana Arya?" tanya Toni.


Dokter Arya terdiam beberapa saat.


"Kenapa Arya?mereka baik-baik aja kan?" Willy ikut bertanya saat dokter Arya hanya diam.


"Maaf,saya akan berusaha semaksimal mungkin.Mereka mengalami cidera pada area kepala yang sangat serius.Tak ada jalan lain.Kita harus melakukan operasi secepat mungkin.Kita hanya bisa berusaha dan menyerahkan semua pada yang maha Kuasa."


"Lakuin apapun Arya.Selamatkan mereka.Kamu dokter kan?" Linna tak kuasa menahan tangis.


"Sabar Linna,saya akan berusaha semaksimal mungkin," setelah mengatakan itu,dokter Arya segera pamit setelah seorang perawat memanggilnya bahwa ruang operasi sudah siap.


Dokter Arya sendiri akan menangani Denan kerena kondisinya yng semakin menurun.Sedangkan Alika ia serahkan pada dokter lain.

__ADS_1


Operasi berjalan selama 4 jam lamanya selama itu pula semua keluarga tetap setia menunggu di depan ruang operasi dengan suasana hening.


Dehan diam saja dengan tatapan kosong sembari menidurkan kepalanya di paha Linna.


"Sial,kenapa kenapa kalian tidak bisa menemukan wanita itu?saya bayar kalian buat temuin dia hidup atau mati!" nada bicara Toni pelan namun menyiratkan kemarahan.


Walaupun ia agak jauh dari yang lainnya,tetapi yang lain bisa mendengar jelas apa yang sedang dibicarakan Toni.


Toni jelas marah.Semua detektif swasta dan juga orang suruhannya tak menemukan jejak Mira.Dan akhirnya mereka menyimpulkan bahwa Mira hanyut ke sungai.Karena tak ada jalan lain di sana.Mereka telah menyusuri kemana Mira kabur.


"Saya nggak mau tau.Temukan dia secepatnya!" Toni menutup telfonnya.


Dokter Arya keluar dengan menunduk.


"Arya,operasinya berhasil kan?" tanya Linna.


"Ma-maaf."


...Ini masih flashback ya🐔🐔🐔...

__ADS_1


__ADS_2